Beranda Keluarga “Aku Ingin Salim Bahanan, Meski Aku Pernah Gagal dalam Pernikahan”

“Aku Ingin Salim Bahanan, Meski Aku Pernah Gagal dalam Pernikahan”

3

Qori nasional Salim Bahanan telah menikah pada Sabtu (15/9/2018) lalu. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Fatimah Syaharah Alhadad. Fatimah pernah gagal dalam pernikahan dan telah memiliki satu anak laki-laki.

Berikut kisah perjalanan Fatimah dengan Salim.

—-

Perjalanan cinta seorang fans kepada idolanya yang Allah takdirkan dalam bingkisan keajaiban.

Saat aku baru memulai hijrahku bulan November 2017 aku menemukan nama laki-laki yang sekarang menjadi imamku.

Saat itu sedang ramai pemberitaan dari salah satu sahabat Salim Bahanan pada bulan November 2017 dan aku iseng buat buka instagramnya. Lalu ada fotonya bersama Salim. Aku lihat instagramnya dan memperhatikan semua postingan di instagramnya. Ya, Salim Bahanan.

Dalam hati langsung berkata ‘Aku ingin dia ya Allah’. Lantunan ayat suci yang dikumandangkannya membuat aku menangis haru.

Dia adalah pemuda yang masya Allah memberi inspirasi dalam perjalanan hijrahku. Mengenal Salim membawaku pada kebaikan.

Aku mencoba memberanikan diri untuk mengiriminya pesan lewat DM (direct message). Dibalas, namun singkat. Aku bingung bagaimana mungkin seorang wanita yg memiliki banyak kekurangan bisa mendapatkan Hafidz Qur’an?

Tapi aku tidak pernah lupa bahwa Allah lah yang memiliki hati manusia, dalam setiap sholat aku meminta pada Allah untuk memudahkan langkahku, aku tidak meminta dia tapi aku berdoa agar Allah memberiku jodoh terbaik setelah kegagalan yang aku alami.

Aku meminta Allah. Agar Allah memberi aku seorang yang terbaik untuk membimbingku. Dalam deraian air mata aku meminta agar Allah mencintaiku, aku serahkan semua kepada Allah.

Sahabat, sholat tahajud adalah sholat mustajab setelah sholat fardhu. Lakukanlah karrna saat itulah kau dekat dengan Rabbmu.

Tak hentinya aku berdoa agar Allah dapat memberi yg terbaik. Lalu aku memberanikan diri untuk men-DM nya lagi. Kuasa Allah bekerja saat itu.

Allah memberiku sesuatu yang membuatku bingung saat itu. Aku sangat percaya tidak pernah ada yang kebetulan, yang aku percaya semua yang ada di dunia atas izin Allah. Aku berjanji jika Salim membalas DM-ku, aku akan traktir keluargaku.

Subhanallah sampai akhirnya kami tukeran nomor WA. Sampai akhirnya aku bertemu dengannya pada bulan Februari 2018, didampingi temannya dan temanku juga kami bertemu singkat sekali. Lalu kami coba buat saling mengenal diri lewat WA bercerita tanpa ada unsur apapun.

Sembilan hari aku mengenalnya. Dia menyatakan ingin menjadikan aku istrinya.

Terkejut dan syok saat itu..

Aku tak menyangka. Akhirnya Salim datang menemui ayahku dan kami pun mengenal antar keluarga. Qodarullah yang terjadi di dunia semua atas izin Allah. Tidak ada satupun yang dapat melawan takdir Allah. Kami sama-sama meminta dalam doa, 6 bulan kami menunggu untuk bisa saling mencintai dan melawan serangan setan.

Pada akhirnya 5 menit sebelum akad pun aku masih meminta agar Allah tetap menjodohkan kami. Dan Alhamdulillah semua yang terjadi atas izin Allah.

Buat semua yg tidak suka dengan hubungan halal kami, sesungguhnya kami tidak peduli.

Cukuplah ridho Allah dan ridho orangtua yang mengantarkan kami pada pernikahan yang sakinah mawadah warohmah.

Kami sangat mencintai nabi Muhammad maka dari itu kami mengikuti sunnahnya untuk menikah. Kita semua sama di hadapan Allah, yang membedakan kita hanyalah keimanan dan ketakwaan kita di sisi Allah. Bukan nasab, atau darah ningrat sekalipun.

Sahabat, jika memang benar kau mencintai Rasul marilah bersama kita teladani akhlaknya, Rasul begitu Iembut bahkan dia dapat menghapalkan Qur’an, sedangkan kita hanya selalu mencari kesalahan orang |ain.

Sahabat aku pernah gagal dalam berumah tangga, kami menikah karena kami sekufu, tapi dia tidak pernah mengajarkanku agama bahkan aku hidup dalam penderitaan.

Jadi tolong jangan bedakan manusia dengan manusia Iainnya, bukankah engkau tidak mau dibandingkan juga?

Marilah kita berbenah diri, jagalah akhlak kita terhadap orang, janganlah kita kotori mulut/jari kita untuk menghina, sesungguhnya Rahmat Allah lebih luas dibandingkan murkanya. Marilah kita berlomba untuk mencari rahmat Allah dibandingkan kita berbesar hati yang menjadikan kita seperti manusia yang sombong. [@paramuda/BersamaDakwah]

3 KOMENTAR

  1. Aku nangis dalam hati dan terharu bacanya karena aku juga mengalami hal yang sama dengan kak fatimah, aku baru mau menikah tapi batal karena ayahku tidak jadi setuju dan calonnya tidak setia dan kini aku menyukai seorang hafidz quran yang juga kak salim kenal sepertinya tapi bingung mau mulai kenalan darimana karena malu padahal dia deket rumahku. Semoga Allah mengabulkan dia menjadi jodohku karena aku juga belum sempurna dan ingin dibimbing olehnya ya Allah..

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.