Home Ilmu Islam Hadits Indonesia Akan Benar-benar Hancur Jika Selisihi Hadits Ini Terus-terusan

Indonesia Akan Benar-benar Hancur Jika Selisihi Hadits Ini Terus-terusan

7181
0
ilustrasi @awarenessact.com

Seorang wanita dari Bani Makhzum tertangkap basah. Ia melakukan pencurian. Setelah diteliti kasusnya dengan sangat cermat, ia terbukti bersalah. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam menetapkan hukuman kepadanya.

Tak lama setelah keputusan itu terbit, beberapa orang bercakap-cakap. “Siapakah sosok yang mampu memengaruhi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam agar meringankan hukumannya?”

Mereka terdiam, lalu muncullah satu nama. “Usamah bin Zaid.” tutur salah satu di antara mereka.

Usamah bin Zaid merupakan anak angkat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Orang-orang Arab juga menjulukinya sebagai anak kesayangan Nabi. Menurut mereka, “Tidak ada orang yang berani menghadap Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam untuk urusan sebesar ini, kecuali ‘anak’ kesayangannya.”

Usamah menghadap. Ia menyampaikan misi yang dititipkan oleh kaumnya. Ternyata, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam marah besar. Beliau menolak permintaan keringanan hukum untuk wanita yang melakukan pencurian.

“Apakah engkau memohon keringan hukuman hudud yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala?!”

Beliau berdiri sembari berkata lantang dan tegas, “Sungguh umat sebelum kalian hancur karena mereka tidak memberikan hukuman kepada orang terpandang yang melakukan pencurian, tapi menimpakan hukuman yang berat ketika yang mencuri berasal dari orang biasa-biasa saja. Demi Allah, seandainya yang mencuri adalah Fathimah binti Muhammad, maka pastilah aku yang akan memotong tangannya.”

***

Kawan, hadits ini derajatnya muttafaq ‘alaih. Terkonfrmasi dan dishahihkan oleh banyak imam ahli hadits yang terpercaya. Muatannya tidak diragukan. Benar-benar kalimat yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam.

Kini, ancaman dalam hadits ini terjadi di negeri kita. Andai tidak lekas dipotong mata rantainya, kehancuran negeri tercinta bernama Indonesia Raya bukanlah isapan jempol belaka. Lihatlah, kerusakan semakin merajalela. Kehancuran di berbagai bidang makin nyata kita rasakan.

Semua itu terjadi karena orang-orang yang memiliki harta dimuliakan, meski mereka melakukan korupsi, mencuri uang rakyat dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka tidak dihukum. Hukum tidak mampu menyentuhnya, sebab mereka mampu membeli penegak hukum.

Sebaliknya, saat ada orang dari lapisan bawah melakukan pencurian, ia diukum sangat berat. Bahkan satu ekor ayam bisa berujung nyawa. Bahkan seorang ibu yang mengambil harta anaknya bisa dijebloskan ke dalam penjara atau dituntut denda miliaran rupiah.

Ya Allah, selamatkan negeri Indonesia tercinta dari kehancuran. Berikan kami pemimpin dan penegak hukum yang hanya takut kepada-Mu. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Pirman/Bersamadakwah]