Home Kisah-Sejarah Cerita di Balik Gorengan Bakwan pada Aksi Palestina

Cerita di Balik Gorengan Bakwan pada Aksi Palestina

1541
0
Para kader perempuan PKS Tanah Abang

Api itu terus berkobar. Dari sebuah kompor yang di atasnya terdapat panci penggorengan. Minyak goreng meletup-letup, bekerja untuk mematangkan adonan di dalamnya.

Tiga orang perempuan berjilbab lebar ada di depan penggorengan. Sekali waktu membolak-balik adonan. Di depannya beberapa orang mengular dalam antrean. Mereka adalah peserta Aksi Bela Palestina yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Aksi yang berlangsung di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Ahad (17/12/2017) itu diikuti oleh umat Islam, ormas dan juga para kader serta pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Bu Aci ini bakwan penuh berkah. Semua nungguin nih!” celoteh seorang ibu berusia setengah baya yang ikut dalam antrean.

Perempuan yang dipanggil Bu Aci itu menoleh. Melempar senyuman.

“Aci saja,” perempuan yang menggoreng itu tak mau disebut nama lengkapnya. “Aci. Aku cinta Islam,” selorohnya.

Aci menakar satu kilogram tepung terigu bisa menjadi 50 bakwan goreng. Sementara tepung terigunya sejumlah 12 kilogram. “Menjadi 600 bakwan lebih,” kata ibu Aci.

Belum lagi sayuran sebagai komposisi pembuatan bakwan seperti kol, daun bawang dan jagung yang menghabiskan sekitar 15 kilogram. Juga telor ayam. “Sekitar sekilo telornya,” kata ibu yang duduk di samping Bu Aci, bernama Lina yang tak lain adik kandungnya.

Sementara untuk minyak goreng, mereka membawa delapan liter. Minyak goreng yang digunakan bukan minyak goreng biasa, namun minyak goreng yang kerap bertengger di rak toserba modern.

“Ini minyak goreng yang terakhir,” ungkapnya seraya menunjuk penggorengan.

Pada saat ramai didatangi pengunjung, mendadak proses memasak bakwan mengalami kendala. Kompor mati. “Regulator rusak,” katanya. Namun hal tersebut tak menjadi kendala karena bisa segera diatasi.

Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tanah Abang Abdul Jalil mengatakan bahwa kader PKS Tenabang tak hanya menyediakan bakwan goreng gratis tapi juga kopi hitam dan teh manis. “Yang ngantre banyak sekali. Animo peserta sangat tinggi untuk mengambil kopi maupun bakwan,” katanya yang duduk di mobil ambulans bertuliskan PKS Tanah Abang. Mobil tersebut berhenti di samping tenda penggorengan. Di atas mobil tertulis “kopi gratis dan kopi gratis”.

Abdul Jalil hadir di Monas pada pagi buta, circa pukul 02.30 WIB. Bersama enam kader DPC Tanah Abang menggunakan mobil ambulans PKS. Sisanya rombongan menyusul menggunakan sepeda motor.

Mobil tak hanya memuat orang, tapi juga perlengkapan memasak seperti penggorengan, sodet, dua buah kompor, tiga kilogram liqud petroleum gas (LPG) sejumlah tiga kilogram dan perlengkapan masak lainnya.

Abdul mengaku senang bisa membantu peserta aksi peduli Palestina meski secara bantuan dinilainya tak seberapa. Seperti harapan dirinya terhadap Palestina. “Yang jelas Jerusalem adalah milik umat Islam. Trump tak bisa sembarangan klaim,” pungkasnya.

Kopi yang tersaji di muka tenda, kata Aci, habis sebanyak 1000 gelas. Para kader perempuan itu tak hanya kali ini saja memberikan pelayanan cuma-cuma kepada umat. Saat Aksi Damai 212 mereka juga hadir. “Kami bikin bakso ketika itu. Buat 300 orang,” katanya.

Ibu Aci dan temannya sangat senang bisa membantu sesama. “Apalagi kami bikin bakwannya dengan hati, pasti lebih enak he-he-he. Cobain deh!”

Para peserta Aksi Damai Palestina mendadak berebutan ketika gorengan diangkat. Mereka tampak menikmati kehangatan kudapan yang disajikan oleh kader PKS, di tengah rinai hujan. [@paramuda/BersamaDakwah]

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here