Beranda Ilmu Islam Hadits Anjuran Bersedekah Sebelum Ditolak Manusia (Bagian 3)

Anjuran Bersedekah Sebelum Ditolak Manusia (Bagian 3)

0
Ilustrasi (luinonotizie)

Lanjutan dari Anjuran Bersedekah Sebelum Ditolak Manusia (Bagian 2)

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “yang mana seseorang berkeliling dengan membawa sedekah berupa emas.” Hadits ini mengandung peringatan terhadap harta selain emas. Sebab, apabila emas saja tidak diterima oleh seorang pun, maka bagaimana dengan selain emas?

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Seseorang berkeliling” menjelaskan bahwa seseorang berjalan dari satu orang ke orang lain sambil membawa sedekah, akan tetapi dia tidak mendapatkan siapa pun yang bersedia menerimanya.

Sehingga, dari hadits tersebut terdapat penegasan dan penjelasan tentang tidak diterimanya sedekah dalam tiga hal: pertama, seseorang menawarkan sedekah. Kedua, dia berkeliling membawanya. Ketiga, sedekah itu berupa emas.

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Dan terlihat satu orang lelaki diikuti oleh empat puluh wanita yang berlindung kepadanya, karena sedikitnya kaum lelaki dan banyaknya kaum wanita.

Maksud “berlindung kepadanya” adalah para wanita menginduk kepada laki-laki itu agar dia memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka dan membela mereka.

Seperti halnya sekelompok kabilah yang tersisa hanya satu lelaki saja sedangkan kaum wanitanya banyak, lalu mereka pun berlindung kepada lelaki tersebut agar dia membela mereka dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Tidak seorang pun bertindak senonoh kepada mereka karena keberadaannya.

Berkurangnya julah kaum lelaki dan banyaknya kaum wanita adalah peperangan yang terjadi di akhir zaman dan bencana yang datang silih berganti, sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “Dan pembunuhan merajalela.”

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, “dan sampai tanah Arab kembali menjadi padang rumput dan sungai-sungai.

Maksudnya –Wallahu Alam– bahwa orang-orang arab ketika itu meninggalkannya dan berpaling darinya, sehingga tanah itu dibiarkan sia-sia dan tidak ditanami dan airnya tidak dimanfaatkan.

Itu dikarenakan berkurangnya kaum lelaki, banyaknya terjadi peperangan, cobaan yang datang silih berganti, dekatnya hari kiamat, berkurangnya angan-angan, dan tidak ada waktu senggang dan perhatian untuk menggarap tanah tersebut.

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

 تَقِيءُ اْلأَرْضُ أَفْلاَذَ كَبِدِهَا أَمْثَالَ اْلأُسْطُوَانِ مِنْ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Bumi akan memuntahkan simpanan kekayaannya seperti tiang-tiang dari emas dan perak

Ibnu As-Sikkit Rahimahullah Taala berkata, “Kata أَفْلاَذ secara bahasa artinya potongan dari hati unta.” Yang lainnya berpendapat, “Itu adalah potongan dari daging.”

Dalam hadits ini terdapat penyerupaan dengan makna kata أَفْلاَذ tersebut secara bahasa, maka maksudnya adalah bumi itu mengeluarkan potongan-potongan yang terpendam di dalam perutnya. Kata اْلأُسْطُوَان adalah bentuk jamak dari اْلأُسْطُوَانَة, artinya tiang.

Dalam hadits ini emas dan perak diserupakan dengan tiang karena begitu besar dan banyak jumlahnya.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Aamiin.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.