Beranda Kisah-Sejarah Mengapa Nabi Ibrahim Gunakan Isyarat Jempol Usai Hancurkan Berhala?

Mengapa Nabi Ibrahim Gunakan Isyarat Jempol Usai Hancurkan Berhala?

0
Ilustration by Stephen Oliver on Unsplash

Suatu ketika, kaum Nabi Ibrahim AS. pergi untuk melakukan sebuah perayaan. Sebelum mereka keluar menuju perayaan tersebut, mereka meletakkan makanan di hadapan berhala-berhala. Supaya makanan-makanan tersebut diberkahi. Kemudian, ketika mereka kembali dari perayaan tersebut. mereka mendatangi makanan itu, mengambilnya. Kemudian mereka memakannya.

Tatkala mereka bertemu Ibrahim AS., mereka mengajaknya agar Nabi Ibrahim ikut bersama dengan mereka. Namun, Nabi Ibrahim menolak ajakan mereka dengan alasan bahwa dirinya sedang sakit.

Setelah kaumnya pergi, Nabi Ibrahim diam-diam pergi menuju berhala-berhala milik kaumnya. Sesampainya di sana, ternyata ditemukan ada banyak makanan di hadapan berhala-berhala tersebut.

Nabi Ibrahim bertanya kepada berhala-berhala tersebut. ‘Mengapa kalian tidak memakannya?‘

Nabi Ibrahim bertanya lagi. “Kenapa kalian tidak menjawab?’

Kemudian Ibrahim menghadap ke arah berhala-berhala tersebut sambil memukulkan tangan kanannya dengan kuat. Dia menghancurkan semua berhala yang ada kecuali yang paling besar.

Setelah itu, dia letakkan kampak di pundak berhala yang besar tersebut, agar ketika kaumnya kembali dan bertanya tentang hal itu, berhala yang besar inilah yang akan menjawab. Kemudian dia meninggalkannya.

Ketika kaumnya kembali, mereka mendapati patung-patung mereka telah hancur. Mereka mengatakan, “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, sungguh dia termasuk orang-orang yang zalim.”

Di antara mereka ada juga yang berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini, dia bernama Ibrahim.”

Mereka kemudian mengatakan, “Kalau demikian, bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat oleh orang banyak, agar mereka semua menyaksikan.”

Akhirnya, mereka bertanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, wahai Ibrahim?”

Ibrahim menjawab, “Sebenarnya, patung yang besar itulah yang melakukannya.”

Para ulama menyebutkan, bahwa ketika Nabi Ibrahim mengatakan hal tersebut, beliau mengisyaratkan dengan ibu jarinya, yang tiada lain merupakan jari terbesarnya. Maksudnya, yang melakukan sebenarnya adalah “jari-jari terbesarku”. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa maksud perkataan Nabi Ibrahim tersebut adalah mengisyaratkan kepada berhala yang paling besar.

Nabi Ibrahim melanjutkan, “Sesungguhnya, berhala yang besar ini enggan untuk disembah bersamaan dengan berhala-berhala yang kecil, akhirnya dia menghancurkanya. Maka, tanyakan kepadanya jika memang bisa berbicara!’

Nabi Ibrahim mengatakan, “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak pula memberi mudarat kepada kamu? celakalah kamu! dan apa yang kamu sembah selain Allah.”

Akhirnya, mereka pun memerintahkan supaya Nabi Ibrahim dibakar. Mereka mulai mengumpulkan kayu bakar di bawah cahaya bintang-bintang dan rembulan yang mereka sembah selain Allah SWT. Mereka mengumpulkan kayu bakar sebagai upaya balas dendam terhadap Nabi Ibrahim, yang telah melarang mereka beribadah kepadanya, setelah itu mereka membakamya.

Nabi Ibrahim terbiasa berdialog dengan kaumnya agar mereka mendapatkan petunjuk. Beliau menghancurkan berhala supaya bisa mengatakan kepada mereka, bagaimana bisa kalian menyembah sesuatu yang tidak bisa menahan kampak mengenai wajahnya sendiri, bagaimana bisa kalian menyembahnya? Ketika kalian memberikan kurban, kalian mengatakan, “Wahai berhala, tolonglah kami, selamatkanlah kami, berilah kami makan, sembuhkanlah kami. Namun. mereka tidak bisa menolong dirinya sendiri dari pukulan kampak. Lantas, bagaimana mungkin berhala-berhala itu dapat menolong kalian?”

[@paramuda/BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.