Home Keluarga Wahai Perempuan, Pelajarilah Seni Berbicara

Wahai Perempuan, Pelajarilah Seni Berbicara

1896
0
Suami istri (nikah)

Salah satu indikasi kecerdasan seorang perempuan tampak dengan jelas dari pembicaraannya dan kemampuannya dalam mengungkapkan kata-kata yang mudah dipahami.

Hal ini menambahkan kesan kedekatan hubungan dengan orang-orang yang diajak berbicara, baik keluarganya, suaminya ataupun anak-anaknya.

Perempuan yang cerdas mampu membuat spiritnya memuncak. Ia senantiasa menjauhi tema-tema pribadi, seperti kesehatannya, tanggung jawabnya yang harus dipikul sendiri lantaran tidak ada pembantu atau melontar kritik kepada orang lain.

Perempuan cerdas juga tidak menguasai pembicaraan dengan cara melarang orang lain berbicara, sehingga menjadi monolog yang membosankan dan tidak bermanfaat bagi orang lain.

Perempuan yang cerdas tidak membicarakan hal-hal bercabang yang memunculkan banyak tafsir. Jika berbicara, ia mampu menjelaskan tema besar pembicaraannya. Ini merupakan ujian terberat bagi kecerdasan dan pengalamannya.

Perempuan yang pintar mengetahui bagaimana menceritakan hal-hal yang lucu dan kapan saatnya bercerita. Ia mengetahui bahwa tidak boleh menghabiskan waktu yang lama yang dapat menyebabkan pendengarnya bosan.

Hal yang terpenting adalah tidak pernah mengulangi sebuah cerita dua kali kepada orang-orang yang sama.

Untuk itulah, seorang perempuan harus berusaha menggunakan bahasa-bahasa singkat yang mengena. Tidak membiarkan mulut mengeluarkan kata-kata tanpa kendali.

Ia juga tidak menjadi pembicara pertama dari pembicara-pembicara yang datang dalam sebuah forum, sehingga tidak menimbulkan penimbunan pembicaraan.

Perempuan yang hebat selalu mengetahui kapan harus diam dan kapan harus berpikir keras untuk mencerna perkataan.

Banyak sekali kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, seroang laki-laki melihat bahwa perempuan tertentu dalam pandangannya memiliki kecerdasan hanya karena ia terdiam dan mendengarkan pembicaraan orang lain.

Seorang perempuan tidak harus mengutarakan apapun yang tidak ia miliki dan tidak mesti untuk diungkapkan. Ketika menyampaikan sebuah ide, ia tidak menampakkan keraguan. Ia senantiasa menghindari perkataan yang samar tanpa makna.

Sesungguhnya tingkat kecerdasan perempuan tidaklah lebih rendah daripada kecerdasan seorang laki-laki, tetap ada sedikit perbedaan, karena kecerdasan perempuan memiliki keunikan seperti halnya keunikan perempuan itu tersendiri.

Demikian disadur dari buku Kuni Aniqah karya Shafa Syamandi.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]