Home Tazkiyah Adab Hadits dan Atsar yang Memperingatkan Praktik Keji Homoseksual (Bagian 3)

Hadits dan Atsar yang Memperingatkan Praktik Keji Homoseksual (Bagian 3)

847
0
Ilustrasi (news)

Lanjutan dari Hadits dan Atsar yang Memperingatkan Praktik Keji Homoseksual (Bagian 2)

7. Mujahid Radhiyallahu Anhu berkata,

“Seandainya orang yang melakukan perbuatan kaum Luth itu mandi menggunakan setiap tetes air di bumi, dan juga setiap tetes air dari langit, hal itu belum bisa menghilangkan najisnya.”

8. Al-Hasan bin Dzakwan menuturkan,

“Janganlah kamu suka berkumpul dengan anak-anak orang kaya, karena mereka memiliki postur tubuh seperti postur tubuh perawan, dan mereka lebih bisa mendatangkan fitnah daripada wanita.”

9. Suatu hari Sufyan Ats-Tsauri memasuki sebuah tempat pemandian. Tidak lama kemudian menyusul seorang anak laki-laki yang berwajah rupawan. Maka sufyan berkata,

“Jauhkanlah anak itu dariku, karena aku melihat ada satu setan bersama setiap wanita, tetapi aku melihat belasan setan pada setiap anak laki-laki yang rupawan seperti itu.”

10. Diriwayatkan dalam sebuah atsar, “Bahwa apabila ada seorang lelaki menindih lelaki, maka Arsy Allah Yang Maha Rahman bergoncang keras karena takut murka Allah Ta’ala. Langit pun nyaris runtuh ke bumi.

Kalau saja ujung-ujungnya tidak dipegangi oleh para malaikat sambil mereka membaca surat Al-Ikhlas, sungguh langit benar-benar runtuh, sampai murka Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung reda.”

11. Abdullah bin Al-Mubarak berpendapat bahwa boleh membunuh orang yang memaksa anak laki-laki sebagai objek untuk melakukan kejahatan homoseksual, kalau itu memang satu-satunya cara untuk menyelamatkannya.

Setelah membaca hadits dan atsar ini, maka seharusnya setiap muslim berusaha menjauhkan dirinya dan keluarganya dari perilaku menyimpang ini.

Para orang tua sudah seharusnya memantau anak-anak mereka, baik ketika berada di rumah terlebih lagi di sekolah.

Kecanggihan teknologi yang tidak difilter dengan filter iman, maka itu merupakan salah satu penyebab anak akan menyimpang dari ajaran Islam yang benar.

Pendidikan agama harus ditanamkan kepada anak-anak semenjak dini. Sebab, zaman ini adalah zaman yang penuh fitnah, tidak ada yang selamat darinya selain orang yang benar-benar memegang teguh ajaran agama.

Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa taat kepada-Nya dan menjauhi semua laragan-Nya, mengikuti Rasul-Nya dan memusuhi setan yang merupakan musuh-Nya. Amiin.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SHARE