Beranda Suplemen Ramadhan Ini Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Ini Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum

4
taqabbalallahu minna wa minkum
Taqabbalallahu minna wa minkum - bersamadakwah.net

Ketika seorang muslim bertemu dengan sesama muslim pada momen hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul adha, para sahabat Nabi mencontohkan untuk mengucapkan selamat hari raya dengan ucapan sekaligus doa:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ

(taqabbalallahu minna wa minkum)

yang artinya: semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian.

“Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bertemu di hari raya, mereka mengucapkan kepada sebagian lainnya: taqabbalallahu minna wa minka,” tulis Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Baari.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah juga menjelaskan hal serupa. Bahkan tidak hanya untuk Idul Fitri, namun untuk Idul Adha juga. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Jubair bin Nafir, ia mengatakan, “Apabila sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum.”

Baca juga: sholat idul adha

Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Lalu bagaimana jawaban taqabbalallahu minna wa minkum?

Dalam riwayat sahabat dan salafush shalih yang sampai kepada kita, jawaban taqabbalallahu minna wa minkum adalah doa yang sama: taqabbalallahu minna wa minkum.

Dari Habib bin Umar Al Anshari, ayahnya bercerita kepadanya bahwa beliau bertemu dengan Watsilah radhiallahu ‘anhu ketika hari raya, maka ketika ia mengucapkan kepada Watsilah, “Taqabbalallahu minna wa minkum,” Watsilah menjawab, “Taqabbalallahu minna wa minkum.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Mu’jam Al Kabir)

Dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, ia berkata, “Saya bertemu dengan Yunus bin Ubaid, dan saya sampaikan, ‘Taqabbalallahu minna wa minka.’ Kemudian ia menjawab dengan ucapan yang sama.” (HR. Ad-Daruquthni dalam Ad Du’a)

Demikianlah jawaban sahabat dan salafus shalih, ketika mendapatkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. Jawaban ini seperti perintah Allah dalam Al Qur’an,

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Jika kalian diberi salam dalam bentuk apa pun maka balaslah dengan salam yang lebih baik atau jawablah dengan yang semisal” (QS. An Nisa’ : 86)

Semoga kita bisa meneladani Rasulullah dan para sahabat beliau, termasuk dalam mengamalkan ucapan taqabbalallahu minna wa minkum. Meskipun, ucapan lain seperti “minal aidin wal faizin” pada Idul Fitri juga tidak dilarang. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

4 KOMENTAR

  1. Bagaimana kalau diucapkan ketika selesai ngaji atau belajar?
    saya waktu kecil ketika selesai mengaji diajarkan membaca “Taqabbalallahu minna wa minkum. Taqabbal yaa kariim.” bahkan sampai sekarang apa bila setiap bulan puasa selesai tadarusan.

    mohon penjelasannya..
    terima kasih 🙂

    • Kalau diucapkan selesai ngaji, taqabbalallahu minna wa minkum maknanya berarti “semoga Allah menerima (ngaji/amal) dari kami dan (ngaji/amal) dari kalian.”

      Taqabbal ya Kariim artinya “kabulkanlah wahai Dzat yang Maha Mulia.”

      Jawaban seperti ini juga boleh karena intinya mengaminkan doa.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.