Home Suplemen Resensi Arasy Cinta

Arasy Cinta

2255
0
Sampul Arasy Cinta@twitter

Cinta adalah perisai indah yang membuat makhluk memiliki hidup penuh rasa. Cinta yang mendalam kepada Sang Pencipta dan juga teladan umat, Rasulullah Saw; cinta sepanjang masa antara orangtua dan anak; cinta yang bergelora antara suami dan istri; cinta suci yang selalu meniupkan kebaikan pada ruh. Tetapi cinta juga bisa membuat celaka ketika menuju jalan yang tidak diridhai-Nya.

Buku “Arasy Cinta” karya @teladanrasul menjelaskan cinta yang universal. Menjaga cinta seutuhnya. Dalam buku ini dibahas mengenai rumah tangga impian, bidadari dunia, suami kaulah pemimpin, hak dan kewajiban suami-istri, seni komunikasi untuk suami dan istri, agar cinta selalu bersemi.

“Anta ma’a man ahbabta”, kau kelak akan bersama dengan orang yang kau cintai. Itulah sabda Rasulullah Saw ketika ada seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi mengenai hari Kiamat, sedang ia tidak memiliki persiapan untuk menyambut datangnya hari Kiamat. Ia hanya mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya. Dan, “Anta ma’a man ahbabta” adalah jawaban indah yang disampaikan oleh Nabi kepada penanya tersebut. (halaman 3)

Di dunia ini, cinta setiap pasangan yang mencintai akan dihalalkan melalui pernikahan. Pernikahan adalah suatu nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Lewat pernikahan, Allah memberi nikmat ketentraman hati, cinta, dan kasih sayang di antara suami dan istri. (halaman 12)

Suami-istri adalah pasangan. Bukan tanpa alasan Allah menganugerahkan kita pasangan. Ia ada untuk melengkapi diri kita. Begitu juga sebaliknya. Seorang suami bisa menjadi manusia terbaik berkat akhlaknya yang mulia kepada keluarganya. Sedangkan istri memperoleh keistimewaan masuk syurga dari pintu mana pun yang diinginkannya berkat ketaatannya kepada suami tercintanya. (halaman 25)

Menikah berarti menambah ikatan keluarga masing-masing pasangan. Orangtua pasangan adalah orangtua kita juga. Menjadi suami atau istri, kita mesti tetap ingat bahwa kita adalah anak yang wajib berbakti kepada orangtua. Dengan menikah, kita malah memiliki empat orangtua yang wajib kita muliakan. Jika keempatnya masih hidup, bersyukurlah. Allah telah menganugerahkan jalan surga kepada kita.

“Orangtua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kau ingin, maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (Hr. Tirmidzi dan Ibnu Majah). (halaman 27)

Menjaga orangtua dalam usia senja adalah kewajiban anak dengan merawatnya penuh cinta di rumah, bukan di tempat penitipan. Rumah yang penuh berkah adalah rumah yang diliputi kasih sayang, penjagaan, rasa cinta, dan kelembutan di antara para penghuninya. Dalam rumah seperti ini, orangtua menyayangi anak-anaknya, yang tua mengasihi yang muda. Sebaliknya, anak-anak berusaha memuliakan orangtuanya, yang muda menghormati yang tua. Di dalam rumah seperti ini, para penghuni saling asah, asih dan asuh. (halaman 33)

Apa pun perjalanan cinta dalam rumah tangga, hati harus selalu terpaut kepada-Nya. Sehingga kita bisa selalu menunaikan hak dan kewajiban sebagai pasangan kepada pasangannya, berbakti kepada orangtua, dan berbuat baik kepada tetangga. Sehingga langkah kita menjadi manusia yang penuh cinta membawa kedamaian di dunia dan bahagia sampai akhirat.

Arasy cinta bukan hanya menuturkan hidup penuh cinta kepada Sang Pencipta, tetapi juga kepada sesama. Belajar dari kehidupan keluarga Rasulullah Saw serta kisah-kisah islami yang menyentuh hati. Buku ini berguna bagi mereka yang sedang dalam masa penantian, sedang proses menuju pernikahan, suami-istri yang ingin pernikahannya diberkahi, dan bagi para remaja yang hendak melewati virus hati. [Ernawati/Bersamadakwah] Editor: Pirman Bahagia

Detail Buku:

Judul : Arasy Cinta

Penulis : @teladanrasul

Penerbit : Qultum media

Cetakan : 2, April 2015

Tebal :232 Halaman

ISBN : 979-017-309-1