Home Tazkiyah Fadhilah Shalat Berjamaah, Amalan yang Banyak Dilupakan (Bagian 2)

Shalat Berjamaah, Amalan yang Banyak Dilupakan (Bagian 2)

335
0
shalat berjamaah (bostonglobe)

Lanjutan dari Shalat Berjamaah, Amalan yang Banyak Dilupakan

Dalam sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ditetapkan, bahwa apabila seorang yang bermukim menjadi makmum bagi orang musafir, maka orang yang bermukim tersebut menyempurnakan shalatnya (tidak meringkasnya).

Demikian juga, jika seorang musafir menjadi makmum bagi seorang yang bermukim, maka ia melaksanakan shalat dengan sempurna (tidak diringkas).

Di samping itu, boleh hukumnya seorang melaksanakan shalat fardhu menjadi makmum bagi orang yang shalat sunnah dan sebaliknya.

Fenomena lalai dalam melakukan kewajiban shalat berjamaah ini terlihat ketika orang-orang terlambat untuk shalat berjamaah hingga setelah iqamah dikumandangkan.

Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita lihat sebuah fenomena, bahwa setelah imam memulai shalatnya dan hampir saja mengucapkan takbir untuk rukuk, maka jumlah makmum sedikit demi sedikit bertambah banyak. Mereka sengaja menunda untuk datang ke masjid setelah iqamat.

Tidak diragukan, hal tersebut dilakukan dengan sengaja dan itu disebut sebuah kelalaian yang menghilangkan pahala dan pelakunya bisa mendapatkan dosa jika meremehkan keutamaan shalat berjamaah.

Orang tersebut tidak mendapatkan pahala sebagian dari pelaksanaan shalat jamaah, yaitu pada permulaan shalat dengan mengikuti imam. Ia juga bisa mendapatkan dosa, karena sengaja tidak melakukan shalat berjamaah bersama imam dari awal.

Merupakan suatu hal yang diketahui secara luas oleh para ulama, bahwa sesuatu yang tidak akan sempurna sebuah kewajiban, kecuali dengan hal tersebut, maka hal tersebut hukumnya wajib.

Sebagai contoh, seandainya jarak yang ditempuh seseorang yang akan melakukan shalat berjamaah di masjid adalah beberapa menit (misalkan 10 menit), jika waktu antara adzan dan iqamah tinggal 10 menit lagi, maka ketika itu dia harus berangkat dari rumahnya menuju masjid.

Di samping kelalaian ini menyebabkan hilangnya pahala, seseorang juga akan mendapatkan dosa, karena dapat berpengaruh terhadap kekhusyukan, ketenangan, penghayatan, perenungan terhadap apa yang dibacanya di dalam shalat, atau apa yang dia dengar dari bacaan tasbih dan doa.

Sebelum pelaksanaan shalat, disyariatkan bagi seseorang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengannya, bukan hal-hal yang bisa menggangu kekhusyukan shalat berjamaah.

Sebelum shalat, disyariatkan bagi seseorang untuk berwudhu, yang mana kita ketahui bersama dapat menyegarkan jiwa. Begitu pula berdoa keluar dari rumah menuju ke masjid dan ketika masuk masjid.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Shalat Berjamaah, Amalan yang Banyak Dilupakan (Bagian 3)