Beranda Kisah-Sejarah Aku Tidak Peduli Ketika Aku Dibunuh dalam Islam

Aku Tidak Peduli Ketika Aku Dibunuh dalam Islam

0
ibtimes

Aku tidak peduli ketika aku dibunuh dalam Islam,

Dengan cara apapun disiksa anggota tubuh ini.

Pada tahun ke-3 Hijriah, kabilah ‘Adhal dan kabilah Qarah meminta beberapa orang Islam untuk mengajarkan agama kepada mereka. Rasulullah saw. menyetujui permintaan mereka tersebut dan mengirimkan sahabatnya bersama dengan utusan kedua kabilah tersebut. Turut bersama mereka; Ashim bin Tsabit, Khubaib bin’ Adi dan Zaid bin Datsinah.

Ketika mereka berada di wilayah Raji’, yang terletak antara Usfan dan Makkah, para utusan kabilah tersebut mengkhianati para sahabat Rasulullah saw. Mereka berkata: “Kalian harus berjanji kepada kami jika tidak ingin kami bunuh.” Sebagian sahabat rasul berkata: “Kami tidak akan menerima ikatan atau perjanjian dari seorang musyrik.” Maka para utusan kabilah tersebut menyerang mereka hingga tewas.

Adapun Zaid bin Datsinah, Khubaib bin ‘Adi dan ‘Abdullah bin Thariq, mereka menyerah. Kaum musyrikin menjadikan mereka sebagai tawanan. ‘Abdullah bin Thariq terbunuh di perjalanan ketika melarikan diri. Sedangkan Khubaib dan Zaid, dijual kepada kaum Quraisy. Khubaib dibeli oleh Hujair bin Abi Ihab at-Tamimi, untuk disiksa atau dibunuh sebagai balas dendam atas ayahnya, yakni Umayah bin Khalaf. Zaid dibawa keluar dari daerah haram (daerah suci yang dilarang keras terjadinya pembunuhan di dalamnya). Segerombolan Kaum Quraisy segera datang mengerumuninya, termasuk di dalamnya Abu Sufyan bin Harb.

Abu Sufyan bertanya kepada Zaid, “Semoga Tuhan mengutukmu wahai Zaid! Apakah engkau suka Muhammad berada di tempat kami pada saat ini untuk menggantikan tempatmu dan engkau berada di tengah keluargamu?” Zaid menjawab, “Demi Allah! Aku tidak suka jika Muhammad berada di tempatnya saat ini, terkena duri yang akan menyakitinya, sedangkan aku duduk di tengah keluargaku.” Abu Sufyan berkata, “Aku tidak pernah melihat ada orang yang mencintai orang lain, seperti para sahabat Muhammad mencintai Muhammad.” Setelah itu Zaid dibunuh.

Adapun Khubaib, ketika diseret keluar hendak disalib, ia berkata kepada mereka, “Bagaimana menurut kalian jika membiarkanku untuk melakukan shalat dua rakaat. Setelah itu lakukanlah apa yang kalian inginkan!” mereka berkata, “Terserah dirimu, lakukanlah!” lalu Khubaib melakukan shalat dua rakaat dengan sangat sempurna dan sangat baik. Kemudian ia menghadap para musuh dan berkata. “Demi Allah! Seandainya kalian mengira bahwa aku sengaja mengulur waktu karena takut mati, niscaya aku bersembahyang lebih banyak lagi.” Lalu ia bersyair:

Aku tidak peduli ketika aku dibunuh dalam Islam,

Dengan cara apapun disiksa anggota tubuh ini.

Hal itu berada pada Dzat Allah dan kehendak-Nya,

Dia akan memberkati anggota tubuh yang lumpuh ini.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.