Home Kisah-Sejarah Kisah Nyata Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya

Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya

1674
0
ilustrasi (wikimedia)

Banyak cerita hikmah yang kita dengar dari pengalaman seseorang tentang musafir yang kehabisan bekal sebelum sampai ke tujuannya yang akhirnya bermalam di masjid.

Salah satunya adalah kisah yang disebutkan oleh Sulaiman bin Muhammad bin Abdullah Al-Utsaim dalam bukunya berjudul Salwa Hazin. Mari kita simak kisah seseorang yang hendak mencari pekerjaan ke ibukota.

******

Pada akhir tahun 40-an, kami ditimpa bencana kelaparan yang melanda di seluruh negeri dan menewaskan beberapa orang.

Pada waktu itu, aku mempunyai sebidang ladang kecil di Syumasiyah dan memiliki enam orang anak perempuan dan seorang anak lelaki, yang umurnya mendekati 9 tahun.

Ketika keadaan terasa sangat berat bagi kami, aku mengatakan kepada istriku, “Barangkali aku harus pergi ke Riyadh, mencari pekerjaan, dan kamu bersama anak-anak yang bekerja di ladang. Aku akan mengirim uang untuk kalian bila Allah telah memberi petunjuk-Nya.”

“Tidak apa-apa,” jawab istriku, “Akan tetapi, bawalah serta anak kita yang lelaki itu.”

Aku katakan, “Dia masih kecil dan aku akan menempuh perjalanan dengan jalan kaki, sedangkan perjalanan sangat mengkhawatirkan.”

Akan tetapi, istriku mendesak. Oleh karena itu, tak ada yang bisa aku lakukan selain menyetujui usulan tersebut. Kemudian berjalanlah kami atas berkah Allah. Kami tidak membawa apa-apa selain kantong air dan keranjang berisi sedikit kurma.

Setelah tiga hari dalam perjalanan, habislah bekal yang kami bawa, maka kami meneruskan perjalanan satu setengah hari lagi dalam keadaan kelaparan. Anakku menangis keras. Aku menyabarkannya dan memberinya janji-janji.

Di depan kami terlihat ada sebuah desa. Kami bisa melihat bukit-bukitnya. Desa itu adalah satu desa yang termasuk wilayah Sadir. Aku berkata kepada anakku,

“Kita akan tiba di desa ini. Penduduk desa itu akan menjamu kita.”

Anakku itu terkadang menangis dan terkadang mengancam akan pulang kepada ibunya, tetapi itu tidak mungkin.

Demikianlah keadaanku dengan anakku, hingga akhirnya kami sampai ke desa tersebut menjelang terbenam matahari.

Kami langsung menuju sebuah masjid yang baru saja dibangun. Kami berwudhu dan minum dari sumur di masjid itu, kemudian kami masuk sambil menjanjikan bahwa sesudah shalat nanti akan ada yang mengajak kami bertamu.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Ingin Bermalam di Masjid Malah Diusir, Ternyata Ini Hikmahnya (Bagian 2)

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here