Home Ilmu Islam Fiqih Inilah 10 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Hari Raya Idul Adha

Inilah 10 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Hari Raya Idul Adha

4290
0
Shalat hari raya (riau)

Wahai saudara-saudara sekalian, marilah bersama-sama memuji Allah Ta’ala yang telah menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat bertemu dengan hari yang agung ini.

Sungguh, Allah Ta’ala memanjangkan umur kita sehingga dapat mengikut pergantian hari dan bulan, yang mana di dalamnya tersedia bermacam amal, perkataan, dan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah Ta’ala.

Hari raya Idhul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah pada setiap tahunnya, merupakan salah satu keistimewaan yang dimiliki umat ini, dan merupakan syiar Islam yang harus kita hormati dan agungkan.

Firman Allah Ta’ala,

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj: 32)

Berikut ini ringkasan beberapa adab dan hukum yang berkenaan dengan hari raya Idul Adha yang akan kita jelang bersama:

Pertama: segera mengerjakan shalat Idul Adha. Firman Allah Ta’ala,

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ

Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.(QS. Al-Baqarah: 148)

Hari raya merupakan bentuk kebaikan dan pendekatan diri kepada Allah yang lebih utama.

Al-Bukhari Rahimahullah dalam Bab At-Tabkir Ila Al-Id (bab bersegera menuju tempat shalat Id), menyebutkan hadits yang diriwayatkan dari Al-Bara’ Radhiyallahu Anhu, ia berkata,

“Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menyampaikan khutbah kepada kami pada hari raya qurban, yang mana beliau mengatakan,

إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ

 “Sesungguhnya yang pertama kali kita kerjakan pada hari kita ini adalah kita melaksanakan shalat.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam kitab Fath Al-Bari dijelaskan,

“Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam di atas, menunjukkan bahwa tidak sepantasnya pada hari raya ini seseorang sibuk dengan sesuatu, selain mempersiapkan diri untuk keluar rumah guna menunaikan shalat sunnah berjamaah.

Hal ini mengharuskan ia tidak melakukan apa-apa, selain persiapan untuk melakukan shalat, sehingga seharusnya ia lebih awal dalam melaksanakan shalat.”

Kedua: mengumandangkan takbir.

Disyariatkan mengumandangkan takbir yang dimulai semenjak subuh pada hari Arafah sampai akhir terakhir dari hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Inilah 10 Hal yang Harus Diperhatikan Terkait Hari Raya Idul Adha (Bagian 2)

Komentar