Home Ilmu Islam Hadits Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu (2)

Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu (2)

564
0
Bunga (hdw)

Setelah menyebutkan hadits tentang anjuran berbuat baik, Prof. Dr. Falih memaparkan makna kalimat yang terkandung dalam hadits tersebut.

Makna Kalimat

Sebelum menjelaskan makna kalimat, kami akan menjelaskan terlebih dahulu tentang makna katanya.

ثِنْتَانِ : dua hal, yaitu membunuh dan menyembelih.

كَتَبَ : Mewajibkan. Sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah Ta’ala,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa. (QS. AlBaqarah: 183).

At-Thabari berkata, “Makna kataba adalah diwajibkan atas kalian berpuasa.” Selain itu maknanya adalah aujaba (mewajibkan), sebagaimana pendapat As-Sanadi dalam menjelaskan makna, إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ yaitu Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berlaku baik pada segala sesuatu.

Ath-Thayyibi berkata, “Allah sangat mewajibkan (mengharuskan) berbuat baik pada segala sesuatu. Karena perintah berbuat baik (ihsan) dalam hal ini sangat dianjurkan sekali.” Hal yang dimaksud dengan mewajibkan di sini adalah sebagai suatu bentuk sunnah yang sangat ditekankan.

Selain aujaba, maka makna lain dari kataba adalah amara (memerintahkan). Pengarang kitab AtTuhfah menjelaskan bahwa makna إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ adalah bahwa Allah memerintah kalian untuk berlaku baik kepada segala sesuatu.

الْإِحْسَانَ : Ada yang berpendapat bahwa maknanya ada dua: Pertama, memperbaiki dan menyempurnakan kebaikan. Kedua, memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain.

Asy-Syaukani berkata, “Ihsan secara bahasa bermakna mengamalkan sesuatu yang tidak diwajibkan seperti sedekah. Termasuk makna ihsan adalah melakukan sesuatu yang mengandung pahala namun tidak diwajibkan oleh Allah baik dalam bentuk ibadah maupun lainnya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjelaskan bahwa ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Namun, jika engkau tidak bisa melihatnya, maka yakinlah bahwa sesungguhnya Allah pasti melihatmu.

Disebutkan dalam hadits Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma dalam kitab Shahihaini, Jibril Alaihissalam bertanya kepada Rasulullah tentang makna Ihsan? Rasulullah menjawab, “Engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya sesungguhnya Allah melihatmu. Inilah makna ihsan secara syariat.

عَلَى كُلِّ شَيْءٍ : Huruf ‘ala yang terdapat dalam kalimat ini bermakna ila (kepada). Artinya Allah mewajibkan untuk berlaku baik kepada segala sesuatu. Atau bermakna ‘fii’ (dalam) yakni diperintahkan kepada kalian untuk berlaku baik dalam segala sesuatu.

Bisa juga bermakna ‘lii’ (bagi) yang berkaitan dengan makna ihsan.

الْقِتْلَةَ : yakni dengan men-kasrahkan huruf qaf. Demikianlah menurut Ibnu Al-Atsir. Maknanya adalah cara membunuh. Sedangkan jika di-fathahkan akan bermakna membunuh satu kali. Kata ini banyak terdapat dalam hadits dan maknanya adalah sebagimana yang telah dijelaskan oleh dua makna di atas, dan tentu saja berdasarkan pada konteks kalimatnya.

Adapun makna dari ihsan al qatli adalah memilih cara yang termudah untuk membunuh dan rasa sakitnya pun lebih minimal.

As-Sanadi mengatakan bahwa membunuh yang baik itu adalah dengan tidak menyalib atau berlebih-lebihan dalam memukul atau membunuh.

An-Nawawi menuturkan, “Sabda Nabi, ’Apabila kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik’ berlaku umum untuk semua sembelihan yang akan dibunuh, meng-qishash serta dalam menerapkan hudud.

الذَّبْحَة : sembelihan. Makna berbuat baik dalam sembelihan adalah menyembelih hewan dengan lembut dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar, seperti menariknya dengan kasar serta tidak boleh disembelih di hadapan hewan lainnya.

وَلْيُحِدَّ : dan hendaklah menajamkan.

Fairuz Abadi berkata, maksudnya adalah mengasah pisau dengan batu atau kikir sehingga menjadi tajam.

Ar-Razi mengatakan, “Maksudnya adalah menajamkan pisau sehingga dengan cepat dapat mudah menyembelih hewan.”

شَفْرَة : pisaunya. Maknanya adalah sejenis golok atau pisau yang besar. Sedangkan jamaknya adalah syifar.

فَلْيُرِحْ : hendaklah dia membuat nyaman. Kata ini berasal dari araaha yakni apabila membuatnya ketenangan.

Maksudnya adalah berilah ketenangan pada hewan sembelihan dengan cara menajamkan mata pisau serta dengan cara yang mudah dan cepat dalam proses menyembelihnya.

الذِّبْحُ : hewan yang disembelih.

Wallahu a’lam. [Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here