Beranda Ilmu Islam Fiqih Menunda Mandi Junub, Ini Ancamannya

Menunda Mandi Junub, Ini Ancamannya

26
ilustrasi mandi junub (theenergycollective.com)

Sering kali orang menunda mandi junub tanpa alasan. Misalnya pasangan suami istri yang telah menyelesaikan hajatnya. Mereka langsung tidur begitu saja.

Dalam kitab Shahih At Targhib wa At Tarhib, ada satu bab khusus berjudul “Ancaman Menunda Mandi (Junub) Tanpa Alasan”

Di bawah bab itu dicantumkan dua buah hadits shahih yang berisi ancaman menunda mandi junub tanpa alasan. Apa ancamannya? Orang yang menunda mandi junub tidak akan didekati oleh malaikat rahmat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تَقْرَبُهُمُ الْمَلَائِكَةُ الْجُنُبُ وَالسَّكْرَانُ وَالْمُتَضَمِّخُ بِالْخَلُوْقِ

“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq.” (HR. Al Bazzar; shahih)

Dijelaskan oleh Al Hafizh bahwa yang dimaksud dengan malaikat pada hadits ini adalah malaikat yang turun membawa rahmat dan berkah, bukan malaikat hafazhah (yang mengawasi) karena mereka selalu bersama manusia dalam kondisi apapun.

Jadi, bagi orang yang menunda mandi junub tanpa alasan –misalnya karena malas atau menyepelekan- maka ia tidak didekati oleh malaikat rahmat. Lalu apakah seseorang harus segera mandi junub begitu ia selesai berhubungan? Rasulullah mencontohkan, setelah menunaikan hajat bersama istrinya kadang beliau langsung mandi junub kadang tidak langsung mandi junub. Ketika beliau tidak bisa langsung mandi junub, maka beliau berwudhu dulu sebelum tidur.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَيْسٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ وِتْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِي الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ فِي الْأَمْرِ سَعَةً

Dari Abdullah bin Abi Qais ia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah tentang witir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu dia menyebutkan suatu hadits. Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana yang beliau perbuat ketika dalam keadaan junub, apakah beliau harus mandi sebelum tidur atau tidur tanpa mandi? ‘ Aisyah menjawab, ‘Sungguh semuanya telah dilakukan beliau, kadang beliau mandi lalu tidur, kadang beliau berwudhu lalu tidur.’ Aku berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang menciptakan dalam perkara tersebut suatu keleluasaan’.” (HR. Muslim)

Hadits lain dalam bab ancaman menunda mandi (junub) tanpa alasan memperjelas bahwa yang terkena ancaman tidak didekati malaikat rahmat adalah menunda mandi junub tanpa berwudhu.

Tata cara mandi wajib dan pembahasan lengkap bisa dibaca di: mandi wajib

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ثَلاَثَةٌ لاَ تَقْرَبُهُمُ الْمَلاَئِكَةُ جِيفَةُ الْكَافِرِ وَالْمُتَضَمِّخُ بِالْخَلُوقِ وَالْجُنُبُ إِلاَّ أَنْ يَتَوَضَّأَ

“Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat: bangkai orang kafir, orang yang berlumuran minyak wangi khaluq dan orang junub kecuali jika ia berwudhu” (HR. Abu Dawud; shahih)

Adapun yang dimaksud dengan minyak wangi khaluq adalah minyak wangi kombinasi za’faran dan lainnya, didominasi oleh warna merah dan kuning.

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/bersamadakwah]

26 KOMENTAR

  1. Semoga kita bisa cermat membaca, bahwa Rosulullah Saw kadang langsung mandi junub kadang hanya berwudlu. Artinya, kita bisa lgsg mandi junub sbl tidur atau bisa juga hanya berwudlu sebelum tidur… artinya mandinya setelah bangun tidur.

    • Iya betul kadang malam kan dingin bngt klo mandi bs masuk angin kedinginan, lebih memilih berwudhu dulu nanti sebelum shubuh baru mandi

  2. astafirrullah,sungguh baru ini aku tau kalo menunda junub itu sangat di jauhkan oleh allah dari malaikat,insya allah mulai saat ini aku akan tidak menunda _nunda lagi.

  3. kalau tidak salah ada riwayat yang mengkisahkan sahabat nabi yang pergi segera untuk berperang (jihad) dan wafat padahal dia masih dalam keadaan junub.

  4. Faktor cuaca, faktor usia, faktor keadaan badan kadang ada beberapa orang yang ga kuat mandi malam. Jd dperbolehkan dengan berwudhu dahulu, ketika bangun dan ingin sholat baru mandi junub dilakukan.

  5. sudah jelas berdosa wahai saudaraku, bukankah jika kita belum atau menunda mandi wajib berarti kita beluh terlepas dari najis dan belum suci untuk beribadah. Nah jika kita belum terlepas dari najis dan masih belum suci maka kita kita belum bisa melakukan ibadah, dan jika kita tidak melakukan kewajiban kita dalam beribadah berarti kita berdosa. seperti perempuan yang dilarang menyetuh al-quran apalagi membacanya jika belum mandi junub begitupula dengan laki-laki

  6. Ketika kita menunda mandi junub, dalam kitab ?? Maaf lupa lagi.. disitu menjelaskan bahwa, ketika kita menunda mandi junub, maka setiap yg kita lewati akan murka kpd kita, seperti rumput, pohon, atau apalah itu akan murka kpd kita. Ilmu yg pernah sya pelajari bahwa didunia ini semua bernyawa. Apapun itu. Tapi Allahu Alam bissawaf. Ini hnya sesuai apa yg saya pelajari. Jadi, tidak baik bagi kita untuk menunda-nunda mandi junub tbs. Terima kasih….

  7. yap betul banget tuch baiknya kita langsung mandi junub tp kalaupun tidak bisa langsung mandi wajib minimal kt berwudhu dulu sebelum tidur kembali. Minimal kt belajar mengamalkan apa yg sudah dicontohkan nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. mg kt bs menjadi muslim yg lebih baik lagi. Amin….

  8. Pada saat kt junub kt bkn najis jd apapun yg kt sentuh kecuali Al-Qur’an boleh. Para wanitapun boleh mengolah makanan. Tp sebaiknya kt segera mandi junub agar malaikat rahmat mau mndekat lg. Sedih klo malaikat rahmat tdk mau mndekat…………….

  9. Saya pasangan muda baru menikah, selama 2 tahun..
    Selama ini saya mandi besar dengan cara berwudhu saja .
    Disamping itu, banyak pula cobaan ada ada saja yang datang.
    Sebagaimana dijelaskan bahwa yang belum mandi besar , maka alam akan murka,entah itu pohon dll.
    Apa kesialan /cobaan yang datang terus menerus ini ada hubungan nya denga belum mandi besar?

  10. Berdosa atau tidak itu hak alloh karna disitu tidak disebutkan. kecuali anda meremehkan contoh dari rosululloh tersebut apalagi karna menunda2 mandi junub kewajiban pun tertunda semisal karnamenunda mandi subuh kita telat.

  11. dalam masalah ini ada beberapa hal yg perlu dibahas bersama yaitu :
    1.perbuatan rasulullah terkadang tidak mandi sebelum tidur tetapi hanya berwudlu,pertanyaannya apakah saat itu rasullah tidak menyadari pentingnya kehadiran malaikat rahmah dan perbuatan tersebut bisa jadi akan diikuti ummatnya?
    2.ada raiwayat yang menceritakan shahabat saat sedang junub kemudian ada panggilan untuk pergi jihad,maka shahabat tersebut segera memenuhi panggilan itu tanpa sempat mandi,dan kemudian dia terbunuh,namun jasadnya tidak ditemukan,ketika ditanya oleh istrinya,maka rasulullah SAW dengan tersenyum menjawab bahwa jasad suaminya sedang dimandikan oleh malaikat,pertanyaannya mengapa malaikat malah mendekat,malah mengurus jenasah shahabat tersebut,bukan malah menjauhi?
    3.suami istri melakukan jima’ hingga berjunub, itu adalah perintah allah dan rasulnya,bernilai ibadah dan mendapat pahala,pertanyaannya bagaimana hal seindah itu bisa dijauhi malaikat, ibadah membawa pahala dan rahmat koq malaikat rahmat gk datang?dengan alasan apa malaikat membenci sesuatu yang diperintah oleh allah SWT?
    4.bagaimana sesuatu yang bernilai ibadah disandingkan dengan sesuatu yang dibenci allah SWT yaitu terdapat patung dan gambar makhluk yang bernyawa?
    mohon pencerahannya terima kasih wassalamu’alaikum wr.wb

  12. Alhamdulillah….subhanallah….terkadang kita selalu ingat hal yg besar 2 aja padahal hal yg terkecil ini pun lebih jauh penting lg…mksh at as penjelasannya…mudah2 an.Mendon lebih baik lg kita melaksanakan nya..Amiin….

  13. Tidak berdosa..tapi lebih baik mandi terlebih dahulu terutama apanila mau melaksanakan Shalat

    “Haddatsanaa ‘Ayyaasy ia berkata, haddatsanaa Abdul A’laa, haddatsanaa Humaid dari Bakr dari Abi Roofi’ dari Abi Huroiroh rodhiyallahu anhu beliau berkata : “aku bertemu Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan kondisi aku sedang junub, lalu Nabi sholallahu alaihi wa salam menggandeng tanganku, maka aku berjalan bersama Beliau sampai Nabi sholallahu alaihi wa salam duduk, lalu aku keluar sebentar, aku menemui seseorang, lalu aku mandi, kemudian datang dan Nabi sholallahu alaihi wa salam sedang duduk, lalu berkata : “kemana saja engkau Ya Abu Huroiroh?”, aku menjawab kepada Beliau (bahwa aku tadi junub). Maka Nabi sholallahu alaihi wa salam bersabda : “Subhanallah, ya Abu Huroiroh, sesunggugnya seorang mukmin tidak najis”.

  14. Komentar:hadist d atas menunjukkan pentingnya bersuci .yg d sesuaikan dgn kondisi ada kalanya dgn mandi maupun cukup dgn berwudhu.

  15. Mandi yang tidak baik adalah setelah ashar sampai jam 12 malam di atas jam 12 malam sampai subuh itu di bolehkan,silahkan tanya sama dokter masing masing

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.