Home Kisah-Sejarah Kisah Nyata Sang Penelepon yang Mengaku Gay Kepada Aa Gym

Sang Penelepon yang Mengaku Gay Kepada Aa Gym

4920
0
Photo by +Simple on Unsplash

Suatu kali, dai kondang KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym mendapatkan telepon. Sang telepon mengaku dirinya adalah seorang gay.

Dari tahun 2007 sang penelepon sudah mengidap penyakit suka sesama jenis. Ia mengalami sudah sejak lulus sekolah menengah atas. Sebelum-sebelumnya ia masih suka dengan lawan jenis. Dirinya mengaku tidak mau menyalahkan lingkungan. Hanya saja itu memiliki pengaruh.

Dari tahun tersebut, ia memiliki pasangan sesama jenis. Itu berlangsung hubungannya hingga tahun 2014. Namun hubungan tersebut berakhir. Bukan karena apa-apa karena si pasangan meninggal dunia. Sang kekasih meninggal karena terkena HIV AIDS.

“Kalau saya sudah tes laboratorium, namun alhamdulillah hasilnya negatif,” kata sang penelpon pada Mei 2014 di acara kajian pagi MQ FM.

Ia menanyakan kepada Aa Gym, bagaimana jika ia berdoa untuk almarhum (kekasih) boleh atau tidak.

“Doa apa?” kata Aa Gym.

“Doa supaya diampuni dosanya. Dilapangkan kuburnya.”

“Karena cinta atau karena agar dia diampuni saja?”

Sang penelepon mengkhawatirkan jika masih ada perasaan dalam hati.

Aa Gym menjelaskan jika penyebabnya cinta terlarang tentu tidak benar. Tapi kalau kita sudah taubat dan orang lain pengin diampuni, mudah-mudahan itu benar.

“Tapi Insya Allah nyampe nggak ya, Aa’?” kata penelepon.

Aa Gym menekankan agar diri taubat terlebih dahulu. “Sekarang sudah punya pacar lagi belum?”

Sang penelepon mengaku dirinya sudah tidak ada niatan lagi untuk berhubungan dengan sesama jenis saat pacarnya sakit. Ia hanya fokus mengurus pasangan dan ingin berhenti dengan dunia perhomoan. Kepada Aa Gym, ia mengaku sangat menyesal memiliki perilaku yang menyimpang. Menyesalnya ketika sang pacar sudah meninggal dunia.

Tidak ada menyesal, tidak akan ada taubat. Maka tidak akan ada pengampunan dari Allah SWT. Dan kebahagiaan tidak akan datang.

“Kan tidak bahagia kan yang begitu-begitu?”

“Banget A’, tidak bahagia!”

Sang penelepon menjelaskan bahwa dirinya tidak bahagia alias bahagia palsu. Terganggu pula dengan pekerjaan.

Aa Gym menyarankan untuk tidak usah diungkit kembali dan membuka aib yang telah ditutup oleh Allah SWT. Banjiri dengan airmata dan berkumpul dengan orang-orang baik.

“Selamatkan diri dulu. Jangan ingat kenangan-kenangan dosanya. Jika masih ingat dengan manisnya kenangan dosa berarti belum taubat. Harus takut dengan azab Allah SWT,” nasihat Aa Gym. [Paramuda/BersamaDakwah]

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here