Home Suplemen Resensi Aku Mencintaimu, Muhasabah Cinta untuk Pernikahan Abadi

Aku Mencintaimu, Muhasabah Cinta untuk Pernikahan Abadi

2346
0
theguardian

Cinta ada pada setiap hati manusia. Dengan dasar cinta manusia akan hidup secara berpasang-pasangan membangun rumahtangga. Ikatan cinta menyatukan dua manusia menjadi satu dalam tali pernikahan. Pernikahan umpama pohon cinta yang akan terus tumbuh dan menghasilkan buah manis setelah melewati sebuah proses. Semakin kuat akarnya, semakin kuat pula pohon itu tegak berdiri. Dalam pernikahan, akar diibaratkan sebuah komitmen yang ada pada suami dan istri. Komitmen untuk saling setia mengarungi bahtera rumahtangga, baik dalam suka maupun duka. (halaman : 17)

Buku Aku Mencintaimu karya Irhayati Harun mengupas serba-serbi cinta dalam biduk rumahtangga. Membahas pesta pernikahan, pedoman menikah, cara mencintai pasangan, sebuah harapan, kejenuhan dalam rumah tangga, perselisihan, hingga bulan madu abadi.

Begitu dilahirkan, wanita dan pria memang sudah berbeda. Tak hanya jenis kelamin, tapi juga pola pikir dan cara merespon masalah. Bahkan menurut penelitian, cara kerja otak dan struktur otaknya pun berbeda. Belum lagi gaya komunikasi, latar belakang keluarga, budaya, dan pola asuh sejak kecil. Ditambah tipe kepribadian, hobi atau kesukaan, juga isi kepala dan emosi yang berbeda. Tak jarang kita melihat suaminya seorang introvert dan pendiam, sementara istrinya ekstrovert dan banyak bicara. Ada juga yang suami/istri kaku, tapi pasangannya sebaliknya, hangat dan mudah mengekspresikan rasa cintanya. (halaman 74)

Menurut penelitian, lebih dari 50% masalah dalam pernikahan disebabkan oleh komunikasi yang buruk. Padahal, komunikasi mutlak diperlukan dalam sebuah hubungan. Komunikasi yang berkualitas adalah berdasarkan bahasa kalbu. Bahasa kalbu adalah bahasa yang lahir dari hati yang jernih dan penuh cinta untuk dapat memahami dan mengerti orang lain tanpa disertai kemarahan, tuduhan, kritik, dan prasangka. Karena tujuan komunikasi adalah agar pasangan kita menangkap pesan yang disampaikan tanpa adanya salah paham. Alangkah bahagianya bila setiap pasangan memiliki telinga yang siap mendengarkan, tangan yang penuh kelembutan, dan hati yang siap menampung impian pasangannya. (halaman 85)

Sampul Aku Mencintaimu @kautsar
Sampul Aku Mencintaimu @kautsar

Dalam buku ini, penulis mengisahkan pengalamannya menjenguk komedian nasional. Kisah cinta sepasang suami istri yang inspiratif dari komedian Pepeng. Seorang komedian yang tengah berbaring sakit tak berdaya. Telah cukup lama beliau hanya bisa beraktivitas di tempat tidur saja akibat penyakit multiple sklerosis (MS) yang dideritanya.

Multiple sklerosis menyebabkan gangguan pada otot, penglihatan, keseimbangan, perasaan, dan proses berpikir pada penderita. Sehingga, mustahil bagi Pepeng untuk bisa bepergian dan beraktivitas normal. Penulis berpikir, pastilah Pepeng tidak seceria dan bersemangat seperti saat dia membawakan kuis Jari-jari yang kocak. Namun, sampai di sana ternyata tak ada sedikit pun kesedihan di wajah Pepeng. Sebaliknya, Pepeng begitu bersemangat.

Pastilah ada pertanyaan, obat apa yang bisa membuat Pepeng tetap memiliki harapan untuk sembuh yang tinggi? Ketulusan cinta sang istrilah yang mampu memberikan semangat hidup yang luar biasa bagi Pepeng. Sang istri merawat dan mengobati Pepeng dengan telaten dan ikhlas. Tak terlihat sedikit pun beban di wajahnya atas cobaan hidup yang dia alami bersama suaminya. Ya, karena cintalah Pepeng mendapatkan kekuatan itu. Cinta selain memberi kekuatan, juga menjadi obat dari segala macam penyakit. (halaman 110)

Perjalanan rumah tangga tak selamanya indah. Kadang ada pasang surut cinta pada sepasang hati yang terikat dalam tali pernikahan. Dalam sebuah perselisihan antara suami dan istri, umumnya ego turut mengambil peran. Bahkan tak jarang terdengar ungkapan bahwa ego pria lebih besar daripada wanita. Pada kenyataannya tidak juga. Sebab semua berpulang pada individu masing-masing. Intinya, Anda akan bahagia bila berhasil membuang ego, bukan dengan menekannya. Karena ego yang selalu ditekan akan menjadi bom waktu bagi Anda. (halaman 130)

Sejatinya tidak semua konflik itu buruk. Bila dikelola dengan baik, maka dapat berdampak positif. Konflik akan berdampak positif bila suami atau istri bisa menjadikannya sebagai pembelajaran ke arah yang lebih baik. Demikianlah yang diungkapkan oleh Bapak Sanjaya, seorang psikolog sekaligus konselor pernikahan. (halaman 132)

Tak berbeda dengan pertengkaran rumah tangga, permasalahan selanjutnya, apabila ternyata pasangan jatuh cinta lagi. Menurut pakar neurobiologi, ketika seorang jatuh cinta, otak akan mengaktifkan pusat rasa senang. Otak akan melepaskan beberapa hormon, di antaranya hormon dopamin yang membuat seseorang terlihat lebih ceria, serta hormon serotonin yang menimbulkan perasaan senang dan suasana hati yang baik.

Jatuh cinta juga bisa membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati yang relatif cepat. Semula terlihat bahagia, lalu tiba-tiba saja berubah menjadi khawatir dan bingung tanpa alasan, susah tidur, serta jantung berdetak lebih cepat. Mereka yang sedang jatuh cinta mendadak bisa kehilangan nafsu makan dan seolah-olah punya dunia sendiri.

Apabila kejadian ini datang pada kita/pasangan, hal pertama yang harus dilakukan adalah introspeksi diri. Alasan apa yang begitu tega menduakan cinta tulus pasangan kita? Apakah kesalahan diri hingga akhirnya pasangan pindah ke lain hati? Mengingat ini adalah masalah yang serius, karena keutuhan rumah tangga yang menjadi taruhannya.

Usahakan kepala dan hati tetap dingin, karena amarah tidak menyelesaikan masalah. Meskipun ada sebagian yang memilih poligami dan tidak menceraikan pasangannya, tapi tetap saja; rasa sakitnya sama karena pasangan sudah merasa diduakan cintanya. (halaman 179)

Kemarahan pada pasangan akan berakhir tidak menyenangkan. Sebagai manusia biasa, pasangan pasti memiliki sikap yang tidak sempurna, kesalahan dan juga kekurangan. Sejatinya dengan memaafkan, hidup akan terasa lebih damai dan sehat. Seperti yang ditulis oleh Dr. Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, “Ketika kita menyembunyikan kebencian dan permusuhan di dalam hati terhadap musuh-musuh kita, sebenarnya kita memberi mereka kontrol terhadap makan, minum, tidur, kesehatan, kebahagiaan, dan bahkan tekanan darah kita. Kebencian kita terhadap mereka tidaklah melukai mereka sedikit pun, kecuali justru mengubah kehidupan kita menjadi neraka yang tidak tertanggungkan.” (halaman 195)

“Kita mendapatkan cinta bukan dengan cara menemukan seseorang yang sempurna, melainkan dengan memandang sempurna seseorang yang tidak sempurna.” (Sam Keen) [Ernawati/Bersamadakwah] Editor: Pirman Bahagia

Detail Buku :

Judul : Aku Mencintaimu “Muhasabah Cinta untuk Pernikahan Abadi”

Penulis : Irhayati Harun

Penerbit : Salsabila

Cetakan : September, 2014

Tebal : 208 Halaman

ISBN : 978-602-1695-15-9

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here