Home Ilmu Islam Fiqih Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid di Selain Masjid Wakaf, Apa Hukumnya?

Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid di Selain Masjid Wakaf, Apa Hukumnya?

1104
0
shalat (darussalam foto)

Pada asalnya, masjid dibangun di atas tanah wakaf, sehingga berlaku hukum-hukum masjid padanya. Namun, sebagian masjid yang ada di negara-negara Islam terutama di Indonesia, ada yang dibangun di selain tanah wakaf.

Melihat kondisi tersebut, sejumlah kalangan mempertanyakan hukum masjid yang berada di luar tanah wakaf serta beberapa hukum terkait padanya seperti tahiyyatul masjid, beri’tikaf dan lainnya.

Terkait hal ini, sebuah artikel di situ islamweb memaparkan hukum-hukum terkait dengan masjid yang bukan wakaf. Berikut kami kutip tulisan tersebut.

Tanya:

Berangkat dari firman Allah Ta’ala, Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. (QS. An-Nahl: 43) maka saya ingin bertanya.

Di daerah saya ada tempat shalat yang bersifat sementara. Bentuknya berupa bagunan yang terdiri dari  jendela dan pintu yang serupa dengan masjid. Di tempat itu juga dilaksanakan shalat Jumat, padahal tanah tempat bangunan itu berdiri bukan tanah wakaf. Maksudnya, bukan tanah wakaf untuk masjid.

Pertanyaannya adalah apakah boleh melaksanakan shalat sunnah tahiyyatul masjid di bangunan itu dan orang yang melakukannya mendapatkan pahala seperti halnya ia shalat di masjid wakaf?

Jika jawabannya tidak, maka apakah orang yang melaksanakan shalat sunnah tahiyyatul masjid di tempat itu mendapatkan dosa?

Jawab:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabatnya yang mulia.

Amma Ba’du

Sesungguhnya melaksanakan shalat sunnah tahiyyatul masjid disunnahkan bagi setiap orang yang masuk masjid dalam keadaan suci dan ingin duduk di dalam masjid. Bahkan, ada ulama yang mengatakan, shalat sunnah tahiyyatul masjid juga sangat dianjurkan bagi orang yang masuk masjid namun tidak ingin berdiam di masjid.

Dalil dalam hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berbunyi,

“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka janganlah dia duduk hingga melaksanakan shalat sunnah (tahiyyatul masjid) sebanyak dua rakaat.” (HR Muslim dan lainnya).

Hal ini terkait dengan masjid yang mana tanah dan bangunannya sudah diwakafkan, seperti yang disepakati oleh para ulama. Adapun terkait bangunan yang dipersiapkan untuk shalat namun bukan masjid wakaf, maka dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, apakah orang yang memasukinya disunnahkan untuk melaksanakan tahiyyatul masjid atau tidak?

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Shalat Sunnah Tahiyyatul Masjid di Selain Masjid Wakaf, Apa Hukumnya? (Bagian 2)