Home Tazkiyah Akhlak Kian Dewasa Makin Mesra

Kian Dewasa Makin Mesra

1
Doa ibu (independent.ie)

“Ibu, aku telah dewasa. Aku ingin sesuatu yang lebih dari saat ini. Aku mampu bertanggung jawab pada diri sendiri. Aku akan menempuh jalan yang meski kulewati dengan lurus.” kata seorang anak pada ibunya.

“Baik, Nak. Kamu telah dewasa. Ibu telah mendidik dan membimbingmu hingga sebesar ini. Oleh karena itu, jagalah dirimu dari jilatan api neraka, meskipun itu sangat menggodamu.” nasihat sang ibu.

Kita sadar, sedari kecil, Allah Swt telah menjadikan orang tua sebagai anugerah terindah untuk kita. Bagaimana tidak, lihatlah, orang tua telah melewatkan masa-masa indahnya demi kita. Mereka memiliki peran penting dalam proses kehidupan kita. Mulai proses kelahiran hingga pengasuhan yang purna, sehingga kita hidup bergelimang rasa kasih sayang. Bagaimana pula seorang ibu mesti berjuang untuk mengeluarkan kita ke dunia yang fana ini dengan rasa tulus dan berharap kita menjadi anak yang dapat berbakti kepada mereka.

Perjuangan orang tua sangat besar. Masih terbayang di pelupuk mata, bagaimana gambaran repot dan beratnya seorang ibu yang mengandung janin selama sembilan bulan. Kemudian menyapih dan merawatnya hingga sedewasa ini. Bagaimana seorang ayah banting tulang pagi hingga malam untuk membiayai operasi kelahiran dan membeli perlengkapan pascakelahiran. Proses-prosesnya begitu berat dan penuh pengorbanan. Maka sebagai seorang anak, hendaklah mengungkap rasa cinta kita dengan berbuat baik kepada mereka dengan tidak menghardiknya atau mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti hatinya.

Masa-masa Indah dalam Buaian

Kita masih ingat, dulunya adalah sesosok bayi merah yang tak berdaya dan hanya dapat menyusahkan orang tua dengan tangisan dan kerewelan. Bahkan, dengan tangisan keras dapat membuat ibu dan bapak kita berjaga semalaman suntuk untuk memberikan ketenangan. Mungkin, saat itu tangisan menjadi senjata ampuh untuk meluluhkan hati orang tua. Tangisan tersebut juga menjadi bait-bait manja yang diteriakkan, supaya mendapat perhatian dari orang tua.

Karena kasih sayang seorang ibu merupakan piranti perhatian pada buah hatinya, dengan segenap hati mereka menyayangi kita apa adanya. Kasih sayang kepada anak merupakan anugerah besar yang diberikan Allah Swt kepada setiap hamba-Nya. Begitulah kesusahan demi kesulitan yang telah dilalui orang tua dengan tegar tanpa kehilangan asa dan kesabaran dalam merawat dan membesarkan kita. Hingga kita mampu berdiri berpijak di bumi yang tak abadi ini dan bersikap mandiri.

Semakin Dewasa Tak Lupa pada Orang Tua

Kini, kita telah beranjak remaja dan meningkat menjadi dewasa. Kedewasaan ini tak lepas dari andil dan perjuangan besar orang tua. Kita masih ingat, bagaimana mereka mencurahkan kasih sayang saat melakukan penjagaan saat kita sedang bermain, merawat kita hingga dewasa tanpa pamrih, dan mengorbankan segala daya dan pikiran hanya untuk diri kita. Semua pengorbanan itu hanya untuk satu tujuan, agar kita menjadi anak yang baik, sehat, dan berbakti kepada orang tua.

Tentunya, bakti terhadap keduanya termasuk prioritas utama. Kecintaan dan sikap berbakti adalah kenyataan dan keniscayaan setiap anak. Bahkan, bakti kepada orang tua menjadi amal saleh terbesar setelah hak Allah Swt.

Karenanya, kemesraan dan kebaikan kita kepada orang tua menjadi berlipat manakala usia orang tua mendekati senja. Teramat bijak bagi kita yang telah dewasa untuk mencermati kalam Allah Swt,

وَ قَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَ بِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ اْلكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَ لاَ تَنْهَرْهُمَا وَ قُل لَّهُمَا قَوْلًا كَـرِيمًا

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ahh”, dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs al-Isra’ [17]: 23)

Kita tidak tega melihat mata-mata sendu mereka meneteskan air mata. Kita tidak akan rela mendengar keluh kesah mereka dan terluka perasaannya tatkala melihat perilaku kita yang tak dewasa. Biarkan senyum dan bahagia merona di wajah mereka. Biarkan kebahagiaan dan kebanggaan meluapi hati mereka karena perilaku baik kita. Selayaknya kita yang telah dewasa mesti tahu diri untuk membalas budi dengan mengarungi samudera keilmuan untuk selalu berkaca diri.

Sudahkah kita membuat senyum mereka hari ini? Sudahkah kita memberikan bakti mulia pada mereka dimana saja dan kapan saja? Sudahkah kita lebih dekat menjalin kemesraan dengan figur paling berjasa seperti orang tua kita? Dan, kapan lagi kita akan bermesraan sebelum Allah Swt memerintahkan malaikat Izrail mencabut nyawa mereka? Kapan lagi kita akan memuliakan mereka yang menjadi sarana untuk meraih surga-Nya?

Mengais Faedah-faedah Bakti kepada Orang Tua

Islam datang dengan kesempurnaan. Selalu ada hikmah dan faedah di balik beribu anugerah-Nya. Demikian juga, berbakti kepada orang tua. Di dalamnya tersimpan banyak faedah yang dapat kita peroleh. Bakti kepada orang tua merupakan kunci agar setiap doa yang kita lantunkan dikabulkan oleh-Nya; dapat menghapus dosa-dosa atas keridhaan orang tua, karena ridha orang tua (dalam bingkai kebaikan dan kebenaran) merupakan ridha Allah Ta’ala. Berbakti pada orang tua merupakan pundi-pundi rezeki dan kantong-kantong emas yang dapat kita peroleh.

Siapa yang menanam pasti akan mengetam. Maka, mereka yang berbakti kepada orang tua, kelak akan mendapatkan bakti dari anak-anaknya. Selain itu, berbakti kepada orang tua merupakan kunci diterimanya ibadah seseorang. Kesemua faedah tersebut dapat kita raih hanya dengan mencurahkan rasa bakti mulia kepada orang tua. Di antaranya dengan menambahkan kemesraan hubungan dengan mereka saat usianya menjelang senja. Wallahu a’lam bish shawwab. [Hamizan/Bersamadakwah]

Editor: Pirman Bahagia

BARU 1 KOMENTAR

  1. Jaman sekarang Di kota maupun Di pelosok desa pengaruh Internet Dan media lain. Sudah banyak anak anak yg terkontaminasi.baik buruk..halal haram tidak Di hiraukan.
    Orang tua tdk Di hargai..orang tua Di caci maki seperti binatang. .padahal mereka mengetahui bahwa balasan dari Allah swt adalah neraka jahannam..siksa dunia Dan akhirat.
    Astagfirullah hal adzim.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.