Beranda Kisah-Sejarah Permintaan Terakhir Bapak Tua Sebelum Tercebur Sumur untuk Kedua Kali

Permintaan Terakhir Bapak Tua Sebelum Tercebur Sumur untuk Kedua Kali

0
Photo by Valentin Lacoste on Unsplash

Ada seorang ulama terdahulu sedang melakukan perjalanan. Di sebuah rute perjalanan, ia berniat mengubah rutenya. Biasanya tidak pernah melewati rute yang ia inginkan.

Tak lama kemudian, ulama itu mendengar suara orang yang meminta pertolongan. “Tolong saya, tolong saya!” Suara itu terdengar dengan jelas oleh telinganya. Ia mencoba mencari sumber suara tersebut.

Ternyata suara itu bersumber dari dalam sumur. Ada orang yang terjebur di sana. Ulama pun bergegas menolongnya dengan menarik tubuh korban. Kemudian Ulama memberikan terapi dengan cara menenangkan jiwa korban. Setelah agak tenang dan badannya mengering karena basah dari sumur, sang korban itu meminta segelas air untuk diminum. “Tolong kasih saya segelas minuman air,” pinta dia.

Ulama pun mencarikan segelas air minum untuk bapak tua itu. Setelah diminumkan segelas air, korban pun agak tenang dirinya. Ulama pun memberanikan dirinya untuk bertanya mengapa bapak itu bisa tercebur sumur.

Bapak korban itu masih berpikir dan menyadari dirinya mengapa bisa tercebur sumur. Ia berdiri kembali kemudian membuka ingatan mengapa dirinya bisa tercebur ke dalam sumur. Seraya mengingat-ingat kembali, ia mendekat lagi ke bibir sumur. Malang tak bisa ditolak, ia terpeleset di bubur sumur. Kemudian, ia tercebur kembali ke dalam sumur. Untuk kedua kalinya. Sayang, nyawanya tidak terselamatkan. Ia langsung meninggal dunia. Jasadnya mengambang di atas sumur.

Ulama dan dibantu masyarakat pun mengurus jenazah korban untuk dikuburkan di tempat sekitar.

Ulama itu menyadari bahwa perpindahan rute yang ia lakukan adalah untuk menyelamatkan bapak tua tadi yang meminta tolong meski jiwanya akhirnya tak terselamatkan.

Korban itu masih mendapatkan rezekinya sebelum akhirnya benar-benar meninggal yakni mendapatkan rezeki berupa segelas air. Rezeki memang Allah yang mengatur bahkan di detik-detik kematian seseorang. Wallahua’lam [@paramuda/BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.