Home Tazkiyah Dzikir Inilah Keutamaan Majelis Dzikir yang Harus Diketahui

Inilah Keutamaan Majelis Dzikir yang Harus Diketahui

1726
1
Majelis dzikir (republika)

Di antara amalan yang mudah untuk dilakukan adalah berdzikir kepada Allah Ta’ala. Banyak ayat dan hadits yang menerangkan hal itu, baik dzikir secara sendirian maupun berkelompok. Mari kita simak dalil-dalilnya berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ

“Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka” (QS. Al-Kahfi: 28)

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لاَ يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum duduk berdzikir kepada Allah Ta’ala kecuali para Malaikat mengelilingi mereka, rahmat meliputi mereka, ketenangan turun kepada mereka, Allah menyebut mereka dihadapan siapa yang berada disisi-Nya.”(HR. Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Waqid Al-Harits bin `Auf Radhiyallahu Anhu, dia berkata,

“Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk dalam masjid, dan para shahabat duduk bersamanya. Pada saat itu terdapat tiga orang, dua orang di antaranya menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan satu orang pergi dari sana.”

Abu Waqid berkata, “Kedua orang ini berdiri menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, salah satu dari mereka berdua melihat ada tempat duduk kosong dalam halaqah (tempat duduk) kemudian duduk di sana, dan yang satu lagi duduk di belakang orang-orang tersebut, dan orang yang ketiga tadi pergi.

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai beliau bersabda,

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ عَنْ النَّفَرِ الثَّلاثَةِ؟ أَمَّا أَحَدُهُمْ فَأَوَى إِلَى اللهِ فَآوَاهُ اللهُ، وَأَمَّا اْلآخَرُ فَاسْتَحْيَا فَاسْتَحْيَا اللهُ مِنْهُ، وَأَمَّا اْلآخَرُ فَأَعْرَضَ فَأَعْرَضَ اللهُ عَنْهُ

“Maukah kalian aku beritakan siapa tiga orang tadi? Adapun yang satu orang itu dia datang kepada Allah maka Allah melindunginya, dan yang lain merasa malu kepada Allah maka Allah malu padanya, ada pun yang berpaling maka Allah juga berpaling darinya”(Muttafaq Alaih)

Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam bukunya Al-Wabil Ash-Shayyib mengatakan,

“Sesungguhnya majelis-majelis zikir adalah majelisnya para malaikat, adapun majelis yang berbicara masalah dunia di dalamnya bukanlah majelis mereka kecuali disebutkan nama Allah Ta’ala di dalamnya. Sebuah hadits diriwayatkan oleh Abu Sa`id Al-Khudri, ia berkata,

“Mu’awiyah keluar menemui sebuah halaqah (perkumpulan) dalam masjid dan berkata, “Apa yang membuat kalian duduk di sini?”

Orang-orang menjawab, “Kami duduk di sini untuk berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Mua’wiyah berkata, “Demi Allah? Apakah kalian duduk di sini hanya untuk itu?”

Mereka menjawab, “ Demi Allah, kami duduk di sini hanya untuk itu.”

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Bersambung ke Inilah Keutamaan Majelis Dzikir yang Harus Diketahui (Bagian 2)