Home Tazkiyah Fadhilah Wahai Anak, Jangan Durhaka Pada Orang Tuamu (Bagian 3)

Wahai Anak, Jangan Durhaka Pada Orang Tuamu (Bagian 3)

314
0
ilustrasi ayah dan anak (6iee)

Lanjutan dari Wahai Anak, Jangan Durhaka Pada Orang Tuamu (Bagian 2)

Diriwayatkan dari Mu’awiyah bin Jahimah bin Abbas As-Sulami, bahwasanya Al-Jahimah datang menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya berkata,

يَا رَسُوْلَ اللهِ أَرَدْتُ الْغَزْوَ وَجِئْتُكَ أَسْتَشِيْرُكَ

“Wahai Rasulullah, aku ingin turut berperang. Aku datang untuk meminta pendapat engkau.”

فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ

Beliau bertanya, “Apakah kamu mempunyai ibu (yang masih hidup)?”

قَالَ نَعَمْ

Ia menjawab, “Iya.”

فَقَالَ اِلْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلِهَا

Beliau bersabda, “Tetaplah bersamanya sebab surga ada di bawah telapak kakinya.” (HR. Al-Bukhari).

Seseorang datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya berkata,

جِئْتُ أُبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ

“Saya datang membai’at engkau untuk turut hijrah, aku meninggalkan kedua orang tuaku yang menangisi kepergianku.”

قَالَ ارْجِعْ إِلَيْهِمَا فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

Beliau bersabda, “Kembali pulang dan buat keduanya tertawa sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis.” (HR. Al-Bukhari).

Dalam redaksi yang lain disebutkan,

لاَ أُبَايِعُكَ حَتَّى تَرْجِعَ إِلَيْهِمَا فَتُضْحِكَهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا

“Aku tidak akan menerima bai’atmu, hingga kamu pulang dan membuat keduanya tertawa, sebagaimana kamu telah membuat keduanya menangis.” (HR. Al-Bukhari).

Basyar bin Al-Harits berkata, “Seorang anak yang berada dekat ibunya, sehingga sang ibu bisa mendengar nafasnya, lebih utama dari orang yang berjihad dengan pedangnya di jalan Allah. Memperhatikan kondisi kedua orang tua lebih baik dari sesuatu apapun.”

Diriwayatkan dari Atha`, bahwasanya seseorang mendapat sumpah dari ibunya, agar ia tidak shalat kecali shalat wajib dan tidak berpuasa kecuali pada bulan Ramadhan.

Atha` berkata, “Hendaknya ia menaati ibunya, sebab taat kepadanya lebih didahulukan daripada ibadah-ibadah sunnah.”

Ibnu umar Radhiyallahu Anhu melihat seseorang yang menggendong ibunya di atas pundaknya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah.

Orang itu bertanya, “Wahai Ibnu Umar, apakah kamu melihat aku telah membalas kebaikan ibuku?”

Ibnu Umar menjawab, “Tidak, bahkan tidak bisa membalas kebaikan satu ejanan yang ia lakukan ketika melahirkanmu. Tetapi kamu telah berbuat baik, dan Allah akan memberi banyak balasan untuk amal yang sedikit.”

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Wahai Anak, Jangan Durhaka Pada Orang Tuamu (Bagian 4)