Home Berita Pejabat Iran: Kami Persenjatai Hutsi untuk Gempur Mekah

Pejabat Iran: Kami Persenjatai Hutsi untuk Gempur Mekah

5143
0
Milisi syiah hutsi (middleesteye)

Salah seorang pejabat terdekat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengungkapkan bahwa pada saat ini negaranya sedang merancang untuk menggunakan milisi Hutsi guna menggempur Mekah. Hal itu dilakukan dengan melatih satu juta milisi Hutsi.

Situs resmi Dewan Nasional Perlawanan Iran (National Council of Resistance of Iran), pada Ahad (13 November 2016) lalu melansir pengakuan Mullah Mahdi Ta’eb, pejabat terdekat Khamenei, dalam sebuah selama wawancara dengan stasiun televisi Ofogh terkait rencana Iran untuk menggempur Mekah menggunakan milisi Abdul Malik Al-Hutsi yang ada di Yaman tersebut.

Ta’eb juga menyebutkan tujuan rezim Iran terkait serangan rudal yang dilakukan oleh milisi Syiah ke Mekah.

“Allah telah mengirimkan hadiah kepada kalian berupa negeri Yaman. Seharusnya, Allah melimpahkan tanggung jawab untuk membebaskan Baitullah (Ka’bah) kepada kami (orang-orang Syiah Iran).

Namun, Allah berfirman kepada warga Iran, ‘Tidak perlu, kalian sudah cukup menderita selama delapan tahun karena perang yang melelahkan.’ Oleh karena itu, Dia menyerahkan tanggung jawab untuk misi ini kepada warga (Syiah Hutsi) Yaman,” ujarnya.

Lebih lanjut Ta’eb mengatakan,

“Apakah Anda tahu kemana orang-orang (Syiah Hutsi) Yaman akan pergi? Mereka ingin mengambil alih Baitullah (Ka’bah) sekali lagi. Sebab, mereka memiliki satu juta tentara.”

Seperti diketahui, tentara Koalisi Militer Arab pada 27 Oktober 2016 lalu berhasil menghadang rudal balistik yang diluncurkan milisi Hutsi di sebuah tempat yang berjarak 65 km dari kota Mekah. Sehingga, tidak ada korban jiwa sama sekali dalam peristiwa tersebut.

Pesawat tempur Koalisi Militer Arab pun berhasil melancarkan serangan balik ke wilayah peluncuran rudal tersebut di salah satu kota di Yaman.

Iran provokasi perang

Pernyataan Mullah Mahdi Ta’eb tersebut adalah pernyataan yang kedua tentang rencana Iran untuk menguasai kota Mekah.

Pada tanggal 7 November 2016 lalu, dalam sebuah wawancara TV, Ta’eb mengatakan bahwa pemerintah Iran menugaskan anggota Garda Revolusi Iran untuk melakukan kerusuhan di Suriah, Yaman dan Bahrain.

Sebelumnya, Ta’eb juga menyebutkan rancangan agresif rezim Iran di wilayah Timur Tengah untuk menguasai empat ibu kota negara Arab yaitu Baghdad (Irak), Damaskus (Suriah), Beirut (Lebanon) dan Sana’a (Yaman).

Sejumlah pengamat mengatakan, laporan yang disebutkan pejabat terdekat Khamenei tersebut ditambah dengan perilaku anggota Garda Revolusi dengan jelas menunjukkan bahwa rezim Iran bertanggung jawab terhadap tindakan-tindakan terorisme dan perang yang terjadi selama ini di kawasan Timur Tengah. Demikian lansir situs Ajel.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]