Home Ilmu Islam Hadits Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu

Berbuat Baik Kepada Segala Sesuatu

584
0
Bunga (hdw)

Sungguh, Agama Islam adalah agama damai dan rahmat bagi sekalian alam. Di antara bentuknya adalah menganjurkan kepada para pemeluknya untuk selalu berbuat baik (ihsan) kepada segala sesuatu. Banyak ayat dan hadits yang menerangkan hal tersebut. Prof. Dr. Falih bin Muhammad bin Falih Ash-Shughayyir menulis kitab khusus tentang ihsan itu. Mari kita simak satu persatu hadits yang beliau paparkan.

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ: ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ اللهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.” (رَوَاهُ مُسْلِم وَغَيْرهُ مِنْ أَصْحَاب السُنَن)

“Abu Bakar bin Abi Syaibah menyampaikan kepada kami, Ismail bin Ulayyah menyampaikan kepada kami dari Khalid Al-Hadzdza` dari Abi Qilabah dari Abi Al-Asy’ats dari Syaddad bin Aus, dia berkata,

“Dua hal yang selalu saya ingat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik kepada segala sesuatu; apabila kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik, apabila kalian menyembelih hewan, maka sembelihlah dengan cara terbaik, yaitu dengan menajamkan pisaunya dan tidak membuah sakit hewan sembelihan.” (HR. Muslim dan penulis kitab Sunan lainnya).

Takhrij Hadits 

  1. Imam Muslim dalam Shahih-nya: Kitab Ash-Shaid wadz-Dzaba`ih wamaa yu`kalu minal Hayawan. Bab: Al-Amru Bi`ihsaan adz-Dzabh. No. 1955.
  2. Abu Dawud dalam Sunan-nya: Kitab Adh-Dhahaya. Bab : Fii An-Nahyi An Tashbira al Bahaa`imi wa Arrifqi bi Adz-Dzabiihah. No. 2814.
  3. At Tirmidzi dalam Jami’-nya: Kitab Ad-Diyaat. Bab: Ma ja`a fii An-Nahyi ‘an Al Mutslah. No. 1409.
  4. An Nasa’i menyebutkan lima tempat dalam Sunan-nya, di antaranya Kitab Adh-Dhahaya. Bab: Al Amru bi Ihdaad asy-Syafrah.
  5. Ibnu Majah dalam Sunan-nya. Kitab Adh-Dhahaya, Bab: Idzaa Dzabahtum fa Ahsinuu adz-Dzabha. No. 3170.
  6. Ad-Darimi dalam Sunan-nya: Kitab Al-Adhaahi. Bab: Fii Husni Adzabiihah. No. 1970 dengan lafazh, “Liyarih dzabiihatahu.”
  7. Imam Ahmad dalam Musnad-nya terdapat dalam empat tempat.
  8. Ath-Thabrani meriwayatkan dalam kitab Al Mu’jam Al Ausath (2/383), No. 1667 yang menjadi penguat atas hadits ini.

Dari Syaddad Ibnu Aus, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mewajibkan untuk berlaku adil, apabila seseorang di antara kalian hendak menyembelih hewan; tajamkanlah pisaunya dan berilah kemudahan atas hewan sembelihannya.“ (HR. Ibnu Adi) (6/426)

Begitu juga dengan hadits Samurah bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ مُحْسِنٌ فَأَحْسِنُوْا، فَإِذاَ قَتَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيُكْرِمْ مَقْتُوْلَهُ، وَإِذَا ذَبَحَ فَلْيُحِدَّ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala bersifat baik; maka berlaku baiklah kalian. Apabila salah satu di antara kalian hendak membunuh (dengan alasan yang dibenarkan syariat), perlakukan dengan baik apa yang hendak dibunuhnya itu. Apabila hendak menyembelih hewan, maka tajamkan pisau dan berilah kemudahan atas hewan sembelihannya.”

Ibnu Rajab berkata, “Hadits ini ditakhrij oleh Imam Muslim dan bukan oleh Imam Bukhari dari riwayat Abu Qilabah, dari Abu Al-Asy’ats Ash-Shan’ani, dari Syaddad bin Aus. Bukhari tidak meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya hadits dari Abu Al-Asy’ats. Sedangkan Abi Al-Asy’ats adalah orang Syam lagi seorang yang tsiqah (tepercaya).

Adz-Dzahabi menyebutkan dalam kitab As-Siyar, “Imam Bukhari tidak men-takhrij hadits dari Abu Al-Asy’ats dan Abu Salam, karena keduanya tidak menegaskan adanya pertemuan dengan perawi ini. Sedangkan Imam Bukhari menjelaskan dalam kitab Shahih-nya bahwa dia tidak puas apabila para perawinya hanya menyebutkan bahwa mereka hidup sezaman dengan perawinya. [Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here