Home Tazkiyah Hikmah Buku Terjemahan Bahasa Arab Sulit Dipahami? Ini Sebabnya

Buku Terjemahan Bahasa Arab Sulit Dipahami? Ini Sebabnya

600
2
Seorang pria membaca buku (htbm)

Bagi Anda yang suka membaca buku-buku terjemahan bahasa Arab pasti pernah atau sering merasa kesulitan dalam memahami sejumlah teks. Apalagi, jika buku tersebut berkaitan dengan masalah hukum. Alih-alih mendapatkan informasi yang tepat, Anda malah tidak paham sama sekali apa yang dimaksud oleh penulis asli buku tersebut.

Kenapa bisa demikian? Berdasarkan pengalaman penulis, setidaknya ada dua faktor utama yang menyebabkan buku terjemahan sulit untuk dipahami.

1. Penerjemah tidak memahami teks Arab dengan baik

Seorang lulusan universitas berbahasa Arab, baik di negara-negara Timur Tengah ataupun di negara lainnya, tidak menjamin dia paham teks-teks Arab seratus persen, terutama kitab-kitab tafsir, hadits, dan syair-syair Arab. Alasannya, bahasa yang terdapat dalam literarur Arab berbeda dengan bahasa yang dituturkan sehari-hari.

Bisa jadi, kata yang sama lafalnya ketika diucapkan dalam pergaulan sehari-hari berbeda dengan yang terdapat dalam sebuah buku.

Terkadang, seorang penerjemah mengandalkan pemahaman pribadinya untuk memahami sebuah teks. Ini merupakan kesalahan fatal. Sebab, bisa saja dia menerjemahkan sebuah kata atau kalimat dengan terjemahan yang salah.

2. Penerjemah tidak menguasai bahasa Indonesia

Salah satu kekurangan penerjemah bahasa Arab adalah tidak menguasa bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bisa jadi dia paham dengan teks Arab namun terbentur dengan kemampuannya untuk mencari padanan kata yang sesuai dengan kata tersebut, sehingga hasil terjemahannya tidak bisa dipahami sama sekali.

Jika demikian, apa solusinya?

1. Untuk penerjemah, penulis sarankan agar lebih memahami teks arab dengan baik dan banyak membaca tulisan berbahasa Indonesia. Sehingga, ketika seseorang membaca hasil terjemahan Anda dia merasakan seolah-olah itu berasal dari penulis Indonesia bukan penulis Arab.

Di samping itu, jangan sungkan untuk merujuk ke kamus ketika menemui kata yang sukar untuk dipahami.

2. Untuk pembaca, penulis sarankan agar meneliti buku terjemahan sebelum dibeli. Pastikan buku yang Anda beli dari penerbit yang sudah terkenal dengan kapabelitas penerjemahnya, kualitas bukunya dan kredibilitasnya dalam dunia penerbitan. Setelah itu, Anda bisa mengecek siapa penerjemah dan editor buku tersebut.

Penerbit-penerbit besar biasanya sangat ketat menyeleksi naskah yang masuk, baik terjemahan maupun tulisan pribadi. Di samping itu, penerbit tersebut juga mempunyai editor andal yang bisa meminimalkan kesalahan.

Semoga tulisan sederhana ini bisa memberikan pencerahan bagi para pembaca sekalian terutama bagi penulis sendiri. Aamiin.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SHARE

2 KOMENTAR

  1. Saya suka membaca buku-buku terjemahan. Kadang memang sulit untuk mengerti maksudnya bukan karena masalah terjemahannya tetapi karena masalah “rasa bahasa” yang kurang pas dengan “rasa bahasa Indonesia”. Barang kali bisa diumpakan seperti makanan. Lidah orang Indonesia tidak seselera lidah Arab. Meskipun terjemahannya katakanlah betul, tetapi cara mengungkapkannya masih dengan selera Arab, akan sulit dimengerti. Ini terutama terjadi pada terjemah Al Qur’an. Untuk bisa mengerti satu ayat saja, saya kadang2 harus baca 2 atau 3 kali dan kadang2 masih tidak yakin apa sudah betul. Saya menyarankan kalau bisa disamping terjemahan kiranya perlu ada uraian tambahan dengan “rasa bahasa Indonesia” atau disadur dalam “rasa bahasa Indonesia”. Mungkin itu sangat sulit, tetapi bisa membantu mengerti orang yang awam seperti saya, Terjemahan dari Inggeris ke Indonesia saja tidak mudah karena strukturnya yang berbeda, Inggeris “aktive” sedangkan Indonesia “pasive”. Kalau dari bahasa Inggeris diterjemahkan ke bahasa Indonesa, lalu dikembalikan lagi ke bahasa Inggeris kemungkinan besar terjemahannya akan beda. Menurut pendapat saya yang penting adalah maknanya, jangan sampai berubah. Jadi penerjemah harus mengerti betul dua bahasa dan tentu saja beserta “rasa bahasanya” masing2.

  2. Tidak ada bahasa yang bisa mengartikan dan atau menterjemahkan al-quran atau hadist sebaik bahasa arab itu sendiri. Karena tata bahasa arab dan kosa katanya paling kompleks sulit untuk diterjemahkan sebaik bahasa arab itu sendiri. ( itu kata syeck Ali Jaber)

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here