Home Ilmu Islam Inilah 7 Langkah Jitu Terapkan Amar Makruf Nahi Munkar (Bagian 2)

Inilah 7 Langkah Jitu Terapkan Amar Makruf Nahi Munkar (Bagian 2)

149
0
Seorang dai berceramah di hadapan hadirin (radiosawa)

Lanjutan dari Inilah 7 Langkah Jitu Terapkan Amar Makruf Nahi Munkar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata,

“Barang siapa yang hatinya tidak marah terhadap kemungkaran yang diharamkan oleh Allah Ta’ala dan rasul-Nya, seperti kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan, maka dalam hatinya hanya ada sedikit keimanan kepada Allah Ta’ala.

Namun, jika hatinya tidak ingkar terhadap kemungkaran sama sekali, maka berarti dalam hatinya tidak ada keimanan sedikit pun.”

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah pernah menuturkan,

“Saudara-saudara sekalian, takutlah kepada Allah Ta’ala, berpegang teguhlah kalian semua kepada pokok agama kalian, yaitu kalimat thayyibah لا إله إلا الله (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Ta’ala).

Galilah makna dan konsekuensinya, cintai orang-orang yang meyakininya, jadikanlah mereka semua sebagai saudara, meskipun mereka jauh dari kalian.

Tinggalkanlah semua berhala (thaghut), menjauhlah darinya dan musuhilah para pemeluknya atau bantahlah keyakinan mereka.

Barangsiapa yang tidak mengingkari berhala-berhala itu, atau berkata, “Itu bukan tanggung jawab saya” atau “Allah Ta’ala tidak membebaniku dengan hal itu”, maka dia telah berdusta dan berbohong terhadap Allah Ta’ala.

Sebab, sesungguhnya Allah Ta’ala membebaninya dan mewajibkan kepadanya untuk mengingkari berhala dan memusuhi pemeluknya, meskipun mereka itu adalah saudara ataupun anaknya sendiri.”

Wahai saudaraku!

Masyarakat kita telah lalai terhadap kewajiban amar makruf dan nahi munkar. Bahkan sebagian berpikiran, bahwa amar makruf dan nahi munkar adalah mencampuri urusan orang lain dan merampas hak asasinya.

Sesungguhnya pikiran seperti ini timbul dari kesalahpahaman, dan kurangnya pemahaman terhadap prinsip amar makruf dan nahi munkar itu sendiri.

Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Radhiyallahu Anhu berkata,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَقْرَءُوْنَ هَذِهِ الْآيَةَ: { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ}، وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا ظَالِمًا فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعِقَابٍ مِنْهُ

“Wahai kaum Muslimin, saya yakin kalian telah membaca firman Allah Ta’ala,

Wahai orang-orang yang beriman! Jagalah dirimu; (karena) orang yang sesat itu tidak akan membahayakanmu apabila kamu telah mendapat petunjuk.’ (QS. Al-Ma`idah: 105), dan saya mendengar bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Sesungguhnya jika masyarakat mengetahui orang yang zhalim, lalu mereka tidak mencegahnya dengan tangannya, maka tidak lama lagi Allah Ta’ala menurunkan siksa-Nya kepada mereka semua.’ (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Inilah 7 Langkah Jitu Terapkan Amar Makruf Nahi Munkar (Bagian 3)