Home Suplemen Renungan Inilah Salah Satu Dosa Terbesar dan Kesalahan Terburuk Oknum Sufi

Inilah Salah Satu Dosa Terbesar dan Kesalahan Terburuk Oknum Sufi

6586
0
ilustrasi @okno.mk

Imam Ibnul Jauzi Rahimahullahu Ta’ala kembali mengingatkan kaum Muslimin agar tidak tertipu dan terpedaya dengan sebagian oknum sufi gadungan. Beliau bahkan menyebutkan beberapa hal yang termasuk dalam dosa besar oknum yang mengaku sufi dan termasuk kesalahan terburuk yang mereka kerjakan.

Bagaimanakah bentuknya?

Ada oknum yang pernah meriwayatkan kalimat, “Suatu hari, jiwaku kacau. Maka aku langsung bersumpah untuk tidak minum air putih selama satu tahun penuh!”

Kalimat ini jelas keliru. Muatannya tidak benar. Imam Ibnul Jauzi mengomentarinya dengan mengatakan, “Jika kalimat itu memang pernah dikatakan oleh seorang yang mengaku sufi, maka kalimat itu merupakan kesalahan fatal dan kekeliruan yang besar. Sebab air putih berfungsi melancarkan masuknya makanan ke dalam tubuh dan dia (fungsi air putih itu) tidak dapat digantikan oleh apa pun.”

“Aku berbekal ke negeri Makkah dengan  tawakkal dan tak memakai alas kaki. Tiba-tiba, sebuah duri menusuk kakiku dan aku menggaruk-garukkannya ke tanah tanpa mengangkatnya ke atas sedikit pun. Aku memakai pakaian yang terbuat dari bulu dan jika mataku terasa pedih, aku menggosok-gosoknya dengan pakaian bulu itu hingga mataku menjadi buta!”

Kisah-kisah sejenis ini sangat banyak jumlahnya dan beredar di kalangan kaum Muslimin. Hendaknya kita bersikap pertengahan dengan tetap mengandalkan logika, kemudian membandingkannya dengan apa yang dialami oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang diridhai.

“Para pendongeng menyebutkannya sebagai karamah dan membesar-besarkannya di hadapan orang awam, hingga mereka beranggapan bahwa pemiliknya (orang yang diceritakan) memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu ‘anhuma.” tutur Imam Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir.

“Demi Allah,” pungkas sang Imam, “tindakan di atas adalah salah satu dosa terbesar dan kesalahan terburuk, karena Allah Ta’ala berfirman, ‘Dan janganlah kamu membunuh dirimu.’ (Qs. an-Nisa’ [4]: 29), dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda, ‘Dirimu memiliki hak yang harus kamu tunaikan.’

Mari menempuh jalan tasawuf yang disunnahkan. Cermati setiap guru yang Anda jadikan sebagai mursyid. Menghormati guru itu wajib, tapi guru juga manusia biasa yang memungkinkan digoda oleh setan hingga melakukan kesalahan di dalam hidupnya.

Jika ada ustadz, kiyai, atau siapa pun yang pernah mengisahkan cerita ini dan menganjurkannya kepada Anda, waspadalah. Jangan mudah mengikuti dan mengamalkan anjurannya.

Wallahu a’lam. [Pirman/Bersamadakwah]