Home Ilmu Islam Fiqih Tata Cara Sholat Witir, Niat, Doa dan Keutamaan Lengkap

Tata Cara Sholat Witir, Niat, Doa dan Keutamaan Lengkap

41
sholat witir
ilustrasi sholat witir (Pinterest)

Sholat witir merupakan sholat sunnah yang istimewa. Dari jumlah rakaat, ia paling berbeda dibandingkan sholat-sholat sunnah lainnya. Dari keutamaan, ia juga punya banyak keistimewaan.

Begitu istimewanya sholat ini, sampai-sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya, jangan sampai meninggalkannya. Sholat ini pula yang menjadi penutup seluruh sholat malam.

Bagaimana panduan lengkapnya? Berikut ini pembahasannya mulai dari keutamaan, tata cara, pembahasan niat hingga doanya.

Keutamaan Sholat Witir

Sholat witir memiliki banyak keutamaan atau fadhilah. Kita bisa mengetahuinya melalui sejumlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

1. Amal yaumiyah Rasulullah

Sholat witir merupakan salah satu amal yaumiyah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau biasa mengerjakan sholat sunnah ini sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:

الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)

2. Allah mencintai witir

Allah Azza wa Jalla mencintai yang witir. Karenanya, sholat dengan rakaat witir ini pun dicintaiNya. Orang yang mengamalkan sholat sunnah ini juga akan dicintaiNya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Sesungghnya Allah itu witir, mencintai yang witir/ganjil (HR. Muslim)

3. Amalan ahli Al Quran

Para ahli Qur’an di kalangan sahabat adalah mereka yang hafal Al Quran dan sangat komitmen untuk mengamalkan serta mendakwahkannya. Mereka merupakan sahabat-sahabat yang utama. Salah satu amalan yang diperintahkan Rasulullah kepada mereka adalah sholat witir, agar semakin dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ

Sesungghnya Allah itu witir, mencintai witir, maka lakukanlah sholat witir wahai ahli Al Qur’an (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; shahih)

يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Wahai ahli Al Quran, lakukanlah sholat witir. Karena sesungghnya Allah Azza wa Jalla itu witir, mencintai yang witir. (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah; shahih)

4. Sangat ditekankan Rasulullah

Sholat witir sangat ditekankan oleh Rasulullah untuk dilakukan para sahabat beliau. Sehingga ketika menganjutkan sholat ini, beliau mengulangi penyebutannya.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ زَادَكُمْ صَلاَةً صَلُّوهَا فِيمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى صَلاَةِ الصُّبْحِ الْوَتْرُ الْوَتْرُ

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menambahkan satu sholat kepada kalian, maka lakukanlah sholat tersebut di antara sholat Isya dan sholat Subuh, yaitu sholat witir, sholat witir. (HR. Ahmad; shahih)

5. Diwasiatkan dikerjakan setiap hari

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ

Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: sholat dhuha

Tata Cara Shalat Witir

Sholat ini merupakan salah satu sholat sunnah muakkad, yakni sangat dianjurkan. Disebut shalat witir karena jumlah rakaatnya ganjil. Imam Abu Hanifah berpendapat sholat ini hukumnya wajib, namun pendapat itu tidak kuat.

1. Waktu shalat witir

Waktu shalat witir terbentang sejak setelah sholat Isya’ hingga terbitnya fajar. Sebagaimana hadits Rasulullah di atas.

Kapan Rasulullah mengerjakan sholat witir? Imam Ahmad meriwayatkannya:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat witir pada awal malam. Kadang-kadang di pertengahan malam. Kadang-kadang pula di akhir malam. (HR. Ahmad; shahih)

Namun yang paling sering, Rasulullah mengerjakan shalat witir pada akhir malam.

Sayyid Sabiq menjelaskan dalam Fiqih Sunnah, disunnahkan menyegerakan sholat witir pada permulaan malam bagi orang yang khawatir tidak bisa bangun pada akhir malam. Namun bagi orang yang sanggup bangun di akhir malam, disunnahkan mengerjakan witir pada akhir malam.

Tentu yang paling utama adalah pada akhir malam, sebagaimana hadits yang diriwayatkan Jabir radhiyallahu ‘anhu:

مَنْ خَافَ أَنْ لاَ يَقُومَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ أَوَّلَهُ وَمَنْ طَمِعَ أَنْ يَقُومَ آخِرَهُ فَلْيُوتِرْ آخِرَ اللَّيْلِ فَإِنَّ صَلاَةَ آخِرِ اللَّيْلِ مَشْهُودَةٌ وَذَلِكَ أَفْضَلُ

Barangsiapa yang khawatir tidak akan sanggup bangun pada akhir malam, hendaknya ia berwitir pada permulaan malam. Dan barangsiapa yang merasa sanggup bangun pada akhir malam, hendaknya ia berwitir pada akhir malam itu. Sebab mengerjakan sholat pada akhir malam itu disaksikan malaikat yang demikian itu lebih utama. (HR. Muslim)

2. Bilangan atau jumlah rakaat

Sesuai namanya, sholat witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil. Minimal satu rakaat, bisa pula tiga rakaat, lima rakaat atau tujuh rakaat.

Sa’ad bin Abi Waqash radhiyallahu ‘anhu merupakan contoh sahabat Nabi yang mengerjakan sholat witir satu rakaat setelah sholat isya’ di Masjid Nabawi. Ia pernah ditanya, “Engkau hanya berwitir satu rakaat saja dan tidak menambahnya?”

Sa’ad menjawab, “Iya, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda:

الَّذِى لاَ يَنَامُ حَتَّى يُوتِرَ حَازِمٌ

Orang yang tidak tidur dulu sebelum berwitir adalah orang yang suka berhati-hati (HR. Ahmad; hasan)

3. Tata cara

Dalam mengerjakan shalat witir, boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula keseluruhan rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

Untuk tiga rakaat atau lebih dengan sekali salam ini, boleh degan dua tasyahud sekali salam, boleh pula hanya dengan satu tasyahud di rakaat terakhir saja, sebagaimana hadits dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِسَبْعٍ أَوْ بِخَمْسٍ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwitir tujuh atau lima rakaat secara bersambung dan tidak dipisahkan dengan salam (HR. An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad)

Juga hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ فِى آخِرِهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan sholat malam 13 rakaat, termasuk di dalamnya sholat witir lima rakaat. Beliau tidak duduk tasyahud kecuali pada rakaat yang terakhir. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Surat yang dibaca

Setelah membaca surat Al Fatihah, boleh membaca ayat mana pun dari Al Qur’an. Sebagaimana kata Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu: “Di dalam Al Quran itu tidak ada yang dapat diabaikan. Oleh sebab itu, dalam sholat witir engkau boleh membaca ayat Al Quran yang engkau sukai.”

Namun jika sholat witirnya tiga rakaat, disunnahkan membaca surat Al A’la pada rakaat pertama dan surat Al Kafirun pada rakaat kedua. Sedangkan pada rakaat ketiga membaca surat Al Ikhlas, surat Al Falaq dan surat An Nas.

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan An Nasa’i dari Ubai bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu.

Baca juga: sholat tahajud

Niat Sholat Witir

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafalkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus melafalkan niat.

Bagaimana hukumnya melafalkan niat? Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, melafalkan niat hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Lafadz niat sholat witir satu rakaat sebagai berikut:

niat sholat witir
niat sholat witir

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’atan lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafadz niat sholat witir dua rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri rok’ataini lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Lafadz niat sholat witir tiga rakaat sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal witri tslatsa roka’aatin lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat sholat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa Sholat Witir

Setelah sholat witir disunnahkan membaca tiga kali:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhaanal malikil quddus

Artinya: Maha Suci Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan

Dzikir tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadits shahih riwayat Abu Daud dan An Nasa’i.

Lalu membaca doa sholat witir:

doa sholat witir
doa sholat witir

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allohumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’aafaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

Artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaanMu dari kemarahanMu, dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu dan aku berlindung kepadaMu dari siksaMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepadaMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.

Doa sholat witir ini berdasarkan hadits shahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Majah.

Baca juga: Shalat Tarawih

Demikian panduan sholat witir mulai dari keutamaan, tata cara, niat hingga doa. Semoga bermanfaat dan kita semuanya dimudahkan Allah untuk mengamalkannya. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

41 KOMENTAR

  1. Kalau sudah sholat witir sebelum tidur lalu sepertiga malam terakhir terbangun apakah perlu berwitir lagi sebagai penutup sholat malam?
    Makasih

    • Jika sudah sholat witir sebelum tidur, tidak perlu sholat witir lagi di akhir malam. Para ulama, termasuk Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, menjelaskan tidak boleh sholat witir dua kali dalam satu malam berdasarkan hadits Nabi:

      لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

      Tidak ada dua kali witir dalam satu malam (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)

      Wallahu a’lam bish shawab.

  2. Syukran artikelnya. Ternyata luar biasa keutamaan shalat witir. Berarti sholat malam Rasulullah dan witir jadi 15 rakaat.

    • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering mengerjakan shalat malam 11 rakaat, termasuk tiga rakaat shalat witir. Beliau juga kadang shalat malam 13 rakaat, termasuk lima rakaat shalat witir sebagaimana hadits dari Bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas.

  3. Mau tanya ini, kalau saya mau shalat istikharah lalu dilanjut dengan tahajjud apakah bisa? Lalu setelahnya shalat witir?

  4. Assalamualaikum wr.wb
    Sy mau tny sebentar lg kan bulan suci ramadan tiba..trus kl sudah ikut sholat witir bareng dgn sholat tarawih…bagaimana dgn sholat tahajud saya…….kan solat witir penutup shlt Malam
    Trimksh…wasalamualaikum wr.wb

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Jika sudah sholat witir bareng imam setelah sholat tarawih, setelah sholat tahajud tidak witir lagi. Para ulama menjelaskan hukumnya makruh karena Rasulullah bersabda:

      لاَ وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ

      “Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (Hr. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan Tirmidzi)

  5. Assallamuallaikum pak.. Sholat witir 3 rakaat … Apakah rakaat ke 2 duduk atau berdiri… Ataukah seperri sholat maghrib duduknya 2x

    • Tidak harus. Sholat tahajud dan sholat witir adalah dua sholat sunnah yang berbeda. Namun lebih utama jika setelah sholat tahajud (atau sholat sunnah lainnya di malam hari) kemudian diakhiri dengan sholat witir.

  6. Assalamualaikum wr.wb

    Saya mau tanya ! Jika saya diberi piliham mau sholat tarawih atau mau sholat tahajud mana yang lebih baik saya pilih??

    Sebelumnya terimakasih artikelnya sangat bagus👍👍

    Suqron

    Assalamualaikum

    • Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
      Di bulan Ramadhan, Rasulullah mengerjakan shalat tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat tanpa mengerjakan sholat tahajud lagi. Namun shalat beliau sangat lama hingga para sahabat khawatir kehilangan waktu sahur. Lengkapnya bisa dibaca di Shalat Tarawih

      Jika punya waktu, sebaiknya dua-duanya dikerjakan karena tarawih di zaman sekarang tidak lama.

  7. assalamualaikum wr.wb.
    sholat witir 3 rakaat untuk bacaan ayat alquran dibaca setiap rakaat atau dua rakaat saja?trmksh.

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Ketika sholat witir 3 rakaat, di semua rakaat ada bacaan Al Quran setelah Al Fatihah. Rasulullah biasa membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua dan ketiga beliau membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.

  8. Asslamualaikum
    Di masjid tempat saya sholat, dalam mengerjakan sholat witir yaitu 2 rekaat salam, sehabis itu sholat 1 rekaat. Apakah diperbolehkan? Jazakallah khoir

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Sebagaimana penjelasan di atas, sholat witir tiga rakaat bisa dikerjakan sekali salam (tiga rakaat langsung), bisa juga dua kali sama (dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam).

  9. Assalamualaikum
    Saya ingin bertanya setelah shalat tarawih 8 rakaat apakah boleh shalat witir 3 rakaatnya dirumah atau boleh dimesjid sekalipun imam sedang memandu kelanjutan shalat tarawih artinya shalat witirnya memisah dari shaf

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Yang lebih utama adalah mengikuti imam sampai selesai, shalat tarawih bersama imam, sholat witir juga bersama imam. Yang demikian oleh Rasulullah disebut sebagai qiyamul lail. Sehingga jika ingin shalat tarawih 8 rakaat, hendaknya mencari masjid/mushala yang 8 rakaat.
      Namun jika terpaksa tidak bisa mengikuti imam sampai selesai, lebih baik witir di rumah agar tidak menyelisihi jamaah di masjid. Wallahu a’lam bish shawab.

  10. Aslamu’alaikum ustadz mau nanya.kalau niat shalat witir tiga raka’at,tetapi dengan cara raka’at ke dua salam dan dilanjutkan dengan 1 raka’at lagi apakan harus niat lagi ustazd?dan apakah cara ini benar??

    • Wa’alaikum salam warahmatullah. Iya, setiap memulai sholat diawali dengan niat. Jadi yang pertama niat sholat witir dua rakaat, yang kedua niat sholat witir satu rakaat. Niat dalam hati. Namun jika perlu melafadzkan, pada artikel di atas telah dicantumkan contoh lafadz niat sholat witir dua rakaat dan lafadz niat sholat witir satu rakaat.

  11. Assalamualaikum ustadz, mau tanya kalau dalam sholat witir sebelum membaca al fatihah apakah ada bacaan iftitahnya dulu atau tidak?

  12. Catatan : witir itu kan sholat ganjil yg dicontohkan Nabi ( 1, 3, 5, 7, 11 ) dengan satu salam
    dalam satu malam tidak boleh ada 2 Witir sudah jelas banyak hadistnya.
    Sekarang pertanyaan Saya :
    Bagaimana penjelasan Ustadz kalo ada sholat witir 3 rakaat tapi dengan cara dipisah 2 + 1 seperti yang tejadi dimasjid2 dalam sholat taraweh selama ini, bukannya sholat witir itu ganjil ? bukannya witir itu hanya boleh satu kali salam dalam semalam ? tolong saya diberi hadis yang shoheh tentang witir yang dibagi 2 + 1. terimakasih

    • Rasulullah tidak selalu mengerjakan sholat witir tiga rakaat.

      عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- الْوِتْرُ بِثَلاَثَ عَشْرَةَ وَإِحْدَى عَشْرَةَ وَتِسْعٍ وَسَبْعٍ وَخَمْسٍ وَثَلاَثٍ وَوَاحِدَةٍ

      “Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pernah sholat witir 13 rakaat, 11 rakaat, sembilan rakaar, tujuh rakaat, lima rakaat, tiga rakaat dan satu rakaat (HR. Tirmidzi no.460; shahih)

      Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan, dalam mengerjakan sholat witir itu boleh dikerjakan dua rakaat-dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat. Masing-masing dengan satu kali tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula dilakukan sekaligus dengan sekali salam.

      Ada pun mengenai tidak ada dua sholat witir dalam satu malam, maksudnya adalah sholat witir dua kali yang dipisahkan dengan sholat lainnya atau aktifitas lainnya. Jadi jika sudah sholat witir di awal malam, makruh sholat witir lagi di akhir malam. Sedangkan sholat witir dua rakaat lalu satu rakaat, terhitung satu witir bukan dua. Wallahu a’lam bish shawab.

      • Assalamualaikum ustadz…
        Mau tanya sholat tahajud 8 rekaat d kerjakan langsung apa 2 rekaat d sambung…
        Dan utk sholat witir Mksd y 1 salam gmn ya pak ustadz?? Tks

  13. sya mau tnya.. jika sebelum tidur telah mengerjakan sholat witir, tp d sepertiga mlm saya terbangun, apkah boleh sya mengerjakan sholat tahajud??? sedang ktanya wtir adl penutup sholat mlm…. trimakasih

    • Boleh mengerjakan sholat tahajud, meskipun sebelum tidur sudah sholat witir.

      Sebaliknya, jika sudah sholat witir sebelum tidur, tidak perlu sholat witir lagi di akhir malam. Para ulama, termasuk Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, menjelaskan tidak boleh sholat witir dua kali dalam satu malam berdasarkan hadits Nabi:

      لاَ وِتْرَانِ فِى لَيْلَةٍ

      Tidak ada dua kali witir dalam satu malam (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)

  14. Asslamuakaikumwr.wb..maaf mau tanya solat witir dikerjakan pada akhir malam apa bileh mngerjakannya setelah selesai solat subuh?wassallamualaikum.wrwb…

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.