Home Kisah-Sejarah Kisah Nyata Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya (Bagian 3)

Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya (Bagian 3)

1401
0
Shalat berjamaah (theepochtimes)

Lanjutan dari Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya (Bagian 2)

Akan tetapi, akhirnya kami sampai juga ke masjid yang dimaksud.

Dengan perasaan takut-takut dan suasana gelap, kami memasuki masjid itu, sementara aku menyeka air mataku dan memegangi kedua tangan anakku yang hatinya belum juga reda dari kesedihannya.

Dia mengecamku keras-keras, “Kenapa tidak ada yang menjamu kita?”

Kami berjalan ke tengah masjid sambil berkata kepada anakku, “Kita akan mendapat rezeki, anakku.”

Sesampainya kami di sana, aku merasakan adanya suara seseorang yang tengah melakukan amalan-amalan sunnah dalam masjid, tiba-tiba dia bertanya, “Siapa yang masuk?”

Aku jawab, “Orang terlantar, kelaparan, yang selalu dirundung derita.”

“Ahlan wa sahlan,” katanya, selamat datang tamuku, silakan.”

Selanjutnya, dia pun mendekat kepadaku, sementara aku menggerakkan kedua tanganku ke kanan dan ke kiri, mencari tangannya dalam gelap untuk menjabatnya. Aku berhasil menjabat tangannya, kemudian dia pun mengambil tanganku dan kami keluar bersama.

Orang itu mengajak kami ke rumahnya, lalu kami berbincang-bincang.

Selanjutnya, dia menghidangkan untuk kami sebuah bejana berisi kurma. Mulailah kami makan dengan lahap dan kali ini aku mendoakan yang baik-baik dan semoga mendapat taufik untuk muadzin yang telah mengusir kami dari masjid tadi.

Tuan rumah bertanya, “Siapa yang kamu maksud dengan doamu yang diberkati itu?”

Aku jawab,

“Muadzin di masjid yang terletak di utara itu. Dia telah memaksa kami keluar dari masjid dan tidak mau menjamu kami, tetapi dia mengatakan, pergilah ke masjid yang tidak pernah ditutup pintu-pintunya, yakni masjid Anda ini.

Semula aku menyumpahi semoga segera mendapat hukuman, dan berkali-kali mendoakan keburukan untuknya, hingga sampailah kami ke masjid Anda.

Sekarang aku mendoakan dia agar mendapat taufik dan balasan yang baik dari Allah. Karena, semula aku memang tidak suka dia keluarkan aku dalam kegelapan di malam yang dingin seperti ini.

Akan tetapi semua ada hikmahnya seperti yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa`: 19).

Sungguh, kalau bukan tidak diusir oleh muadzin tadi, mungkin kami tidak akan mendapatkan jamuan dari Anda.

Alhamdulillah ‘Ala kulli hal, bagi Allah-lah segala puji dalam keadaan apa pun.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here