Beranda Kisah-Sejarah Tulang-tulang Unta Untuk Imam Syafi’i Kecil Agar Bisa Menulis

Tulang-tulang Unta Untuk Imam Syafi’i Kecil Agar Bisa Menulis

0
Photo by Alok Sharma on Unsplash

Imam Asy-Syafi’i pernah mengatakan bahwa ibunya pergi ke tukang daging yang menyembelih unta. Ketika tukang daging tersebut telah selesai menguliti dagingnya, mereka membuang tulang-belulangnya. Kemudian ibunda Imam Asy-Syafi’i mengambili tulang-tulang bagian pundaknya, dikarenakan tulang yang berada di bagian tersebut memiliki ukuran yang lebar.

Apa yang kemudian dilakukan? Ia membersihkan dan memberikan kepada Imam Asy-Syafi’i kecil. Itu semua dilakukan karena ia tidak memiliki uang untuk membeli alat untuk menulis. Agar Imam Syafi’i kecil bisa mengikat ilmu dengan menulis.

Dikisahkan juga bahwa ibunda Imam Asy-Syafi’i juga pemah pergi ke rumah dinas gubernur pada waktu itu. Kemudian ia mengambili kertas-kertas yang telah terbuang dan ia berikan kepada Imam Asy‘Syafi’i kecil untuk menulis hadits. Sehingga, jika dilihat tulisan-tulisan hadits dari Imam Asy-Syafi’i, ternyata di baliknya terdapat tulisan yang berisi perintah-perintah gubernur Madinah pada masa itu.

Keutamaan ini bisa didapatkan dengan karunia Allah SWT dan jika diiringi dengan niatan yang benar, semua tujuan yang baik yaitu semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sehingga dengan hal ini, keutamaan orang yang berilmu lebih tinggi dibandingkan dengan ahli ibadah. Bukan sekadar dibandingkan dengan manusia pada umumnya.

Sahabat Jabir RA, juga memiliki cerita yang luar biasa dalam menuntut ilmu dan mencari faedah dari ilmu, yang itu semua tidak terdapat dalam diri orang-orang pada umumnya.

Ketika Nabi Muhammad SAW. wafat, Jabir mulai melakukan pencarian hadits kepada para sahabat Rasulullah yang lain. Disebutkan bahwa ada sebuah hadits yang terdapat pada seseorang yang bernama Abdullah bin Unais di Syam. Sedangkan Jabir pada waktu itu berada di Madinah. Akhirnya, ia segera menyiapkan tunggangannya dan mulai melakukan perjalanan menuju ke Syam. Sesampainya beliau di rumah Abdullah bin Unais, ia hanya bertanya mengenai hadits yang dimaksud saja. Setelah itu ia kembali.

Kesungguhan yang seperti inilah yang menjadikannya ahli ilmu dan memiliki keutamaan terhadap ahli ibadah, yakni sebagaimana keutamaan rembulan jika dibandingkan dengan bintang-bintang.

Namun pada akhir zaman, manusia banyak berpaling dari ilmu. Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya di hadapan hari kiamat, ada beberapa hari di mana ilmu akan diangkat dan kebodohan akan diturunkan.” (HR. Al-Bukhari). Dalam riwayat yang lain disebutkan, “Ilmu akan diangkat dan kebodohan akan merajalela.” (HR. Ahmad)

Semoga kita makin semangat menuntut di zaman fasilitas yang melimpah. Wallahua’lam. [@paramuda/BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.