Home Berita Sengaja Terlambat Berangkat, Aa Gym Pungut Sampah Massa Aksi

Sengaja Terlambat Berangkat, Aa Gym Pungut Sampah Massa Aksi

723
0

Dai kondang sekaligus pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym sengaja terlambat memulai aksi. Ia terlambat karena ingin memunguti sampah-sampah massa aksi bela islam Jilid II. Terlihat Aa Gym bersama santri Daarut Tauhid memunguti sampah sepanjang jalur aksi.

Aksi Bela Islam atau Aksi Bela Qur’an itu diikuti jutaan massa dari berbagai organisasi/kelompok dan daerah se-Indonesia.

Barisan massa itu mengular begitu panjang, baik yang start dari Istiqlal maupun Kwitang.

Sekitar pukul 14.20 WIB, massa di barisan terdepan sudah sampai di sekitar depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Barat. Namun massa di bagian belakang masih belum beranjak dari halaman selatan Istiqlal.

Massa di barisan paling terakhir adalah Tim BRTT (Bersih-Rapih-Tertib-Teratur), termasuk Aa Gym.

Setelah mendengar masukan sejumlah pengurus Tim BRTT, Aa Gym memutuskan tim yang masih di masjid untuk bertahan membersihkan sampah yang tersisa di situ.

Alasannya, kata Aa Gym, siang jelang sore itu sudah tak memungkinkan bagi tim tersebut untuk sampai ke depan Istana Negara.

Memang, jalur long march menuju lokasi utama Aksi Bela Islam itu sangat dipadati massa dan kendaraan yang diparkir. Massa pun berjalan cukup pelan berdesak-desakan.

Sedangkan, kata Aa Gym, di dalam Istiqlal masih ada ladang amal yaitu membersihkan masjid.

“Maka diputuskan semua pasukan khususnya ikhwan (putra) kembali ke dalam masjid, merapikan,” serunya melalui alat pengeras suara TOA.

Setelah kondisi memungkinkan, lanjut Aa Gym, baru Tim BRTT tersebut kembali turun jalan.

ribuan pasukan bersih-bersih itu mengenakan seragam khusus dengan slayer ungu bertuliskan Tim BRTT .

Lokasi digelarnya Aksi Bela Islam pun tampak lebih bersih dibanding aksi-aksi unjuk rasa lain yang memang lumrah terjadi di Jakarta.

Sebagian mereka berpencar di antara kerumunan massa yang melakukan long march dari Istiqlal ke Balaikota DKI, Patung Kuda, lalu Istana Negara.

Sementara kebanyakan anggota Tim BRTT lainnya menempatkan diri tepat di bagian paling belakang ratusan ribu massa tersebut.

“Ayo sampahnya, sampahnya (dibuang ke sini),” seru mereka kepada para peserta aksi sembari membawa kantongan plastik hitam besar sebagai tempat sampah.

Tampak massa yang pas sedang membawa sampah antusias menyambut seruan itu.

Sumber: Hidayatullah

(Yakhsyaa/BersamaDakwah)

Komentar