Home Suplemen Motivasi Sukses karena Muslim

Sukses karena Muslim

1184
0
catchmepictures

Sukses. Adalah kata yang begitu banyak dijadikan tujuan kehidupan umat manusia. Tidak peduli berasal dari mana, beragama apa, dan bagaimana caranya; semua orang ingin menggapai sukses. Lantaran banyaknya tersebut, banyak pula orientasi dan definisi dari sukses itu sendiri. Lalu, sukses seperti apa yang seharusnya kita dapatkan? Apakah setiap kata sukses itu berbeda sesuai dengan pola pikir orang-orangnya?

Sebagai seorang muslim, maka kita harus memandang kesuksesan dari sudut pandang agama kita. Sebenarnya, ada tiga manusia yang sukses di dunia ini. Ketiganya sama-sama sukses dalam pandangan manusia, tapi berbeda di hadapan Allah.

Pertama, seorang non-muslim yang sukses. Kedua, seorang yang sukses dan kebetulan Muslim. Ketiga, orang yang meraih kesuksesan karena kemuslimannya.

Kesuksesan seorang non-muslim atau seorang yang sukses dan kebetulan seorang Muslim, bisa jadi didapat karena keuletan, kegigihan dan kerja keras yang berkesinambungan demi tercapainya cita-cita mereka. Mereka tak menyerah meski tantangan demi tantangan menghadang. Tapi, keduanya berbeda dengan seorang yang sukses karena kemuslimannya. Dia bekerja keras dengan gigih dan ulet karena tuntutan agamanya. Dia menggapai cita-cita dan harapan untuk agamanya. Karena sumber motivasinya adalah Islam itu sendiri. Jadi, segala kerja kerasnya tidak akan pernah sia-sia di hadapan Rabbnya.

Muslm yang sukses karena keislamannya juga tidak terlepas dari teladan utama umat Islam itu sendiri. Siapa lagi kalau bukan Rasulullah Saw? Beliaulah teladan utama yang menjadi rujukan perikehidupan umat Muslim. Bagaimana tidak, dalam diri Rasulullah yang mulia terdapat teladan untuk siapa pun yang mau meneladaninya. Karena kepribadiannya adalah unggul dan tiada duanya.

Rasulullah adalah seorang pemimpin yang mengayomi ummatnya, suami dan ayah yang mencintai dan menyayangi istri dan anak-anaknya, panglima perang yang disegani dan ditaati, dan pengajar yang dihormati. Dalam dirinya terkumpul semua kemuliaan dan keunggulan. Maka pantaslah kalau kita menjadikan beliau sebagai teladan utama sebagai seorang Muslim.

Selain itu, kemuliaan dan keunggulan Rasulullah terestafetakan kepada para sahabat dan tabi’in serta generasi setelahnya. Maka, kejayaan Islam dan keharumannya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Islam telah menorehkan masa keemasannya lewat tangan-tangan berkah mereka dengan adanya sistem Islam yang bertahan seribu tiga ratus tahun lamanya. Jika melihat kejayaan Islam yang begitu panjang, sistem komunis-materialistis tidak ada apa-apanya. Ideologi ini hanya bertahan sebentar. Begitu juga dengan ideologi sekuler-kapitalis. Sekarang saja sudah terlihat bibit-bibit kebangkrutannya.
cMuslim yang disegani lawan dan kawanSukses. Kata ini adalah kata yang begitu banyak dijadikan tujuan kehidupan umat manusia. Tidak peduli ia dari mana, beragama apa dan bagaimana, semua orang ingin menjadi orang yang sukses. Dan banyaknya orang-orang tersebut, banyak pula orientasi dan devinisi dari sukses itu sendiri. Lalu, sukses seperti apa yang seharusnya kita miliki? Apakah setiap kata sukses itu berbeda sesuai dengan pola piker orang-orangnya?

Oke, mari kita kupas sampe tuntas…tas. Karena kita sebagai seorang muslim, maka kita harus memandang kesuksesan dari sudut pandang agama kita. Sebenarnya, ada tiga manusia yang sukses di dunia ini. Ketiganya sama-sama sukses dalam pandangan manusia, tapi berbeda di hadapan allah.

pertama, seorang nonmuslim yang sukses. kedua, seorang yang sukses dan kebetulan dia seorang muslim, ketiga, orang yang meraih kesuksesan karena kemuslimannya. Kesuksesan seorang nonmuslim atau seorang yang sukses dan kebetulan dia seorang muslim, bisa jadi didapat karena keuletan, kegigihan dan kerja keras yang berkesinambungan demi tercapainya cita-cita mereka. Mereka tak menyerah meski tantangan demi tantangan menghadang mereka. Tapi beda dengan seorang yang sukses karena kemuslimannya. Dia bekerja keras dengan gigih dan ulet karena atas dasar tuntutan agamanya. Dia menggapai cita-cita dan harapan untuk agamanya. Karena sumber motivasi bagi dia adalah islam itu sendiri. Jadi, segala kerja kerasnya tidak akan pernah sia-sia di hadapan rabb-Nya.

Lagi pula, seorang muslm yang sukses karena keislamannya tidak terlepas dari teladan utama umat islam itu sendiri. Siapa lagi kalau bukan rasulullah saw. Dialah teladan utama yang menjadi rujukan prikehidupan muaat muslim. Bagaimana tidak, dalam diri rasulullah yang mulia terdapat teladan untuk siapa pun yang mau meneladaninya. Karena peribadinya adalah pribadi unggul yang tiada duanya. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang mengayomi ummatnya, rasululah seorang suami dan ayah yang mencintai dan menyayangi istri dan anak-anaknya, rasulullah seorang panglima perang yang disegani dan ditaati, rasulullah adalah seorang pengajar yang dihormati. Dalam dirinya terkumpul semua kemuliaan dan keunggulan yang satu padu. Maka pantaslah kalau kita menjadikan beliau sebagai teladan utama prikehidupan kita sebagai seorang muslim.

Dan kemuliaan dan keunggulan rasulullah itu terestafetakan kepada para sahabat dan tabi’in tabi’at. Maka, kejayaan islam dan keharumannya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Islam telah menorehkan masa keemasannya lewat tangan-tangan berkah mereka dengan adanya system khilafah islam yang bertahan seribu tiga ratus tahun lamanya. Jika melihat kejayaan islam yang begitu panjang, sistem komunis-materialistis tidak ada apa-apanya. Lha wong, ideology ini hanya bertahan sebentar. Begitu juga dengan ideologi sekuler-kapitalis. Sekarang saja sudah terlihat bibit-bibit kebangkrutannya.

Muslim yang Disegani Lawan dan Kawan

Suatu hari, kaisar Romawi mengirimkan intelejen untuk memata-matai Rasulullah dan kaum Muslimin. Ketika kembali kepada Kaisar, dengan penuh ketakjuban sekaligus kekhawatiran, ia berkata, “Mereka (kaum Muslimin), malamnya seperti rahib dan siangnya bagai singga perkasa yang garang.”

Begitulah kekuatan kaum Muslimin yang sangat ditakuti pada saat itu. Kenapa Islam bisa mengubah tatanan jahiliyah dalam waktu yang sekejap? Kenapa Islam bisa menaklukan imperium besar dari mulai Persia, Romawi, hingga Konstantinopel di zaman Muhammad al-Fatih?

Jawabannya, diantaranya, karena mereka bertawakkal kepada Allah dan menghiasinya dengan keimanan yang suci dan ketakwaan yang mumpuni. Ketika mereka mengidam-idamkan kesuksesan, mereka sukses karena orientasi kepada akhirat.

So, siap menjadi generasi sukses nan unggul seperti pribadi Rasulullah, para sahabat, tabi’in, dan para sholihin? Jawabannya ada pada aksi nyatamu! [Husni Mubarok/Bersamadakwah]

Editor: Pirman Bahagia

SHARE

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here