Home Kisah-Sejarah Mengenal Arsitek Masjid “Anti Kubah”

Mengenal Arsitek Masjid “Anti Kubah”

2343
0
Dok: GNFI

Menyebutnya tentu akan terasa asing di telinga kita. Ahmad Noe’man namanya. Siapakah? Ia punya julukan yang unik, “Arsitek Seribu Masjid”.

Noe’man adalah satu diantara arsitek ternama Indonesia yang banyak merancang bangunan masjid agung. Tak hanya di Indonesia tapi juga luar negeri. Ia juga disebut-sebut sebagai perancang masjid kampus pertama di Indonesia.

Noe’man, diakui sebagai maestro serta inspirator pembangunan masjid modern. Karya-karyanya telah masuk dalam buku rancangan masjid-masjid di seantero dunia.

Noe’man juga dikenal sebagai pelopor desain bangunan masjid tanpa kubah. Karya perdananya adalah Masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). Dimana kalau kita perhatikan memang masjid tersebut tak memiliki kubah. Masjid yang dibangun pada tahun 1964 itu juga tak mempunyai tiang penyangga sebagaimana pada umumnya masjid terutama yang bangunannya sudah ada sejak zaman baheula.

Rancangan-rancangan bangunan masjidnya yang jarang menggunakan kubah itulah ia sempat dijuluki sebagai arsitek “anti-kubah”. Mengenai hal ini, No’eman punya alasan tersendiri.

“Saya justru mencari nilai-nilai yang universal, yang transendental. Jadi, saya hilangkan itu bentuk kubah. Memang, berat juga waktu menghilangkan kubah dari rancangan kita. Itu kan ciri kita,” kata Noe’man yang dikutip dari GNFI.

Tentu rancangan masjid tanpa kubah Noe’man sempat menjadi perdebatan. Sebab dinilai tak sesuai dengan tradisi bangunan masjid pada umumnya yang kerap menggunakan kubah sebagai simbolnya.

Ada alasan filosofi tersendiri, yakni ijtihad. Melakukan terobosan (breakthrough) berdasar syariah yang tak menyimpang dari ajaran Al Quran dan meninggalkan taklid.

Masjid Salman memberikan tonjolan garis vertikal pada bangunannya. Ya, vertikal di sini bermakna hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan Allah (hablun minallah). Sementara garis horizontal bermakna hubungan manusia dengan sesamanya (hablumminannas).

Tak hanya Salman, ia juga merancang Masjid Al-Markazi di Makassar pada tahun 1975. Masjid tersebut berkonsep sama: tanpa kubah.

Namun bukan berarti ia tak mau merancang masjid berkubah sama sekali. Pada tahun 1980-an, misalnya, ia mulai merancang bangunan masjid berkubah yang bentuk fisiknya bisa kita lihat hingga hari ini. Masjid tersebut adalah Masjid At-Tin, yang berdiri megah di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Mendunia

Ahmad Noe’man juga go international karyanya. Kotribusinya di luar negeri berupa masjid Istiqlal Dzamija di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina. Tak main-main, ia ditunjuk langsung oleh presiden saat itu yakni Presiden Soeharto. Kebetulan saat itu Soeharto usai berkunjung dari Sarajevo pada 1995 saat terjadi pertikaian antar Muslim dan non-Muslim di Bosnia. Masjid tersebut menjadi bentuk persahabatan Indonesia dengan Bosnia-Herzegovina.

Noe’man merancang masjid tersebut dengan sebuah kubah di tengah atap bangunan masjid serta dua menara yang menyatu dengan bangunan masjid. Itu merupakan sebagai lambang persahabatan Indonesia dengan Bosnia-Herzegovina.

Noe’man juga mendesain Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan dan mimbar Masjid Al-Aqsa di Palestina.

Pria kelahiran Garut, 10 Oktober 1926 ini memang sejak kecil ingin menjadi perancang masjid. Ia mengenyam pendidikan di jurusan Arsitektur ITB tahun 1952 yang saat itu kampusnya baru pertama kali dibuka.

Noe’man dikenal sebagai muslim yang taat. Baginya, ilmu arsitektur dapat menjadi lahan dakwah dan beramal. “Ada nilai-nilai yang cocok untuk beramal saleh dan dengan pensil dan kertas saya bisa berdakwah,” ujarnya.

Pria yang pernah menerima penghargaan Satyalencana Kebudayaan dari pemerintah Indonesia itu, menjadi pendiri Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) serta jadi dosen luar biasa Interior Seni Rupa FSRD ITB.

Noe’man terus menorehkan karyanya melalui desain bangunan masjid hingga maut menjemput, hasil karyanya antara lain:

Masjid Salman ITB, Bandung
Masjid At-Tin, TMII, Jakarta
Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar
Masjid Raya Bandung
Masjid Asy-syifa Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran
Masjid Lambung Mangkurat, Banjarmasin
Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya
Masjid Syekh Yusuf, Cape Town, Afrika Selatan
Masjid Istiklal Dzamija, Sarajevo, Bosnia
Mimbar Masjid Al-Aqsa, Palestina [Paramuda/BersamaDakwah]

Komentar