Beranda Tazkiyah Adab Zionis Yahudi Sebenarnya Keturunan Kera dan Babi?

Zionis Yahudi Sebenarnya Keturunan Kera dan Babi?

6
localterror

Saking bencinya terhadap zionis Yahudi, terkadang ada yang mengatakan bahwa mereka itu keturunan Babi dan Kera. Benarkah begitu?

Zionis Yahudi juga manusia seperti kita. Berarti mereka juga keturunan nabi Adam dan Hawwa ‘alaihissalam seperti halnya dengan kita.

Sebagian di masa lalu orang yahudi memang pernah dikutuk menjadi kera dan babi, tidak salah sebenarnya. Di dalam Al-Quran ditegaskan hal tersebut.

Ada beberapa surat yang menyinggung hal itu, yakni:

Katakanlah, “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka yang dijadikan kera dan babi dan menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. (QS. Al-Maidah: 60)

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.” (QS. Al-Baqarah: 65)

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya, “Jadilah kamu kera yang hina.(QS. Al-A’raf: 66)

Jelas sekali ayat-ayat di atas menyebutkan: sebagian umat yahudi pembangkang dihukum dengan cara yang cukup aneh, yaitu mereka dikutuk menjadi wujud yang berbeda, menjadi kera dan babi.

Sifat hukum tersebut adalah penghinaan dan untuk menjatuhkan mentalitas kaum yang membangkang dari perintah Allah. Jarang sekali ada jenis hukuman semenyeramkan itu.

Namun jika hukuman menjadi kera dan babi, memang cenderung hukuman yang mempunyai sifat psikologis. Artinya di mana martabat si ‘aktor’ dipermalukan di depan khalayak ramai. Ini tak lain disebabkan dosa yang dilakukan sudah kelewat batas.

6 KOMENTAR

  1. Tempat yang tertinggi (Al-‘A`rāf):66 – Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta”.

    Tolong diperbaiki.
    Syukron..

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb. Ikut share ya.

    Mengingatkan dalam kebaikkan adalah keindahan yang menjadi khas dalam Islam. Pertama ada kesalahan penulisan ayat diatas , seharusnya tertulis; S U R A T A L – A ‘ R A F (7) : 66. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta”.

    Tapi maksudnya ayat yang ingin disampaikan penulis adalah surat S U R A T A L – A ‘ R A F (7) : 166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina

    Mohon agar dijaga kehati-hatiannya dalam menulis, boleh jadi karena terlalu bersemangat menulis 166 jadi 66, kehilangan satu angka berakibat fatal dan tidak ada relevansinya sama sekali.

    Kedua adalah, bila kita baca tafsir dari Ibnu Katsir, peristiwa kutukan manusia menjadi hewan hina ini, memang benar-benar terjadi, dimana manusia berubah menajdi hewan, tetapi tidak permanen sifatnya, hanya bertahan tiga hari saja mahluk Allah yang dikutuk itu, sehingga tidak mungkin bisa berkembang biak menjadi manusia. Baik dari hewan yang melahirkan keturunan manusia atau sebaliknya, hewan-hewan tersebut berkembang biak menjadi hewan yang berkarkter manusia. Terimakasih.

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

  3. ini saya kutip sebuah pendapat. bahwa “kera dan babi” bukanlah makna secara tekstual dlm artian binatang sprti saat ini.
    Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abul Furat, dari Muhammad ibnu Zaid, dari Abul A’yan Al-Ma’badi, dari Abul Ahwas, dari Ibnu Mas’ud yang menceritakan bahwa kami pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang kera dan babi, apakah kera dan babi yang ada sekarang merupakan keturunan dari orang-orang Yahudi yang dikutuk Allah Swt. Maka Rasulullah Saw. menjawab: Tidak, sesungguhnya Allah sama sekali belum pernah mengutuk suatu kaum, lalu membiarkan mereka berketurunan. Tetapi kera dan babi yang ada merupakan makhluk yang telah ada sebelumnya. Dan ketika Allah murka terhadap orang-orang Yahudi, maka Dia mengutuk mereka dan menjadikan mereka seperti kera dan babi…

  4. terus katanya”dunia tidak akan kiamat sebelum kaum yahudi musnah dari muka bumi”banyak orang yang ingin kiamat tidak segera akan datang,kalau kaum yahudi tidak punah.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.