Home Pemuda Anak ITJ Ini Main Film Setelah “Lolos” dari Kecelakaan AirAsia

Anak ITJ Ini Main Film Setelah “Lolos” dari Kecelakaan AirAsia

4336
0
Zaky Ahmad Rivai

Zaky Ahmad Rivai punya pengalaman yang membuatnya benar-benar bersyukur karena “lolos” dari maut meski tak mengalami secara langsung peristiwa kecelakaan AirAsia akhir tahun lalu. Ia bersyukur karena ia juga menaiki pesawat yang sama di waktu yang berbeda. Ia naik pesawat seminggu sebelum kejadian naas tersebut.

“Ya Allah saya beruntung sekali. Kejadian itu tidak terjadi pada saya,” kenangnya.

Momen-momen yang membuat bersyukur dan telah diberi kesempatan hidup membuatnya makin produktif memanfaatkan kesempatan waktu yang diberikan Allah swt. Beberapa wujud syukur diantaranya makin produktif nulis. Setelah menyelesaikan “Jangan Berdakwah Nanti Masuk Surga”, ia menelurkan tulisan “Islam Nggak Liberal” di awal tahun ini.

Selain itu, pemuda yang pernah menjabat sebagai ‘orang penting’ di komunitas Indonesia Tanpa JIL (ITJ) ini juga bermain film “Tausiyah Cinta” garapan Humar Hadi dari Bedasinema.

Dalam film yang akan tayang September tahun ini, ia harus memerankan sosok Afian yang kalem, lugu, cerdas dan hafal Al-Qur’an 15 juz (sama seperti dirinya), yang jauh dari karakter dirinya.

“Orang mengenal saya itu pendiam. Namun kalau udah kenal, saya itu ternyata ceplas-ceplos,” kelakarnya saat ngobrol hangat denganĀ BersamaDakwah.net dijeda syuting di Indonesia Quran Foundation, Depok, Ahad (14/6).

Dari aktivis, nulis buku dan sekarang main film. Untuk poin yang terakhir, kira-kira film yang Islami itu seperti apa?

“Belakangan terlalu normatif ya saya lihat film Islami itu. Nggak ubahnya bank syariah yang sebenarnya sistemnya sama dengan bank konvensional saja, yang membedakan hanya istilahnya saja yang diubah dan pakai ‘Assalamualaikum’. Film Islami sendiri kini valuenya sangat kurang,” kata mahasiswa semester 6 jurusan Muamalat, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Jogjakarta ini, sambil menyebut film yang valuenya kuat itu “Mama Cake”.

“Di sana diajarkan tentang filosofi sholat yang nempel banget ke penonton,” pungkasnya. [@Paramuda/ BersamaDakwah]