Home Tazkiyah Doa Doa Sahur, Bacaan Paling Utama di Waktu Sahur dan Niat Puasa

Doa Sahur, Bacaan Paling Utama di Waktu Sahur dan Niat Puasa

20133
0
doa sahur
ilustrasi makan sahur (newmuslimguide.com)

Bagaimana lafal doa sahur dan bacaan apa yang paling utama di waktu sahur? Berikut ini petunjuk Nabi dan penjelasan para ulama.

Doa Sahur

Dalam kitab-kitab hadits, tidak ada doa khusus ketika makan sahur. Pun dalam kitab-kitab fiqih terkemuka (Misalnya Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fiqih Empat Madzhab), hanya dicantumkan doa berbuka namun tidak dicantumkan doa sahur.

Dengan demikian, doa sebelum makan sahur sama dengan doa sebelum makan. Yakni:

بِسْمِ اللَّهِ

Bismillah

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah”

Membaca basmalah ini berdasarkan hadits shahih:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Dan jika ia lupa, hendaklah ia membaca ‘Bismilaahi awalahu wa aakhirahu’” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Sedangkan doa yang lebih populer namun dipersoalkan keshahihannya adalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka” (HR. Imam Malik dalam Al Muwatha’)

Sahur dan Niat Puasa

Jumhur ulama selain madzhab Syafi’i sepakat bahwa makan sahur sudah dianggap niat puasa, kecuali saat makan sahur berniat tidak puasa. Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, makan sahur tidak dianggap niat puasa kecuali jika makan sahurnya disertai niat puasa.

Niat puasa, menurut madzhab syafi’i disunnahkan dilafalkan sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhoona hadzihis sanati lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”

Sedangkan menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Selengkapnya, bisa dibaca Niat Puasa Ramadhan

Bacaan Paling Utama di Waktu Sahur

Waktu sahur merupakan salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan. Sebab sunnah waktu sahur sama dengan sepertiga malam terakhir.

Al Qur’an mengisyaratkan agar waktu sahur diisi dengan memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jadi bacaan paling utama di waktu sahur adalah istighfar. Doa yang paling utama di saat itu adalah doa memohon ampun kepada Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 17)

Ibnu Katsir menerangkan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan beristighfar di waktu sahur. Para sahabat seperti Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Mas’ud biasa memperbanyak istigfar di waktu sahur hingga waktu subuh tiba. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]