Beranda Suplemen Opini Jika Orang Membunyikan Speaker, Mengapa Kau Bakar Masjidnya?

Jika Orang Membunyikan Speaker, Mengapa Kau Bakar Masjidnya?

27
Masjid di Tolikara Papua dibakar (Metrotvnews.com)

“Kalau orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga” (Matius 5:39)

Apakah kalian lupa ajaran kasih yang didengung-dengungkan saudara-saudara kalian? Bahwa kalian mengasihi sesama dan tidak akan membalas perbuatan yang tidak kalian sukai dengan perbuatan serupa?

Apakah kalian lupa ajaran kasih dalam kitab yang kalian baca setiap saat:

(38) “Kalian tahu bahwa ada juga ajaran seperti ini: mata ganti mata, gigi ganti gigi.
(39) Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: jangan membalas dendam terhadap orang yang berbuat jahat kepadamu. Sebaliknya kalau orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga.
(40) Dan jikalau orang mengadukan kalian kepada hakim dan menuntut bajumu, berikanlah kepadanya jubahmu juga.

Tiga ayat dalam pasal 5 Injil Matius tersebut, seharusnya menjadi pegangan kalian bukan? Jika orang menampar pipi kananmu, biarkanlah ia menampar pipi kirimu. Jika orang menuntut bajumu, berikan pula jubahmu. Lalu mengapa ketika ada orang membunyikan speaker, kalian bakar masjidnya?

Bahkan seandainya membunyikan speaker adalah bentuk kejahatan, mengapa tak kalian maafkan? Atau jika kalian mau kembali ke ayat 38, balaslah speaker dengan speaker.

Mengapa pula kalian tak berpikir, bahwa tidak mungkin khutbah di lapangan seluas itu tanpa pengeras suara. Jamaah tidak bisa dengar, bukan? Dan bukankah speaker yang dipasang juga volumenya telah diatur untuk hanya terdengar jamaah yang beribadah Idul Fitri tanpa menimbulkan kebisingan yang berarti?

Namun sebagian saudara-saudara kalian membisikkan, kalian tidak seperti mereka. Mereka juga kalian musuhi, mereka juga kalian dzalimi. Jika demikian, apakah kalian benar-benar teroris seperti kata para pakar? Teroris tidak mengenal agama. Patutlah jika teroris main bakar, teroris main hantam, teroris main kekerasan. [Syaifullah]

27 KOMENTAR

  1. Tidak akan pernah tenang kaum yahudi dan nasrani atas ibadah yg dilakukan umat nabi Muhammad penghuni surga,InsyaAllah akan ada balasan dari yang mahakuasa,jangan percaya pada pemerintahan Jokowi.

  2. Apa benar Mesjidnya dibakar ATAU ikutan terbakar…???
    Media menyebarkan berita, itu tugas mereka. Tapi jangan sampai kita terprovokasi akibat berita yang bersifat hipotesis yang belum bisa dipastikan kebenaranya.

  3. hormati adat istiadat setempat.yg minoritas tau dirilah..papua itu daerah mayoritas kristen..knp kamu jd berkuasa?pake speaker kencang kencang..emang salad
    .ied tak bisa di dalam ruangan?

    • Bung Syaifullah..
      Bagaimana jika komentar anda itu juga diperuntukkan utk umat kristen di jakarta, solo, dan wilayah jawa lainnya?
      Bikin gereja besar di depan istiqlal, apa itu juga disebut “tau diri” menurut versi anda?
      Membuat gerakan Kristenisasi di kampung2 Islam, apa itu juga disebut “tau diri”? Membuat arak-arakan Salib di jalan raya Solo yg melintasi salah satu pesantren besar di solo, apakah itu sudah disebut “tau diri”, lalu apakah anda mendengar berita bahwa arak2an Salib kami bubarkan? Peringatan Natal di depan Istiqlal kami hancurkan? Tidak kan, lalu umat siapa yg lebih dulu melaksanakan TOLERANSI dan LEBIH TAU DIRI?? Jangan Ngajari kami sikap tau diri, padahal komentar anda itu saja sudah cukup mencerminkan sikap anak bangsa yg TIDAK TAU DIRI!

      Salam Jaya NKRI
      Wong Cilik

    • berarti boleh dongbakar gereja di area yang kristennya minoritas? atau kami tulis surat undangan, dilarang nyanyi dalam gereja, dilarang makan babi, dilarang ini itu? kan minoritas boleh diperlakukan seenaknya oleh mayoritas? bukannya begitu apa yang kau maksud?

    • sipulah..np pke nma islam ms.? mng cinta sma Islam ya, klo cinta knp coment nya berseberangan???itu maksudnya salad ied apa salad buah mas????hahahaha ketauan bodohnya ya…oy y lo kamu kristen ato katolik peke nama yesus slamet hariyadi ja biar keren jng pke nama islam…

  4. Kl membaca statement nya syaifullah …. besok2 d aceh bakal d habisin tuh umat kristen… kami d aceh walaupun mayoritas ttp mberikan toleransi yg besar kpd yg minoritas… ndak ada tuh gereja yg d larang bnyikan lonceng, pakai papan nama… bahkan d tmpt sy tinggal ada 1 org kristen jg ndak prnh d ganggu… dasar kalian nya aja yg goblok, ndak tau diri… sbnrnya org sprti kalianlah yg pantas d sbut TERORIS… makanya kl mau comment mikir dulu… jangan asbun… semoga Allah berikan ptunjuk kpd ente…

    • jangan jauh2 ke Aceh, liat aja tempatnya si sapiulah bagaimana islam memperlakukan toleransi ke umat laen…kita islam mayoritas di negeri ini malah kesannya minoritas…mereka aja mayoritas malah ngelunjak banget…apa yang kita kekang pada mereka kaum salibis

  5. Buat bang saefullah,maaf sebelum’a anda muslim apa non muslim,dari nama anda seperti orng muslim tp coment anda seperti orng kafir,jngn2 anda cuman seorng provokator yg hanya memenaskan suasana,..

  6. @saifullah ;anda memperlihatkan kebodohan anda, emank kafir g bisa di kasih hati makin melonjak, minoritas tp mw mengatur seenak udel, asal kalian tau ya kafir ,muslim di tolikara emank minor tp saudara muslim di negeri ini mayoritas, kalian kaum kafir hanya menyakitin diri sndiri

  7. Jangan perna percaya yg namanya orang kafir,,,,mereka adalah pendusta,,,kalian akan tau di saat kalian mati,,siapa tuhan pencipta alam semesta,,,yaitu allah swt,,,

  8. Yang namanya khutbah di tengah lapangan ya mesti pakai speaker,. Kalo nggak mana bisa dengar.

    Kalo spekernya yang salah kenapa mesti masjidnya yang di bakar,. Kristen itu kalo mayoritas jadi penindas, kalo minoritas minta di kasihani karna mengira dirinya di tindas

  9. baca komenan si syaifullah kok rasanya pengen nonjok mulutnya ya.skarang di lapangan gag pakek speaker kedengeran dari mana mas,rumah saya di blitar samping rumah saya gereja,saya islam,tiap minggu pagi ramai orang,tapi saya gag bakar itu gereja,kalo komen dipikir dulu mas,kalo asal ngomong keliatan begonya

  10. Apakah begini seluruh umat beragama di Indonesia? Saling menghujat agama lain, berkata-kata bahwa ajaran masing-masing agama benar. Apakah tidak berdosa bila kalian yg berbeda agama saling mengejek? Kalian ingin menjunjujung pendapat kalian didalam perdebatan yg menimbulkan kerusuhan? Sungguh ini hanya negara yg terlihat saja penuh toleransi padahal semua itu NOL!

  11. Comment
    Di negri ini semua orang hanya pandai bicara tp bodoh dalam bertindak …saya muslim saya mendengar masjid di bakar saya marah tapi tak tau marah sama siapa…jika semua yg pandai bicara juga sejln dengan tindakan nya alang kah baik nya…misalnya jangan macam2dengan kaum islam di indonesia siapapun yg macam macam di bunuh tak pandang bulu siapapun itu….termasuk bang saifullah yg comen kurang ajar di atas…salam semua tegakkan agama ALLAH

  12. Para pelaku rusuh hanya berani karena banyak coba kalau sedikit mana berani, datang aja ke tempat mayoritas kalau Tidak mati kayak anjing semua.

  13. Tenang2 smua,jangan kelahi,liat itu bunyi ayatnya diatas,/igi balas gigi,mata balas mata,.blas aja smuanya ,spt di ambon waktu pemerintahan gusdur,.

  14. biasa kalo orang lagi ketakutan kan memang anarkhis padahal Al-Quran kitabnya ummat islam tidak pernah memaksa ummat lain masuk ke dalam agama islam itulah hebatnya Al-Quran yang suka silahkan yang gak suka jangan iri dan islam hanya menawarkan siapa tau ada yang suka dan kalau ada orang khubat ummat lain jangan sakit hati itu hanya memberikan peringatan terhadap ummat islam sendiri jika agama yang lain agama yang paling benar ngapain sakit hati kalo mesti sakit berarti agamanya tidak benar dong….!

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.