Beranda Kisah-Sejarah Sirah Nabawiyah Inilah Contoh Kasus Tindakan Rasulullah SAW yang Tidak Harus Diikuti

Inilah Contoh Kasus Tindakan Rasulullah SAW yang Tidak Harus Diikuti

7
Illustration by Christopher Burns on Unsplash

Nabi Muhammad Saw. adalah nabi terakhir. Putra dari Abdullah dan Aminah itu adalah suri tauladan sepanjang masa. Akhlaknya sungguh mulia. Namun begitu, ada hal yang tidak harus kita ikuti.

Hadits yang menceritakan kisah Rasulullah Saw. dengan Habab ibn Mundzir berkenaan dengan tempat siaga pasukan Muslim (hadits ini berstatus sahih), jelas menunjukkan bahwa tindakan Rasulullah Saw. tidak selalu menjadi bagian dari ketetapan syariat.

Dalam banyak kesempatan, tindakan Rasulullah Saw. justru menggambarkan beliau sebagai manusia biasa, baik dalam berpikir dan berpendapat. Dalam tindakan semacam itu, kita semua tidal: diwajibkan mengikuti beliau.

Sebagai contoh kasus, ketetapan Rasulullah Saw. untuk menempatkan pasukan sebelum perang Badar dimulai. Kita dapat melihat betapa Habab berani mengajukan saran kepada Rasulullah Saw. untuk mengubah keputusan beliau. Ternyata, Rasulullah Saw. pun mengiyakan. Hal itu dilakukan Habab setelah ia memastikan bahwa penempatan pasukan di tempat yang saat itu dipilih Rasulullah Saw. memang tidak berdasarkan wahyu dari hadirat Allah Swt.

Selain itu, kita juga dapat menemukan sekian banyak tindakan Rasulullah yang sebenarnya termasuk ranah politik dan hukum. Maksudnya, semata-mata dilakukan Rasulullah Saw. sebagai seorang pemimpin dan kepala negara, bukan sebagai seorang utusan Tuhan yang harus menyampaikan apa yang beliau terima dari Allah Swt.

Sebenarnya, sangat banyak contoh mengenai hal ini, khususnya yang berkaitan dengan keputusan dan manuver militer Rasulullah Saw. Para ahli fikih telah membahas semua itu secara panjang lebar.

Wallahua’lam. [@paramuda/BersamaDakwah]

 

7 KOMENTAR

  1. jangan buat status yg anda tidak tau ilmunya…masih banyak ranah ilmu yg harus dibahas…ini menunjukkan akhlakmu pada Rasulullah hanya sebatas dibibir saja…bertobatlah

  2. Belajarlah pada yang tahu, niscaya engkau akan tahu.
    Dab jangan belajar pada yang tak tahu, niscaya akan tersesat langkah kehidupan.
    Aku percaya engkau orang yang baik, hanya saja kurang pengetahuanmu.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.