Home Tazkiyah Doa Doa Berbuka Puasa dan Keutamaannya

Doa Berbuka Puasa dan Keutamaannya

1248
0
doa berbuka puasa
ilustrasi doa berbuka puasa (hizb.org.uk)

Di antara hal-hal yang disunnahkan dalam puasa adalah membaca doa berbuka puasa. Selain berpahala, doa pada saat berbuka juga dijamin tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berikut ini doa berbuka puasa, ada tiga pilihan yang bisa dipilih salah satunya untuk dibaca pada saat berbuka puasa.

Doa Berbuka Puasa Paling Shahih

Doa ini dinilai paling baik derajat haditsnya sehingga disimpulkan bahwa doa inilah yang paling utama dibaca saat berbuka puasa.

Bacaan doanya adalah sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlah)

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Daruquthni, dihasankan Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Misykatul Mashabih dan Shahih Abi Dawud.

Syaikh Sayyid Sabiq menegaskan keshahihan doa ini dalam Fiqih Sunnah. Demikian pula Syaikh Yusuf Qardhawi. Dalam Fiqhush Shiyam, beliau mencantumkan doa ini sebagai doa yang shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. (Baca: Doa Buka Puasa yang Diajarkan Rasulullah)

Doa Lainnya

Selain doa di atas, juga populer doa lain untuk berbuka puasa, dengan lafal sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih, namun didhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Juga dicantumkan Syaikh Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah sebagai doa buka puasa juga, setelah doa pertama di atas.

Doa dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu

Doa gabungan ini dicantumkan Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan menyebutnya sebagai doa yang ma’tsur.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

(Allohumma innii laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu, dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlahu ta’ala. Yaa waa si-al fadhli ighfirlii, alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa-afthortu)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah. Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga ku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.”

Selain itu, juga dicantumkan doa berbuka puasa riwayat Daruquthni. Sehingga berbunyi:

للَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Allohumma laka shumnaa wa ‘alaa rizqika afthornaa fataqobbal minnaa innaka antas samii’ul ‘aliim)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu puasa kami dan dengan rezeki-Mu kami berbuka. Maka terimalah (puasa) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Keutamaan Doa Menjelang dan Saat Berbuka

Seperti disinggung di atas, saat-saat berbuka puasa adalah saat-saat mustajabah untuk berdoa. Doa pada saat itu tidak akan ditolak oleh Allah Subhanahau wa Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya do’a orang yang berpuasa ketika berbuka tidaklah tertolak.” (HR. Ibnu Majah; hasan)

Yang dimaksud dalam hadits ini adalah doa menjelang dan saat berbuka. Bagi orang yang berpuasa, sepanjang waktu puasa adalah waktu mustajab untuk berdoa. (Baca: 3 Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadhan)

Sebagaimana sabda Rasulullah:

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: (pertama) orang yang berpuasa sampai ia berbuka” (HR. Ahmad; shahih lighairihi)

Namun yang lebih mustajab lagi adalah menjelang berbuka puasa. Maka perbanyaklah doa-doa di saat itu. Doa apa saja, untuk kebaikan dunia dan akhirat. Sebagaimana nasehat Syaikh Yusuf Qardhawi dalam Fiqih Shiyam, selain doa dari Rasulullah, umat Islam juga diperbolehkan berdoa dengan doa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]