Beranda Kisah-Sejarah Kisah Maryam Mengandung Isa (Bagian 2)

Kisah Maryam Mengandung Isa (Bagian 2)

0
gurun (hdw)

Lanjutan dari Kisah Maryam Mengandung Isa

Firman Allah Taala,

Dia (Maryam) berkata, Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!(QS. Maryam [19]: 20)

Maryam mengatakan, bahwa bagaimana mungkin dia akan mempunyai seorang anak karena ia tidak mempunyai suami dan bukan seorang pelaku zina.

Firman Allah Taala, “Dia (Jibril) berkata, Demikanlah. Tuhanmu berfirman, Hal itu mudah bagi-Ku, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia….(QS. Maryam [19]: 21)

Jibril menjawab keheranan Maryam tentang seorang anak yang lahir tanpa ayah dengan mengatakan,

“Itu adalah janji Allah, Dia akan menciptakan anak untukmu karena itu adalah suatu hal yang mudah bagi-Nya dan Dia Maha Berkuasa di atas segala sesuatu.”

Dalam ayat juga dijelaskan bahwa hal itu sangat mudah bagi Allah Taala dan menunjukkan betapa sempurnanya kekuasaan Allah di atas seluruh makhluk.

Allah Taala menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu, menciptakan Hawa` tanpa ayah dan ibu, menciptakan Isa melalui ibu tanpa ayah, dan menciptakan seluruh makhluk yang lain melalui ayah dan ibu.

Allah Taala berfirman, “Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami.(QS. At-Tahrim [66]: 12)

Jibril meniupkan roh itu atas perintah Allah ke saku baju Maryam dari jarak jauh, lalu roh itu masuk ke kemaluannya, maka seketika itu ia hamil layaknya wanita yang telah berhubungan badan dengan suaminya.

Allah Taala berfirman, “Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.(QS. Maryam [19]: 22)

Ketika Maryam mulai mengadung, maka dunia seolah-olah menjadi sempit baginya.

Maryam juga paham bahwa ketika manusia mengetahui dirinya hamil tentu mereka akan memperbicangkannya, oleh karena itu dia lebih memilih mengasingkan diri ke tempat yang jauh.

Demikianlah Al-qur`an menceritakan kondisi Maryam saat mengandung bayi yang kelak menjadi seorang Nabi.

Disarikan dari Nihayatul ‘Alam karya Syaikh Dr. Muhammad Al-Arifi.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]