Home Tazkiyah Hikmah Lakukan 7 Hal Ini Agar Sesukses Abdurrahman Bin Auf (4)

Lakukan 7 Hal Ini Agar Sesukses Abdurrahman Bin Auf (4)

846
0

7. Tawadhu’ terhadap sesama

pernah, saat ia puasa, ia diberi makan untuk berbuka. ketika ia memandang makanan itu, selera makannya tiba-tiba hilang. ia menangis dan berkata,”Mush’ab bin Umair telah gugur sebagai syahid. ia jauh lebih baik dariku. Ia dikafani dengan selembar kain. Jika ditutupkan ke kepalanya, kakinya kelihatan. Jika ditutupkan ke kakinya, kepalanya kelihatan. Hamzah juga telah gugur sebagai syahid. Dia jauh lebih baik dariku. ia tidak memiliki kafan kecuali selembar kain. Namun sekarang kita diberi kekayaan dunia begini melimpah. Aku khawatir, ini adalah pahala kebaikan yang disegerakan.”

Suatu hari beberapa orang sahabat berkumpul dirumahnya untuk makan bersama. Ketika makanan mulai dihidangkan, ia menangis. Para sahabat bertanya, “apa yang membuatmu menangis wahai Abu Muhammad?”
ia menjawab, “Hingga meninggal dunia, Rasulullah dan keluarganya belum pernah makan roti sampai kenyang. aku tidak melihat bahwa kematian kita ditunda untuk sesuatu yang lebih baik dari kita.”

Kekayaannya sama sekali tidak menjadikannya congkak dan sombong hingga dikatakan,”Jika ada orang asing melihatnya duduk bersama pembantunya, orang itu tidak akan bisa membedakan mana majikan dan mana pembantu.”
Tetapi jika orang asing itu sudah tahu sebelumnya sepak terjang dan pengorbanan Abdurrahman bin Auf di medan perang, ia pasti bisa mengenalinya. Sebab , di perang Uhud ia mengalami 20 luka. salah satunya membuat kakinya sedikit pincang. Beberapa giginya juga lepas, sehingga berpengaruh pada cara bicaranya.

Jika orang asing itu tahu itu semua, ia pasti bisa mengenali Abdurrahman bin Auf. Laki-laki yang berbadan tinggi, wajahnya bersinar, berkulit halus, kakinya sedikit pincang, dan sedikit cadel adalah Abdurrahman bin Auf. semoga Allah ridha kepadanya dan ia pun ridha kepada Allah.

Demikianlah 7 hal yang dilakukan Abdurrahman bin Auf yang membuatnya sukses di dunia dan juga di akhirat. Semoga kita bisa mentauladani 7 hal tersebut, agar kita juga termasuk orang-orang yang disebutkan Allah dalam firman-Nya:

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apayang mereka nafkahkan itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka. Mereka tidak dihinggapi rasa takut dan tidak juga merasa sedih.” (Al-Baqarah: 262)


(Yakhsyaa/BersamaDakwah)

Komentar