Beranda Keluarga Muslimah Tiga Kematian yang Diimpikan Dhini

Tiga Kematian yang Diimpikan Dhini

0
Dhini Aminarti

Selama di dunia entertainment, Dhini selalu membatasi diri lingkungan pergaulannya. Agar tak ke mana-mana, seusai syuting ia menyibukkan diri ke kampus untuk kuliah di kampus Paramadina. Atau jika tidak ada jadwal syuting, ia akan langsung pulang ke rumah. Kalau ada yang tanya apakah temannya banyak di dunia entertainment, maka Dhini akan menjawab ‘tidak’.  Justru ia mengaku lebih banyak teman kuliah.

Masa-masa sebelum berhijab, ia kerap menggunakan pakaian yang cenderung terbuka yang kemudian membuat ia menyesal. “Ya Allah saya telah melakukan dosa jariyah seumur hidup kalau orang mengikuti gaya pakaianku seperti dulu.”

Berlangsungnya waktu saat memilih pasangan hidup, ia ingin menikah dengan orang yang bisa mengajaknya untuk lebih baik setidaknya menjadi imam dalam rumah tangga. Lalu ia tertarik dengan salah seorang artis yang saat di sela syuting, rajin menjalankan sholat wajib—sebuah pemandangan yang tak biasa di lokasi syuting untuk seorang artis. Artis itu adalah Dimas Seto yang pelan-pelan juga mulai hijrah. Dhini pun melakukan istikharah untuk mengambil keputusan.

Menikah dengan Dimas membuat Dhini lebih baik. Dulu, setiap kali di mal kerap banyak alasan untuk tidak sholat. “Nggak bawa mukena”, “Mukena di musala kotor” dan berbagai alasan yang diungkapkan kepada ibunya. Kini, saat ke mal ia selalu membawa mukena atau bagaimana caranya agar bisa sholat. Keputusannya untuk berhijab adalah keputusan sendiri tanpa paksaan dari sang suami. Dimas mendukung penuh Dhini menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah.

Dalam sebuah perbincangan dengan Ustaz Fatih Karim, Dhini ditanya soal persiapan kematian.

“Masih bisa dibilang belum banget mempersiapkan (kematian). Tapi selalu berusaha melakukan kebaikan,” kata dia. Matanya mulai berlinang. Sekali waktu sesenggukan.

Kalau bicara masa lalu, kata dia, pasti selalu berusaha istigfar dengan apa yang sudah kejadian di masa lalu. Selalu berusaha untuk tidak berada di kesalahan masa lalu, kalau boleh berandai-andai, ia tidak mau terlahir kembali seperti masa lalu. Memang, kata Dhini, lebih ke arah persiapan kematiannya saja. Ia ingin melakukan segala hal dalam kebaikan. Apapun itu. Sama orang sekitar, sama pasangan, sama orangtua.

Mungkin hal itu saja menurutnya tidak cukup sebenarnya. Ia pribadi berusaha selalu semuanya yang baik-baik. Ia berdoa juga di saat meninggal ingin dalam keadaan khusnul khatimah. Dhini selalu berdoa sama Allah, kalaupun meninggal mudah-mudahan kondisinya pertama dalam keadaan sujud, dalam keadaan mau sholat atau dalam keadaan membaca Alquran.

“Jangan sampai saat ketika meninggal kita dalam keadaan teriak-teriak atau dalam kondisi dan keadaan tidak di jalan Allah,” tuturnya, menutup. [@paramuda/BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.