Beranda Kisah-Sejarah Kisah Nyata Kisah Nyata “Neraka” di Rumah Sakit Fatmawati

Kisah Nyata “Neraka” di Rumah Sakit Fatmawati

113
Poskotanews

Saya pun protes pada dokter pria yang jaga malam itu.“Kok keponakan saya dibiarkan begitu saja” marah saya malam itu. Ia dengan lantang menjawab bahwa itu sudah maksimal. Kalau saya tambah lagi dosisnya bisa lewat, lanjut penjelasan sang dokter malam itu. Lalu saya bertanya kenapa luka tidak diobati atau diperiksa? Dokternya jawab, kami perlu penyangga lehernya, kalau tanpa penyangga leher kami tidak berani melakukan apapun karena khawatir mengganggu sistem syarat kepalanya.

Berikut penuturan lengkap dari saudara Safari Anas tentang pelayanan publik Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan yang layaknya “neraka”.


Jam 00.15 wib (05/12) hp saya berdering. Keponakan saya memberi kabar bahwa dirinya dan ibunya sedang berada di UGD (Unit Gawat Darurat/Emergency) Rumah Sakit Fatmawati. Adik lelaki bungsunya kecelakaan motor tunggal. Karena tanpa helm, maka kecelakaan ringan itu menjadi gawat darurat lantaran kepala terbentur benda keras di jalan raya sekitar Sawangan Parung.

Saya tiba di UGD RS Fatmawati setengah jam kemudian. Saya lihat betapa sibuknya UGD disini. Tempat tidur pasen penuh, sehingga beberapa pasen lainnya antrian dengan hanya duduk di kursi roda walau kondisinya antara hidup dan mati. Dokter jaga pun seakan pasrah dengan keadaan itu.

Saya lihat seorang pasen kecelakaan penuh luka dan darah segar terus mengalir membasahi sekujur tubuh hanya terduduk lemas hampir setengah jam dikursi roda disaksikan sanak keluarganya yang juga pasrah dengan keadaan menunggu tempat tidur pasen kosong.

Begitulah terus saling bergantian anteri. Termasuk keponakan saya, Gandy Nagara usia 13 tahun, anak bungsu adik kandung saya Heno Ali. Teman sekolahnya yang mengantarkannya ke UGD Fatmawati malam itu bercerita hal yang sama. Malah lebih parah lagi. Karena benturan kepalanya parah dan berdarah, kondisi keponakan saya hanya megap-megap di kursi roda sambil kaki dan tangan bergerak tegang karena gangguan syarat di kepalanya akibat benturan tadi. Teman-temannya yang ikut bersama konvoi motor malam itu hanya menangis melihat kondisi teman sekolah SMP nya itu.

Beruntunglah kakak kandung dan ibunya keponakan saya itu tiba, tempat tidur pun dapat. Tapi itu pun belum mendapatkan pelayanan maksimal, Gandy Nagara dinyatakan hanya terbaring dengan mulut terkunci, tangan dan kaki bergerak tegang terus berjalan-jam. Ia hanya diberi inpus dan suntikan dengan dosis tinggi untuk menahan rasa sakit.

Saya pun protes pada dokter pria yang jaga malam itu. “Kok keponakan saya dibiarkan begitu saja” marah saya malam itu. Ia dengan lantang menjawab bahwa itu sudah maksimal. Kalau saya tambah lagi dosisnya bisa lewat, lanjut penjelasan sang dokter malam itu. Lalu saya bertanya kenapa luka tidak diobati atau diperiksa? Dokternya jawab, kami perlu penyangga lehernya, kalau tanpa penyangga leher kami tidak berani melakukan apapun karena khawatir mengganggu sistem syarat kepalanya.

Sang dokter pun membuat resep untuk membeli penyangga leher. Ibu keponakan saya pun memberikan resep dokter itu di apotek UGD Fatmawati yang hanya bersebelahan ruangan. Setelah dicek di komputer, ternyata alat itu tidak ada untuk ukuran “S”. Kakak tertua keponakan saya yang korban itu pun berkeliling menyambangi apotik di sekitar Jalan Fatmawati. Ternyata nihil.

Karena sudah dua jam tidak ada kabar dari sang kakak naik motor beli penyangga leher ukuran S tadi, maka saya minta dibuat resep double dengan produk yang sama. Berhasil. Saya pun berangkat ke berbagai apotik 24 jam. Ternyata tidak menjual alat itu.

Upaya pun saya lanjutkan pencarian di berbagai apotik rumah sakit terdekat. Akhirnya saya dapatkan di apotik RS Pondok Indah harganya Rp265ribu. Betapa girangnya saya. Langsung dari Pondok Indah menuju Fatmawati dengan tancap gas tinggi. Tiba di UGD Fatmawati jam 03 pagi.

Begitu tiba, saya serahkan ke dokter jaga yang ternyata sudah berganti. Kini seorang dokter wanita. He he he….dengan nada kesal sang dokter itu bilang bahwa resep dokter tadi salah. Mana mungking penyangga leher ukuran S sedangkan anaknya sudah remaja. Lagi pula membutuhkan ” hard” bukan “solf” seperti yang dibeli. Lalu saya tanya, apakah saya salah beli, tidak, yang salah adalah resepnya, kata dokter itu.

Saya tatap wajah keponakan saya itu yang tetap tak sadarkan diri sejak kecelakaan jam 10 malam itu. Tangan dan kakinya terus bergerak tegang menahan sakit luar biasa. Napasnya pun tersengal-sengal, bahkan kabarnya napasnya sempat terhenti.

Melihat kondisi itu saya pun meluncur kencang ke RS Pondok Indah untuk menukarkan alat penyangga leher sesuai permintaan dokter. Ternyata apotik RS Pondok Indah tidak memiliki stok tipe itu. Apotik UGD Fatmawati pun tidak ada. Apotik RS Siloam di TB Simatupang pun tidak ada juga. Akhirnya saya meluncur ke apotik RS Pertamina. Tapi RS ini tidak menerima resep dari luar, lalu saya bilang sama apotekernya, ini bukan soal terima atau tidak terima resep tapi ini soal nyawa orang yang sudah terancam. Dengar penjelasan saya itu, akhirnya saya diizin menyerahkan resep tadi. Tapi sayang ukuran M yang diminta tidak ada, yang ada stok hanya ukuran L, sambil sang apoteker menunjukkan bungkusan alat itu ke saya.

Pupus sudah, karena azan Subuh sudah berkomandang menandakan pemburuan saya soal alat penyangga leher (neck collar) sejak jam 01 hingga jam 4.30 wib tak membuahkan hasil.

Saya pun kembali ke UGD Fatmawati. Keponakan saya sudah pindah ke ruangan “kritis”. Nafasnya semakin tersengal, saya usap dahi dan kepalanya sambil menitikan air mata. Betapa ia menahan rasa sakit yang luar biasa tanpa ada penanganan lainnya kecuali inpus tadi. Operasi tidak bisa dilakukan tanpa ada neck collar tadi. Lama saya mengusap kepalanya sambil menangis dan terbayang wajah ayahnya Heno Ali adik kandung saya yang meninggal 09 Desember 2014. Lama saya menangis sambil mengusap rambutnya, jangan-jangan keponakan saya ini akan menyusul ayahnya. Setelah itu ia tertidur. Saya pun izin pulang dulu, krn dua malam berturut-turut saya hampir tidak tidur. Waktu hp saya berdering tadi, baru mau mulai tidur.

Belum sempat tidur pulas pagi Minggu kemarin, kakak keponakan saya telp, bahwa Gandy Nagara mau dioperasi, minta izin. Alhamdulillah dalam pikiran saya. Rupanya, peyangga leher tadi ada di apotik di lingkungan RS Fatmawati tapi dikelola oleh swasta. Begitu alat itu terpasang, keponakan saya langsung di rodgen (baca: ronsen). Hasilnya, pendarahan di kepalanya sudah menyebar hampir separo kepalanya. Jalan satu-satunya hanya operasi.

Seorang wartawan senior Harian Kompas yang bertetangga dengan keponakan saya itu sempat protes ketika menjenguk. Mengapa Gandy Nagara baru ditangani jam 10 pagi padahal ia sudah berada di RS kelas satu itu sejak jam 10 malam?

Persiapan operasi pun dilakukan, kepala keponakan saya telah digunduli. Tapi sayang fisiknya sudah tidak kuat lagi. Detak jantungnya melemah dan tidak tertolong. Akhirnya, Gandy Nagara menyusul ayahnya yang meninggal setahun lalu. Bulan yang sama. Ayahnya tanggal 9 keponakan saya saya tanggal 6. Sebelum ia meninggal, sempat bilang ke Ibunya agar mereka ke makam ayahnya sebelum Pilkada.

Semoga engkau tenang alam sana wahai keponakanku. Dan InsyaAllah kau masuk surga karena tergolong anak-anak masih 13 tahun. Dosa-dosamu belum dicatat Malaikat. Karena masih tanggungan orang tua seperti kami-kami ini. Kamilah yang bersalah dalam hal ini.

Salam saya untuk Menteri Kesehatan dan Pak Jokowi, mbok ya sesekali blusukan ke UGD Fatmawati. Betapa mirisnya, mirip neraka. Salam

113 KOMENTAR

  1. Innaalillahi wa innaa ilaihi rooji’uun …
    Subhanallaah,,, sedih bacanya sebegitu buruk nya ya pelayanan RS Fatmawati trnyata, sy jg beberapa kali ke RS Fatmawati utk Periksakan anak 2 yang sakit, Dokter nya itu Judes bangeeettt. ….heran… klo gak mau melayani org sakit mbok ya jgn jd Dokter …

  2. Tidak heran dgn fatmawati..anak sy jg pernah mengalaminya. Dr pd mengantar nyawa ke ftmawati meningan ganti Rumah sakit. Yg pelayanan nya lbh baik

  3. Dokter sudah benar, jangan melakukan prosedur apapun sampai terpasang pengaman saraf leher, kalau barang di belum ada, apa salah dokternya juga jadi salah

    • Mohon maaf, kenapa rumah sakit sebesar itu tidak menyediakan alat penyangga leher? Padahal alat itu sudah pasti sangat di butuhkan.mengingat rumah sakit tersebut adalah rumah sakitnomor 1??

      • Semua yang terjadi atas kehendak Allah. Semoga kita bisa mengambil banyak hikmah atas kejadian tersebut. Mari doakan yang terbaik untuk semuanya agar ke depan tak ada lagi kejadian yang tak diinginkan.

        • Saya turut berduka dengan kepergian gandi negara smoga Allah SWT memberikan tempat yg terbaik dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan dengan musibah ini.
          Smua yg terjadi memang kehendak Allh SWT, namun usaha manusia atas suatu kejadian juga harus optimal dalam hal ini pengelola rumah sakit. Penyediaan obat dan perlengpakan medis haruslah tersedia. ini hanya satu dari deretan kejadian yg ada.
          saya pun pernah mengalami. bagaimana keponakan saya umur 2,5 tahun yg kritis masuk UGD dirumah RSUD didaerah jakarta timur tdk dilakukan penanganan yg maksimal dan dijadikan satu dengan pasien dewasa lain mereka mengatakan tidak ada kamar ICU ntuk bayi/anak. kamipun meminta untuk dicarikan rumah sakit lain yg terdapat ruangan khusus anak, namun suster jaga hanya mengatakan kalau ingin cepat bapak bisa cari datang langsung saya sendiri. koordinasi antar rumah sakit saja tidak berjalan. Kami pun mencari kerumah sakit yg dikelola pemerinta karena kami menggunakan ASKES tp usaha kami sia sia smua rumah sakit mengatakan penuh / tidak ada. akhirnya kami mencari kerumah sakit swasta dan kami dapatkan ruangan untuk penanganan anak. tapi dirumah sakit swasta rawat inap seperti menginap hotel, kami ditawarkan berbagai harga yg berbeda. Disini kita lihat bahwa dalam keadaan warga negara sendiri sulit pun masih ada diskriminasi ekonomi dan sosial. dimana dengan harga yg tinggi fasilitas kesehatanya lebih baik. ditambah lagi kami harus deposit senilai Rp.10.000.000, tapi dengan negosiasi dan permohonan kami akhirnya pihak rumah sakit mau menerima ponakan saya dengan nilai deposit Rp4 juta terlebih dahulu kekurangannya dapat dibayarkan apabila nilai deposit telah terpakai. Saat mendapat musibahpun kita masih harus dibebani dengan kesulitan mendapat akses kesehatan. walaupu akhirnya kami mn

    • sebagai seorang dokter tidak sepantasnya dia melakukan kesalahan disaat situasi emergency seperti itu. apalagi masalah penulisan resep. ini sangat fatal. berfikirlah bahwa pasien itu adalah keluarga kita sendiri.

    • Dokter jelas salah dong. Dokter dikasih pendidikan agar menjadi pintar. Kalau niatnya bantu nyawa manusia, pasti dia akan usahakan semaksimal mungkin untuk membantu pasien mengurangi rasa sakit. Masa penyangga hrs dicari oleh keluarga pasien.semua manusia disana kan saling terkait dengan tujuan yang sama yaitu menyelamatkan nyawa seseorang. Saling koordinasi dong seharusnya. Dokter bs minta tlng ke bagian lain utk mendapatkan apa yg dibutuhkan utk menyelamatkan seseorang. Tp memang manusia, ketika arogannya timbul, dia pun menjadi tdk peduli dengan tugas awal dia sbg dokter….:)

    • Anak 13 tahun ikut konvoi motor dan tidak pakai helm?
      Alhamdulillah orang tua sudah mengakui kesalahannya, semoga tidak terjadi lagi dan bisa di ambil pelajarannya.

    • Taii rumah sakit ngk profesional tutup ajah nih rumah sakit ngantri berjam jam berbelit belit pelayanan ny amat sangat buruk tutup ajah nih rumah sakit……ngak ada niat menolong manusia satu punn dokter ny disini gua sumpahinn dokter ny masuk neraka jahanam sama pengurus pengurus ny

      • saya setuju…rumah sakit ini harus ditindak tegas…pelayanan lambat…berbelit2,nyawa org buat mainan.saya ambil.kelas 1 tnpa bpjs..masa ga ada air…suruh beli darah 4kntong….udah sharian satu kntong pun ga hbis..kelewatan

    • waktu bokap gw lagi di IGD dalam waktu 24 jam ada 2 pasien juga disitu yg meninggal,, yang mana menurut gw harusnya 2 pasien itu ada di “red zone” tapi mereka berdua malah di yellow zone tempat igd bokap gw,, asli parah sih ini rumah sakit

  4. Innaalillahi wa innaa ilaihi rooji’un..saya terharu membacanya. Miris & ga percaya. Sebagian RS tidak memperdulikan betapa berharganya nyawa manusia. Sebagian Tenaga medis & Dokter mempunyai sikap masa bodoh sekaligus melakukan pembiaran atas nyawa manusia. Terkadang Diskriminasi.

  5. Dan sya pun mengalami hak yg sma…bru 2 bulan yg lalu bapak sya meninggal dsna..hpir sma ctra operasiny cma bedanya bpak saya pendarahan di otak..hrs segera dioperasi..tpi smpai di fatmawati msh dlm keadaan sadar tpi tidak ditangani..2 hari tanpa penanganan dan kepastian operasi..saat kritis bru mau dioperasi..tpi kondisi kesehatan sdh sngat menuru…
    Jdi klo buat sy mereka bukan suster dan dokter..tpi mlaikat pencabut nyawa

    • Setuju mbak, lebih baik cari rs lain, 8th lalu saya kena Dbd kalau dilanjut ke rs fatmawati mungkin sy sdh tdk tertolong, akhirnya sy di rawat ke Rs Setia Mitra dengan pelayanan yg jauh lebih baik

  6. Alm papa saya di rawat di fatmawati thn 2010, dulu UGD sangatlah minim, tapi yang datang untuk berobat banyak sekali. Dan benar, untuk kasur itu sangat lah minim

    Lalu kakek saya di rawat di sana tahun 2012, UGD tetap ramai . Miris saya memang melihatnya, suster n dokter nya , entah itu minim jumlah atau memang mereka sudah tdak maksimal dlam menghendel

    Dan baru2 ini almh nenek saya pun di rawat disana, UGD sudah meluas, akan tetapi jumlah pasien yg tidak dapat kasur u/ berbaring tetap ada

    Saya sudah berkali2 jaga orang di fatmawati, dan UGD selalu berubah semakin luas, tapi memang belum dapat menghendel pasien keseluruhan

    Semoga kedepan nya fatmawati bisa lebih baik lagi dalam fasilitas nya

  7. Mungkin karena para dokter takut disalahkan jika praktik diluar SOP. Kan banyak kasus pasien/keluarga nuntut dokter yg melakukan praktik penyelamatan diluar sop karena darurat…tp dikriminalisasi. Ya skrng banyak yg saklek dgn SOP.

    Indahnya SOP

    • .Sedikit2 malpraktek….malpraktek…dokter ga becus suster galak apotik ga lgkp disalahin…pokoknya saya sdh pake BPJS semuanya gratis… Barangkali dokter2 saat ini takut dgn gampangnya nuduh malpraktek. Shg semuanya harus melalui SOP… Barangkali pasien bisa tertolong jika dokter tdk tertekan oleh masarakat yg nuntut malpraktek…DALAM KEADAAN DARURAT SOP BISA TIDAK DIPAKE !!! Tapi resikonya kalo mati dokter dipidana dgn malpraktek… Kalo hidup ada cacat dituntut pulak…. Inalillahi wa ina lillahi rojiun

      • Yg jadi permasalah di sini jelas bgt,dokter jaga yg salah kasih resep,bayangin orang dah puter2 tu cari resep berjam2 hingga putus asa,&setelah begitu dapat salah shingga harus di tukar kembali & itu membutuhkan waktu yg ber jam-jam juga,saya turut berduka cita

  8. Sy turut prihatin dgn keadaan yg menimpa keponakan anda,, pada prinsipnya masih byk RSUD yg masih melihat kelas perawatan dan status sosial pasien,,, hrsnya ada sangsi buat perawat atau dokter yg mengabaikan standart pelayanan di RS, agar ada efek jera,,, tks

  9. Saya turut prihatin ya Bu atas kejadian yg menimpa keponakan ibu. Semoga jg bisa jadi pelajaran bagi kita semua, terutama pengawasan dalam penggunaan motor pada anak2, jangan lupa untuk memakai helm.

  10. Innalilahi wainailahi roziun…sedih nya baca nya..masih saja ada pelayanan keji yg tidak manusiawi…nyawa manusia dianggapnya nyawa ayam…tak bisa berbuat dan bil buat manusia keji..ya allah ampuni lah dosa atas manusia keji yg berhati binatang itu…surga tempatnya mu nak atas manusia keji kau dpat t4 terindah di sisi allah..mohon lah di tindak lanjuti atas pelayanan rumah sakit yg tidak komperaktif…

  11. Jangan nyalahin satu pihak, naik motor itu wajib pake helm, untuk melindungi hal” yang tidak di inginkan dan setiap rumah sakit itu punya SOP untuk pelayanan dan fasilitas. Positif aja nyawa itu di tangan tuhan, bukan rumah sakit. Kalo emang sudah waktunya pulang. Ga pandang umur dan usia…

    • Naik motor hukumnya wajib pakai helm.
      Mengendarai motor juga hukumnya wajib memiliki SIM dulu.
      Ada alasannya kenapa pemberian SIM dibatasi untuk usia minimal 17 tahun.
      Kewajiban orang tua memastikan syarat keselamatan anaknya terpenuhi.

  12. rs Fatmawati memang parah
    Alhamdulillah ga pernah harus dirawat disana baik saya maupun keluarga, jangan sampe..Karena pernah juga nganterin temen kesana dan yaa begitulah keadaan UGDnya, sejak saat itu saya ga suka Rumah Sakit, Dokter dan Suster di Indonesia.. Herannya lagi Rumah Sakit Negara ko Penyangga Leher aja ga ada
    Padahal itu fungsinya urgent banget lhoo
    Dan setiap hari dibutuhkanl

  13. innalillahi wainailahirojiun…sedih bacanya..
    jadi ingat pengalaman pribadi sekitar 4th yll, saya masuk ke igd jam 11 malam krn kehamilan saya mengalami perdarahan ..bener2 dicuekin,tdk dianamnesa dan mrk tdk melihat kegawatan yg dialami sm sekali, petugas cm bilang kl mau silahkan tgg diluar krn kursi roda di dlm pun penuh smp ada tempat tdr kl g mau ya tdk apa2 krn dokter jaga mrk lagi g ditempat jg….akhirnya tanpa pikir panjang plg dan mencari rs lain.. mengerikan mereka tdk menganggap berarti nyawa manusia…

  14. Kecelakaan tunggal motor, 13 tahun, gak pake helm.

    Umur 13 belom punya sim, ga pake helm pula.

    Trus klo ud bgini jd nyalahin rs dan dokternya?

    Udah tau UGD RS penuh dan alatnya gak ada, knp gak pindah RS?

    Klo emg ga ad biaya, ya tau diri lah knp juga tu anak kecil dibiarin naik motor sendirian ga pake helm

    • Sayang nyawa anak, jaga pergaulannya, umur 13 tahun ikut konvoi, kecelakaan terjadi ya karna ugal2an, imposible la sampai terpelanting ke jalan kalau ga ugal2an

    • Si anak memang salah udah ugal”an naek motor tanpa helm. Tp kalo sudah hampir meregang nyawa nya, seharusnya pihak RS tanggung jawab, jgn menyepelehkan nyawa seseorang. Karna sekali org sdh di cabut nyawanya tdk akan pernah kembali lg ke dunia. Apakah pihak RS menyadarkan hal itu ?

      • Si anak yg ugal2an kenapa RS yg disalahkan dan harus bertanggung jawab? Harusnya orangtuanya yg disalahkan.. gak akan ada asap kalo ga ada api… dokter memang harus menolong tapi tidak mesti harus mnyembuhkan karena dokter bukan Tuhan…

  15. Saya bukan karyawan RS fatmawati tp saya membenarkan tindakan RS fatmawati. Menurut saya keponakan anda tidak dibiarkan begitu saja. Kaalau dibiarkan begitu saja maka tidak akan d pasang infus, tidk akan diberi obat meskipun cuma penahan nyeri, dn pstinya antibiotik dan obat persyarafan jg diberikan. Kalau operasinyaa tertunda karena belum ada collar neck itu justru upaya untuk menjaga keamanan nyawa keponakan anda. Pada kasus fraktur cervikal tidaak boleh sembarangan mengubah posisi pasien karena akibatnya fatal. Keluarga pasien selalu menyalahkan pihak rumah sakit meskipun sudah ditangani sesuai prosedur, padahal penanganan sudah dilakukan, dan nyawa itu urusan Allah. Klo harus menyalahkan sebenarnya kesalahan keponakan anda sendiri, anak umur 13 th pasti belum punya SIM dan gaa pake helm juga melanggar aaturan lalu lintas. Belum layak menggunakan kendaraan, inilah akibat pelanggaran aturan. Kalau anda tidak mengerti dengan tindakan dari pihak RS, anda berhak menanyakan dan dokter pasti memberikan penjelasan, kalau anda mengerti prosedurnya maka anda tidak akan menyalahkan pihak RS.

    • bagaimana dg resep yang salah dari dokter laki2 sprt yg dikatakan oleh dokter wanita tadi, seperti itukah gambaran PROFESIONAL kerja seorang dokter yg tiap hari berhubungan dg NYAWA ? kalau bcr takdir jelas emg umur anak td in sya’Allah hanya segitu, tp yg perlu dipertanyakan adalah sejauh manakah cara kerja tenaga2 profesional di bidang MEDIS tersebut.

  16. woalah mas mas, yg namanya rumah sakit dimana mana sama aja. padhal itu pasien sudah ada uang untuk biaya, la terus nasibnya orang miskin yg gak ada uang tuk bayar rumah sakit gimana coba…. apa gak tambah sengsara !!!

  17. Kalau mengatasi masalah dengan cara menunjuk pihak lain yang harus bersalah, maka sekalipun pasien datang langsung dioperasi pun tidak ada yang bisa memastikan pasien sembuh. Apalagi setelah dioperasi meninggal, tetap dokter, perawat, rumah sakit yang salah. Pasien dan keluarga di pihak yang benar.

  18. Saya punya pengalaman di rs pemerintah….dokternya kurang rs over kapasitas apalagi dgn adanya program bpjs sekarang. Dokter juga manusia…yg tugas di shift 3 di ugd biasanya dokter yg dlm masa pendidikan spesialis. Bayangkan siang kuliah..malam tugas di ugd dgn jumlah pasien yg byk dan kasus yg beragam. Untuk pasien dgn kondisi ekonomi agak baik bila kondisi pasien memenuhi unsur kegawatan spt perdarahan lebih baik pindahkan ke rs lain…yg masih ada bed…dan pelayanan lbh cepat.

  19. Luar biasa ya membaca komen2 di atas. Pada banyak kasus (terutama kasus yang menyebabkan pasien meninggal) hampir selalu dokter, perawat dan rumah sakit yang disalahkan. Padahal tanggung jawab utama untuk menyediakan layanan kesehatan yang memadai itu ada di tangan pemerintah. Apakah selama ini anda tahu kalo anggaran untuk kesehatan kurang dari 3 % APBN, padahal amanat undang-undang minimal 5%. Pemerintah juga selama ini sepertinya lemah dalam hal analisis beban kerja rumah sakit, termasuk fasilitas rumah sakit yang memadai serta kemampuan dari para dokter dalam menangani pasien. Apalagi dengan kondisi saat ini yang mana sudah diberlakukan BPJS Kesehatan, kapasitas rumah sakit sepertinya selalu kurang dan beban kerja para dokter makin bertambah. Di lain pihak penghargaan terhadap tenaga kesehatan tidak banyak berubah. Jadi saya kira kita seharusnya melihat masalah ini dengan kaca mata yang lebih objektif. Satu hal yang pasti, kenapa penulis tidak sama sekali mempersoalkan orang tua si anak yang membiarkan anaknya yang masih berusia 13 tahun keluar malam pakai motor tanpa memakai helm. Sekali lagi tolong objektif lah memandang kasus ini…….

    • Yg dibilang pak hidayatullah saya setuju. Belum tentu kesalahan mereka sepenuhnya. Kalau anda semua tau bagaimana kondisi kerja di dalamnya mungkin anda tidak serta merta menyalahkan. Maaf saya bukan karyawan disana.
      Tentang beban kerja yang perlu dianalisis.

  20. Turut berduka cita untuk keluarga yg di tinggalkan. Saya juga pernah mengalami hal yg sama. Waktu itu ponakan saya baru berusia 5thn yg memiliki penyakit leukimia. Waktu di rawat di sana pelayanan sungguh sangat mengecewakan. Keponakan saya yg sudah terbaring kritis di rumah sakit fatmawati waktu itu di biarkan kesakitan begitu saja sedangkan suster-suster disana dgn asiknya sedang bermain handphone dan ada juga yg sedang ngbrol sambil sambil tertawa lepas. Tanpa beban bahwa ada orang sakit disana yg sedang mereka jaga dan lebih parahnya lagi dokter disana pun jarang ada di tempat jd penanganan utk keponakan saya tdk baik. Hingga tepat lewat subuh sekitar 05:30 keponakan saya sudah di panggil oleh Allah Yang Maha Kuasa. Semoga di sadarkan utk mereka yg bekerja di RS Fatmawati utk suster dan dokternya semoga dpt di beri hidayah agar lebih bijaksana dlm menjalankan tugasnya.

  21. Kita lihat dari dua sisi. Sisi RS, dia salah. Sisi orang tua, dia lebih gila.membiarkan anaknya 13 tahun naik motor, g pake helm.utk jadi geng motor kayanya y. Dosanya adalah org tua yg biarkan anak keliaran malam2.capeee deee…

  22. Innalilahi wainna ilaihi raji’un semoga dengan kejadian seperti itu tidak ada lagi konvoi anak kecil memakai sepeda motor lagi dan tenaga medis semoga tidak mendapatkan pasien biar indonesia sehat semua dan tidak dikambing hitamkan opini publik awam .Amin

  23. inalillahi wa’inalilahi rojiun . sabar ya tante dan keluarga yg ditinggalkan . selamat jalan saudaraku . saya pun pernah ngerasain apa yg dirasain tante dan keluarga .turut berduka cita

  24. Sya jga pernah ngalamin pelayanan yg buruk di RS.Fatmawati, wkt itu ibu mertua saya sdg sakit pdhal kondisi beliau sdh sekarat, kami buru2 sewa ambulan dgn harapan bisa smp di RS.Fatmawati lebih cepat dri pda pake mobil biasa, tapi begitu sampe disana ibu saya malah tdk segera ditangani, alasan kamar penuh’laah.. tempat tidur’nya kosong’lah dsb.. bgtu dpt kamar selang brp hari akhir’nya ibu mertua sya meninggal dunia, sya bener2 kecewa dgn pelayanan RS yg bgtu lambat & mrk spt nya mengganggap remeh kondisi pasien.. nauzubilah jgn smp deh msk ke RS.Fatmawati lagi..!! yg ada malah’an dtg hidup pulang nya wafat..!! Kami ikhlas & percaya memang umur adalah kekuasan Allah.SWT tetapi kalo saja saat itu ibu kami segera dpt tindakan medis dgn cepat & tepat.. tentu saja hal ini tdk menjadi ganjelan buat kami anak2nya..!!

  25. Mudah mencari kesalahan, sulit memberi solusi apalagi empati,,, kasus ini dibagi saya rasa sekedar curahan hati orang yg berduka cita. Kalau mau menyalahkan korban krn tdk pakai helm, mudah.menyalahkan pemerintah juga mudah,,menyalahkan dokter juga mudah,,,namun yang diharapkan adalah kejadian ini jadi “pelajaran” dan “pengalaman” buat siapapun. Terakhir saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya keponakan penulis, saya berharap semua RS di Indonesia khususnya memperbaiki pelayanan,lbh menggunakan empati&profesional. Saya berharap apotek sekitar RS bs melengkapi peralatan/obat spy dpt membantu nyawa pasien. Dan terakhir untuk pemerintah sebaiknya memperbaiki aturan atau membuat survey atas pelayanan RS,atas kelengkapan obat/alat di apotek dan atas aturan yg berlaku sekarang. Terima kasih

  26. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.. Turut berduka cita mas. Semoga diberi ketabahan dalam menghadapi ujian berat ini. Segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini adalah ketentuan-Nya. Semoga dengan peristiwa tadi menjadikan kita semakin berserah diri pada-Nya. Ada hikmah luar biasa yg dapat kita petik dari peristiwa ini, mungkin Dia menegur pemerintah kita yang belum maksimal mengelola aset negara, mungkin juga Dia menegur kita sebagai orang tua yang lalai menjaga amanah-Nya.
    Kita sama2 doakan biar arwah almarhum diterima disisi-Nya, doakan juga biar negeri ini semakin baik.
    Salam.

  27. Apa sumber atau penyebab pasien dirujuk ke rumah sakit, tak perlu di permasalahkan. Karena tugas pihak rumah sakit adalah menyelamatkan nyawa dan kesehatan manusia semaksimal mungkin.

    Jika penyebab pasien -dalam hal ini anak 13 tahun- masuk rumah sakit gegara konvoi motor tanpa helm diributkan, mending nama “rumah sakit” diganti dengan “Polsek” atau “Polres”.

    Perlu ditinjau lagi motif dan kompetensi para tenaga medis di rumah sakit. Mereka “berlomba” mengejar cita-cita “ingin jadi dokter” adalah berangkat dari motif mulia: menolong sesama. Dan menolong sesama itu ada sertifikasinya. Tujuannya adalah demi profesionalitas (mengerjakan profesinya dengan optimal). Jika yang dikejar adalah waktu luang dengan harapan mendapat bayaran tinggi, mohon jangan ambil profesi yang berhubungan public service.

    Jika para penelantar masih “bebal” nuraninya -setelah ratusan atau ribuan pasien seperti kisah di atas- Alloh tidak tidur. Ubahlah cara pandang dan perilaku Anda. Jangan sampai Alloh yang “turun tangan langsung” menangani Anda. Dan itu artinya, kepedihan yang amat sangat sedang menghampiri Anda. Semoga Alloh memendarkan hidayah oada kita semua. Aamiin.

  28. Perlu untuk menanamkan sifat disiplin, safety, dan taat peraturan.
    Gimana ceritanya anak SMP bisa keluar rumah konvoi malam hari, tanpa helm?
    Sepertinya kegiatan preventif lebih baik untuk diambil hikmahnya dari kejadian ini 🙂

  29. Kejadian ini hampir sama pernah dialami oleh kakak saya sendiri di rumah sakit yg sama memang rumah sakit ini sudah terkenal di wilayah selatan atas keburukan layanan dan fasilitasnya

  30. Daripada menyalahkan orang lain. Lebih baik introspeksi diri sampai bisa ada kejadian anak di bawah umur naik motor tanpa helm tengah malam lagi.

  31. Inna lillahi wa inna ‘illaihi roji’un…semoga adinda khusnul khotimah dan diberikan tempat terindah di sisi Allah SWT…
    Kecelakaan itu mjd pembelajaran pentingnya pengawasan orangtua thd pergaulan anak2 remaja …anak laki2 sebesar itu mmg kbanyakan senang motor..sbg orangtua wajib mengarahkan dan membatasi akan bahayanya…terlepas mslh tsb..mmg ada bbrp RS yg layanannya kurang baik..sdh sewajarnya hrs mperbaiki..kembali lagi ke hati nurani dan tujuan utama bekerja di RS..tentunya u mbantu kesulitan orang2 yg sedang bmasalah dgn kesehatan..minimal dg layanan dan sikap yg berempati kepada pasien akan menenangkan pasien maupun keluarga pasien..jika mmg prosedurnya mengharuskan tersedianya bbrp obat khusus ya ga mslh..jika dikomunikasikan dg baik pasti yg ini tdl terjadi..maklum akan tindakan paramedisnya..maklum dg kepanikan pihak keluarga…mari sama2 instropeksi..jgn saling menyalahkan..ber khusnudzon saja…kun fayakuun..

  32. Komentar: iyaa memang benar saya sangat setuju kalo rs fatmawati itu bagaikan neraka .
    saya supir pribadi , suatu saat saya pernah mengantarkan tetangga saya yg sakit . Saya tidak mengerti penyakitnya apah tapi yg jelas itu seperti asma dan nafasnya . Saat sampai di rmh sakit sama kejadiannya tidak ada penangangan dia duduk dikursi roda dan itu pun druang antri dengan nafas yg sesak dia menunggu sampe dapat kamar . semalam tidak ada penanganan . Saat pagi dia baru dpt kamar dan baru ditangani, Hanya berselang 1 atau 2 hari dirmhsakit tetangga saya pun meninggal dunia . Memang semua sudah takdir allah . Tp kalo diliat prosesnya agak miris , kenapa rmh sakit besar seperti itu ? Entahlah .

  33. Dulu RS.Fatmawati adalah RS dengan predikat terbaik,kenapa sekarang jadi predikat terburuk.apa yg salah?dan siapa yg salah?kematian memang takdir.tp ke kelalaian adalah kesengajaan.sama juga mempermainkan nyawa seseorang.untuk Kemenkes tolong di benahi lagi,apa yg salah dengan semua ini?

  34. Mohon maaf, memberi tanggapan sedikit. Saya sebagai tenaga kesehatan membenarkan tindakan dokter tersebut, walaupun saya bukan petugas di RS Fatmawati. Mungkin masyarakat awam terlalu mudah angkat bicara “kenapa keponakan saya ditunda operasinya? Resepnya kok bisa salah??”. Hei! Lihat dengan matamu, dokter juga manusia bukan robot! Tahu apa anda tentang SOP tindakan medis?? Pasti gak tau apa2 kan??? Buat apa dokter mau operasi tapi alat2nya belum siap. Lebih baik menunda dahulu daripada nanti dibilang malpraktik. Dibilang tidak manusiawi, masalah buat lo? Yg penting sudah sesuai SOPdan tidak melanggar aturan. Mau sok pahlawan tapi setelah itu dibilang malpraktik, gakk… kita gak mau sok pahlawan. Operasi ditunda? Lihat dong berapa banyak yg mau dioperasi dan seberapa banyak kasus yg harus ditangani segera. Berharap kasus ditangani segera dengan BPJS? Mimpi. Kalau memang itu dokter gak perduli buat apa ada tindakan medis seperti memberikan infus dan anti-nyeri diberikan?? UGD ramai? Emang seperti itulah suasana UGD, apalagi di kota metropolitan semacam Jakarta. Mau menyalahkan dokter yg jaga? Bayangin aja tu 1 dokter vs 100 pasien. Kondusif gak? Gak kan pasti. Kalau sudah tahu begitu kenapa gak minta rujukan ke rumahsakit lain. Sudah deh kalau gak tahu apa2 tentang SOP di rumahsakit gak usah menghujat. Jadi dokter gak semudah yg anda pikir. Butuh bertahun-tahun baru bisa dapat gelar dokter. Kalau sudah ada kasus begini aja rumah sakit yg dibilang neraka. Giliran para pemerintah yg seharusnya mengelola rumah sakit dibiarkan aja korupsi sesuka hati. Sadar hei masyarakat, hentikan diskriminasimu!! Semoga selalu diberi kesabaran yg buat thread ini 🙂

    • Komentar anda seperti ada amarah tersendiri. Maaf, sedikit empati bagi keluarga yg sedang tertimpa musibah akan lebih manusiawi, bukan dengan argumentasi derita anda selaku petugas pelayanan kesehatan vs derita pasien yg tengah kritis, bahkan telah meninggal dunia.

  35. Sebuah renungan juga utk kita. Cegahlah anak kita yg berusia dibawah 17thn (belum memiliki SIM) utk mengendarai motor. Sebelum anak kita mjd korban atau sebelum orang lain mjd korban anak kita.
    Mengendarai motor tanpa SIM adalah suatu pelanggaran hukum, bukan suatu kebanggaan.

  36. memang benar rs fatmawati pelayanany sangat buruk sekali karna sy jg mengalaminy 2x…
    semoga mentri kesehatn dn Bpk Presiden srta Gubernur DKI blusukn k RS.Fatmawati……aamiin

  37. anak saya 4 bulan juga dapet perlakuan yg sama…padahal anak saya sudah dehidrasi mmuntaber berat.tp penanganannya yg bener” lama….masuk jam 12 malem jam 8 pagi baru dapet kamar.smalaman ga tidur dan nangis terus ga brenti.dan itu pun hanya dapet infus dan harus nunggu dokter untuk dapetin resep obatnya…saya istri ibu mertua saya hanya berdiri smalaman menunggu dapet kamar.perawat yg jaga pun judesnya ga ketolong,padahal laki” (tulang lunak alias rada ngondek)…klo ga mikirin anak udah saya ajak brantem itu orang diluar…….qta sbagai kluarga pasien harus sabar aja,suatu saat mreka dapet balasan yg setimpal.mohon maaf saya bukan menjelek”n ya…itu adalah fakta.

    • dehidrasi memang solusi utamanya infus koq, utk memenuhi kebutuhan cairannya.. Bukan Soal mau brp jam dpt kamar.. Yg penting kebutuhan cairannya terpenuhi.. Dan utk resep memang hanya dokter yg berwenang utk memberikannya.. Jadi please.. Jgn memandang sebelah mata tenaga kesehatan, mereka sudah berusaha menolong anda, tp skali lg smua ada SOP nya..yg harus mereka jalankan yang tidak semua org awam dpt mengerti

    • Iya dehidrasi itu artinya KEKURANGAN CAIRAN. Obatny? Tentunya CAIRAN. Cairan apa yg paling cepat dan tepat utk mengganti cairan yang hilang? Ya CAIRAN INFUS. Ga ada hubungannya sama kamar.
      Anda ga tau terimakasih. Sudah diobati malah cari2 kesalahan.. Kurang informasi. Tapi sok tau.

  38. kenapa anak umur 13 tahun dibiarka pake motor.ga pake helm .malam2 lagi.orang tuanya kemana?makanya anak jgn dijejelin harta benda aja tapi bekali ilmu dunia dan ilmu akhirat.ga ada bapaknya sih jd ga ada yg ditakutin.didik lah anak kita dengan ilmu bukan dengan harta semata.

  39. mungkin untuk sebagian pembaca menyalahkan rmh sakit/dokternya dan sebagian pembaca lain sebaliknya, sebelumnya saya minta maaf ingin berkomentar prihal ini, dan sebelumnya saya ucapkan bela sungkawa sedalam2nya atas musibah ini. klo komentar dr saya bukan soal siapa yg salah mungkin ada benarnya dokter tak menangani langsung karna beresiko kalau tak ada penyangga leher tersebut (dokter yg lebih tau tentang ilmu kedokteran nya), tp di waktu yg sama dokternya jg salah memberi resep untuk peyangga leher tersebut, klo diperdepatkan soal ini 7 hari 7 malam pun takan selesai dan tak bisa mengembalikan Ghandy (keponakannya) lagi.. sebenarnya masalah dihampir setiap rumah sakit di indonesia adalah soal “BIROKRASI MENTAL PETUGAS” rmh sakitnya, seakan acuh tp tak acuh. coba fikirkan dr kejadian ghandy ini, Dokter itu dan ada dirmh sakit dijkt pasti tau caranya berkoneksi dgn Petugas rumah sakit dijakarta lainnya, atau setidaknya bisa lebih mudah menanyakan ke petugas rmh sakit sekitar yg memiliki penyangga leher tersebut mengatasnamakan profesinya, dr pd pihak keluarga yg muter2 belum tau ada diapotek rmh sakit mana penyangga tersebut, kan jd lebih mudah pihak keluarga mencarinya bila sudah tau harus beli dimana atas “BANTUAN” si dokter tadi (dan ga buang2 waktu). saya yakin seyakin2nya pasti bisa lah…, pasti dokter bisa terkoneksi ke rmh sakit lain sekedar menanyakan penyangga itu, tp kan masalahnya hampir setiap (sorry) Petugas rmh sakit tak mau dibuat repot oleh hal2 seperti itu, smuanya diserahkan ke pihak keluarga, dengan alasan “PRIORITAS” kerja, padahal setiap nyawa adalah prioritas utamanya kan….

    sekian komen saya, maaf bgt klo saya salah soal pembahasan ini, komen saya keluar dr pemikiran saya sendiri.. saya mibta maaf bila tak berkenan.

  40. Innalillahi wa innaillahi rojiun..turut berduka…
    Saya jg sama seperti mba saat kedua orang tua dan anak saya yg usia nya 3 thn kecelakaan dan dibawa k Rs.fatmawati,anak saya yg kondisi wajah penuh dengan darah,tak ada 1 dokter atau suster yg menghampiri..hanya di biarkan saja..apa untuk membersihkan luka itu harus menunggu dokter?? Apa mereka tdk bisa ?? Klo ingat saya miris sekali…anak saya nangis dgn kesakitan…jam 4 sore masuk baru di tangani jam 2 pagi,dan setelah masuk kamarpun ga ada dokter atau suster yg datang…krna kesal hanya paksa mnta surat pulang…mulai saat itu saya kecewa dengan fatmawati…
    Maav klo ada kata2 yg salah..terima kasih saya boleh berbagi cerita disini…

  41. Bener banget tuh
    Bagusnya pelayanan BPJS juga tetangga gw kakinya udah membusuk butuh operasi malah ditunda dlu katanya baru bisa operasi sebulan lagi
    Hahaahahaaa

  42. Sistem UGD rumah sakit memiliki sistem pemilahan pasien yg disebut triase..dimana ada pasien yg perlu segera dilakukan dan ada yg hrs di tunda, masyarakan mkn masih minim mengetahui hal ini, karena semua yg pasien hadir pasti minta butuh disegerakan dilakukan tindakan.

    Dan seandai nya rumah sakit sedang penuh atau ruang operasi kekurangan tenaga dan alat pun..pihak dokter maupun perawat sana pasti akan membuat suatu lembar persetujuan..dimana jika ingin menunggu menerima konsekuensi yg terjadi, dan jika tidak mau menunggu pihak rumah sakit membantu menghubungi rumah sakit lain yg mampu menerima pasien dg kondisi sesuai kondisi pasien. Mungkin biasanya pihak rs sudah menjelaskan kepada salah satu pihak keluarga, nah namun salah nya keluarga jg tidak memberitahukan kepada keluarga lainnnya yg tidak hadir pd saat penjelasan dokter atau perawat. Seingga ada nya kekurangan info bagi pihak keluarga yg lain dan terjadi salah paham. Padahal phak keluarga yg mendapat penjelasan pasti nya sudah menanda tangani lembar persetujuan (menerima resiko krn menunggu atau ingin di rujuk ke rs lain)

    Tentang ketersediaan alat, mkn pihak rs menyediakan nya, namun krn banyak nya pasien yg sudah membeli dan menggunakan di ruangan rawat tidak hanya di Igd, bisa saja sudah kehabisan stok alat2. Bayangkan saja rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan, pasti nya pasien dalam sehari saja bisa mencapai 500 orng lebih yg masuk igd,
    Lebih baik kita tidak mudah panas hanya dg satu pihak menyampaikan berita dg penyampaian subjektifnya… coba cari tau detail permasalahan nya.

    Mkn ini bs membatu memberi penjelasan. Terimakasih

    • Sangat setuju dgn pendapat sdr iklas… Smoga keluarga diberikan ketabahan dan kelapangan dada.. dan smoga org2 diluar sana dapat memahami apa yg sebenar2nya terjadi pada keadaan pelayanan kesehatan di indonesia, yg ujung2nya pasti akan kembali ke pemerintah bagaimana mereka seharusnya menata pelayanan kesehatan di indonesia ini.. Para tenaga kesehatan sudah berusaha untuk melakukan tugasnya sebaik mungkin, hargai usaha mereka, jgn mencaci, introspeksi diri masing2 itu yg terbaik..

  43. Innalilahi wa inna ilaihi roji un. Pelayanannya kok bgitu ya? Anyway, knapa anak blum cukup umur sudah dikasih naik motor? Gak paai helm pulak… Kalo sudah begini, ortu cuma bisa menyesal…

  44. Sistem UGD rumah sakit memiliki sistem pemilahan pasien yg disebut triase..dimana ada pasien yg perlu segera dilakukan dan ada yg hrs di tunda, masyarakan mkn masih minim mengetahui hal ini, karena semua yg pasien hadir pasti minta butuh disegerakan dilakukan tindakan.

    Dan seandai nya rumah sakit sedang penuh atau ruang operasi kekurangan tenaga dan alat pun..pihak dokter maupun perawat sana pasti akan membuat suatu lembar persetujuan..dimana jika ingin menunggu menerima konsekuensi yg terjadi, dan jika tidak mau menunggu pihak rumah sakit membantu menghubungi rumah sakit lain yg mampu menerima pasien dg kondisi sesuai kondisi pasien. Mungkin biasanya pihak rs sudah menjelaskan kepada salah satu pihak keluarga, nah namun salah nya keluarga jg tidak memberitahukan kepada keluarga lainnnya yg tidak hadir pd saat penjelasan dokter atau perawat. Seingga ada nya kekurangan info bagi pihak keluarga yg lain dan terjadi salah paham. Padahal phak keluarga yg mendapat penjelasan pasti nya sudah menanda tangani lembar persetujuan (menerima resiko krn menunggu atau ingin di rujuk ke rs lain)

    Tentang ketersediaan alat, mkn pihak rs menyediakan nya, namun krn banyak nya pasien yg sudah membeli dan menggunakan di ruangan rawat tidak hanya di Igd, bisa saja sudah kehabisan stok alat2. Bayangkan saja rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan, pasti nya pasien dalam sehari saja bisa mencapai 500 orng lebih yg masuk igd,
    Lebih baik kita tidak mudah panas hanya dg satu pihak menyampaikan berita dg penyampaian subjektifnya… coba cari tau detail permasalahan nya.

    Mkn ini bs membatu memberi penjelasan. Terimakasih atas perhatian nya

  45. Dan permasalahan dokter salah resep..hal tersebut bisa langsung di tanyakan, knp seperti itu..dan kenapa antara 1 dokter dan lain nya tidak ada komunikasi yg baik antar pihak dokter, hal tersebut dapat ditanyakan ke pihak rs.

  46. Innalillahi wainnalillahi rojiun turut berduka gan,,,memang benar adanya RS pemerintah sekelas Fatmawati saya binggung untuk penanganannya knpa selalu menyepelekan pasien,,kebetulan thn 2013 sya pernah alami 2x hal yg tdk mengenakkan di RS milik pemerintah tsb,,wktu itu sya di diaknosa dr.klinik sya terkena hepatitis A,,lalu sya dirujuk keRS fatmawati,,saat tiba di UGD RS suster berkata smua kamar penuh yg tersisa ruang VIP,,padahal kondisi saya saat itu sudah sangat2 tdk mundukung untuk berjln,,istri sya pun sdh sangat sedih,,akhirnya sya inisiatif tlp tmn yg mantan suster,,dia mengatakan adanya di RS pertamina,,sya pun munuju RS pertamina menggunakan spda motor,,bgtu sampai di RS pertamina(UGD)langsung ditangani,,bgtu beda dengan penanganan RS Fatmawati yg notabene milik Pemerintah,,,Kpd mentri kesehatan kami hanya mengimbau tlng sesekali kunjungi RS Fatmawati yg kadang menangani pasien seenaknya saja,,

  47. salam sejahtera untuk kita semua. semoga selalu dalam keadaan baik selalu. turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa anda dan keluarga. namun ada beberapa hal yang menurut saya mestinya di tinjau ulang. dimana alamat web ini https://bersamadakwah.net/kisah-nyata-neraka-di-rumah-sakit-fatmawati/, melihat dari kata dakwah saya yakin intisari dari aktifitas web ini seharusnya bermakna ajakan religius. tapi kenapa aritkel ini tidak ada nilai religiusnya? apakah anda ingin meningkatkan popularitas? apakah anda ingin mningkatkan rating web ini dengan memposting artikel yang berpotensi menimbulkan konflik, perpecahan? apakah anda ingin menukar agama anda dengan rupiah dan popularitas?. melihat dari para komenter diatas, luar biasa masyarakat kita sangat kritis (read: mengkritisi). Sebaiknya anda membuat media dengan judul lain non religi untuk menampung semua keluh kesah sodara sekalian.
    tingkat kepuasan relatif subjektif, berbeda tiap orang, jika berniat untuk menelusuri, niscaya tidak ada yang sempurna!!! apa yang sebaiknya kita lakukan untuk membenahi sistem yang sedang tumbuh ini, bukan hanya sekedar kritism, namun aksi nyata, seberapa besar kontribusi kita terhadap pembangunan negeri ini. saya memaklumi, bila kesalahpahaman muncul karena kurang pengetahuan, kurang pengertian dll. mari kita sama2 belajar jadi manusia efektif, solutif, membangun negeri tercinta ini sehingga kedepan harapanya tidak terulang lagi kejadian yang seperti ini.
    silahkan kepada pengelola web, di filter, di tinjau ulang, di analisis dulu segala informasi yang ingin anda sampaikan. mohon maaf bila tidak berkenan. karena tidak ada manusia yang mengaku dirinya paling sesat. GBU tuhan memberkati

  48. Semoga Alm diterima di sisi Allah SWT,dan pelayanan RS mana pun mohon diperhatikan tentang kemanusian tanpa tdk meyimpang SOP Rumah sakit,,khusus nya RS fatmawati,,mohon depkes kroscek kejadian ini agar tidak menimpa warga Jakarta khusus nya umum nya seluruh warga indonesia dimana pun,,salam

  49. Miris juga liat yg komen menyalahkan SEBAB kecelakaan nya… benar jika si ank salah. Tapi apa harus kita menghakimi sebab nya?? Jika dalam keadaan urgent seperti itu?? Apa anda py hati nurani sempat sempat nya menyalahkan SEBAB??
    Yg di angkat dlm ulasan ini adalah pelayanan RS. FATMAWATI. Sekalipun pasien salah. Apakah itu artinya tidak bisa mendapatkan pelayanan??? Benar nyawa adala kuasa tuhan. Tapi apakah tidak ada usaha yg lebih baik dr pelayanan rs sebagai wadah penolong pertama?? Bg anda yg menyalah kan sebab kcelakaan anak umur 13 thn yg di ksh motor, anda sm saja denga dokter yg salah kasih resep di atas!!!!!

  50. Saya pun sedih tiap kali melihat rutinitas di seputar rumah sakit..tdk ada keramahan sedikitpun,tdk menggunakan hati nurani..skt hati bila melihatnya..saya menyaksikan sendiri kondisi gandy nagara dr pertama masuk UGD kebetulan adik saya sedang menunggu pelayanan di UGD..saya melihat percis kondisi Gandy dr awal di antar satu orang temannya sebelum keluarganya menyusul..bukan hanya Gandy yg mengalami nasib naas terlantar dibrmh sakit itu..masih banyak yg bs saya saksikan mengiris hati..seperti seolah mereka yg bertugas di rmh sakit itu tdk memiliki keluarga yg akan mengalami sakit atau mendekati kematian..semoga tuhan membalas petugas yg punya hati tulus dg hal yang tak ternilai..dan semoga petugas yg krg baik mendapat balasan yg setimpal

  51. Tidak semua RS Pemerintah seperti itu, pengalaman saya di rscm malah berkebalikan dengan cerita di atas, dari awal datang di tangani sampai masuk kamar perawatan saya merasa dokter2 nya sangat care dengan keadaan pasien, padahal saya hanya pengguna bpjs, bukan pasien vip,walaupun akhirnya nyawa anak saya tidak dpt di selamatkan,tetapi pihak rs sdh melakukan yg terbaik.

  52. Astagfirollah sedih bgt ya baca’a, om saya pernah di rawat dsana dan akhir’a mninggal krna tak kuat, di operasi berkali2 tp aneh’a tak tuntas2, krna dlm 1 th d iperasi sudah 6 x perut’a, jd beliau mnggal. Waktu itu biaya jamsostek di coper hnya 160 juta, sdgkan biaya totaal 400 jt jd sisa’a uang pribadi tante ku , pdhl wktu itu sdg sulit2’a ekonomi, itu bkn RS tp seperti rentenir, malak n malak,, hadeh
    Byk dokter jg yg baru lulus kuliah kedokteran dan blm pnya izin praktek tp sudah terjun d UGD IGD, apa krna RS pemerintahan jd fasilitas’a down, sdgkan RS swasta playanan bagus dan dokterpun bersertifikat smua..
    Semoga ada plajaran tuk para masyarakat agar cerdas memilih lembaga kesehatan????

    • Perlu anda ketahui..rumah sakit ada yg jadi rumah sakit pendidikan ..dimana mereka yg bisa belajar..praktek dan dibimbing….. semua bagi dokter umum..dokter spesialis..perawat, apoteker…fatmawati salah satu nya merupakan rumah sakit pendidikan

      Para dokter umum atau spesialis, perawat, apoteker dan semuanya… yg di swasta kata anda..tidak akan menjadi dokter atau perawat atau apoteker…jika tidak ada rumah sakit pendidikan. Harus anda ketahui itu.

  53. Semua yg komentar di sini tidak paham sakit pada si anak tersebut…taukah sakit apa anak tersebut ??? Asal para pembaca tau…kalau seseorang mengalami cedera pada tulang belakang..apalagi pada daerah leher..di tulang belakang bagian leher ada saraf yg mengatur kerja jantung dan nafas….kalau sembaragan mengubah posisi bagi orang yg tidak tahu masalah nya…itu si anak bisa meninggal krn sembarangan gerak pada leher nya.. maka karena itu…dokter dan perawat menyarankan membeli alat penyangga dulu…baru bisa di bawa untuk operasi……. g bisa….posisi leher tanpa penyanggal..lsng di bawa untuk operasi…. bisa bisa itu anak pd saat di bawa menuju ruang operasi di atas tempar tidur yg bergoyang2..bisa meninggal di tempat itu anak. Apa harus kasak kusuk tu semua petugas ngurusin sama itu anak dan trus pasiean lain g diurusss ?? Trus nanti pasien lain yg g keurus krn dokter dan perawat fokus pd pasien seperti ini…toh nanti bakal bikin komentar komentar hanya bisa menyalahkan petugas dg bilang “saya diabaikan, anak saya di cuekin petugas…bla….bla…bla”

    Berfikirlah…. menjadi pekerja dokter perawat dg nyawa orang, tidak mudah,,, dan mereka belajar apa yg boleh di lakukan dan ditunda atau tidak dilakukan…. sedangkan yg komentar kan tidak tahu ilmunya….nah karena tidak tahu kan pasti dapat penjelasan dan tanda tangan oleh keluarga paham dg kondisi dan resiko yg ada.

    Ini saya g bahas fatmawati aja…semua rumah sakit demikian. Semua dokter perawat tahu apa yg hrs segara atau ditunda dilakukan ke pasien …..sedandai nya para dokter perawat kasak kusuk kerja nya dg pasien demikian…toh bakal ada yg komentar lagi…”petugas nya ceroboh ..kasak kusuk…bla bla….serba salah aja semua….

    Setiap rumah sakit itu ada stok alat dg jumlah yg ditentukan…jika pas pd saat itu tidak ada..trus salah rs…bisa saja ada alatnya hanya saja..mkn tidak cocok pada pasien dan…kan ada banyak tipe2 alat…apalagi
    penyangga leher atau colllar neck apalah itu….

    Saya paham dan mengerti mengucapkan belasungkawa pd pasien diatas… tapi tolong…tolong pahami dahulu permasalahan nya….
    Anda semua yg komentar disini pasti nya g mau kan nanti bisa salah obatlah salah tusuk lah…krn dokter dan perawat nya ceroboh krn pasien dan keluarga hanya nuntut cepat….cepat….dan cepat….

    Bersikaplah profesional untuk para semua petugas..dan bersikaplah profesional untuk para keluarga.. cermati fan pahami dulu masalahnya.

    Toh dokter dan perawat juga manusia…bukan dewa atau tuhan yg segala bisa ….. anda saya minta kerja lembur siang malam…dg perkerjaan masing2 anda yg komentar disini..pasti g sanggupkan ??? …anda pasti merasa pusing dan butuh sejenak rehat

    Fikir !!!

    • Ya dokter itu msnusia biasa…. tapi dia sudah ada predikat dokter, segala usaha yg dikakukan harus prosedural… dibayar karena ilmunya dan keahliannya , klo gak becus …. gk usah jd dokter… macul aja ….

  54. Semua ngebahas panjang2, klo gw mah liat masalah ini, gara2 anak abg ini naik motor kaga pake helm, sehingga wkt jatuh kepalanya jadi begini masalahnya. Itu karena kesalahan ortu yg kurang pengawasannya kepada anak. Apalagi anak di bawah usia 17 thn. Klo tadi pake helm, masalahnya kaga kaya gini…gitu aja repot kata gusdur hehehehe

  55. Komentar saya, saya turut berduka atas meninggalnya sang keponakan. Saya juga pernah kehilangan nenek saya drs tersebut, tetapi saya tidak mau menyalahkan pihak dokter karena sebesarnya jika kita lihat pasien drs tsb sangat amat banyak,, sementara fasilitas maupun tenaga pendukung sangat trbatas, terlebih skrg ada program kjs ataupun bpjs dmana pasien berhak mendapatkan fasiltas drs tsb free charge. Yang saya salahkan adalah pemerintah dimana blm siap dgn program tsb tetapi sdh djlnkan hasilnya pasien tidak trfasilitasi dgn baik,apotik yg ada blm memadai, tenaga medis kurang, ruangan maupun alat tdk banyak dll.. hal ini perlu kita minta pertanggungbjawaban oleh presiden,menkes dan direktur rs stmpat

  56. Ketika baca Ini saya jadi menangis inget alm mamah yg meninggal disana juga 06062014 Lalu .. Beliau memang paling tidak mau menginjak kaki Nya ke Fatmawati semasa hidupnya Karena ketika melahirkan adik saya disana , Alm mamah seolah2 Tdk dilayani sebagai pasien Oleh suster mau pun doktternya Karena ketika selesai melahirkan mamah saya harus transfusi darah , tp pasca melahirkan mamah saya dibiarkan Tanpa sehelai kain pun diats kasur dengan ac yg dingin dan kain yg kami berikan malah dijadikan alat pembersih darah .. Kalau Saja kami tidak segera masuk mungkin alm mamah Sudah beku kedinginan, blm Saja sampai disitu Karena kurang Nya fasilitas maka adik saya pun harus Diopname terpisah dr mamah.. Dan Karena kamar yg Ada hanya kelas 3 maka kami dilarang menunggu Inap disana , Infusan mamah yg Sudah habis Tdk segera diganti sampai akhirnya tangan mama mengembang Karena infusan kosong trsbt , lagi2 itu harus kami yg cek kedalam Padahal Ada suster disana . Semenjak itu mamah trauma dan tidak mau ke Fatmawati . Rasa bersalah kami Semakin jadi , ketika sebelum mamah meninggal kami dr RSUD Pamulang menyuruh rujuk ke Fatmawati untuk CT scan Karena pada tgl 03juni2015 mamah Tdk sadarkan Diri, awal diRSUD wajah mamah hanya diam Saja Tdk seperti orang stroke ..tp ketika kami bawa ke Fatmawati tiba2 mamah mengeluarkan suara teriakan kenceng seolah2 Tdk suka dibawa kesana (Padahal mamah Sudah Tdk berusaha lagi saat itu) . Setelah di CT scan alm mamah langsung kami minta di rawt Di icu tp kamar pun Tdk Ada , dan malah dimasukan ke IGD penyakit kritis , mamah saya Tdk kritis tp knp digabung bersama pas urn yg sedang kritis dan hampir semua Tdk dilayani dengan baik bahkaan dalam 1 jam sekali mereka meninggal bergantian , Dari situ kami sekeluarga memutuskan untuk segera memindahkan mamah ke RS lain, tp dokter bilang Tunggu besok pagi Karena Ini Sudah Larut mlm dan kami Sudah memberikan obat yg Sudah kami tebus Di apotek , saya pun disuruh pulang Oleh ayah saya untuk bergantian menjaga mamah .. Sebelum pulang saya cium mamah dan beliau meneteskan air mata dan wajahnya Berubah kaku lidya menempel do langit2 dan mamah buang air besar dgn langsung saya bilang ke suster untuk mengganti Nya tp suster langsung jawab harus keluarga pasien yg ganti , baru kali Ini saya dengar ucapan seorang suster seperti itu , Setelah saya ganti detak jantung mamah Berhenti sejenak dan saya dan adik saya langsung teriak minta tolong kepala suster jaga disana dan dengan mudah Nya dya hanya jawab gausah panik MBA ibunya gapapa , Tanpa Ada tindakan apa2 .. Saya dan adik saya langsung keluar Cari dokter dan dokter pun datang langsung melakukan tindakan dan akhirnya mamah saya bernafas lagi walaupun skrg Semakin Berbunyi nafasnya .. Dengan rasa cemas dan berharap besok pagi bs langsung bawa mamah ke RS lain , akhirnya kami pulang dan hanya Ada ayah dan Kakak saya yg menjaga mamah. Baru bs tdur Kakak saya telpon bahwa mamah meninggal .. Seperti tersambar petir dan Semakin merasa bersalah terhadap apa yg terjd .. Walaupun Ini Sudah Jalan Allah swt tp saya Tdk menjalankan permintaan mamah untuk jangan pernah bawa mamah ke RS itu lagi .. Akhirnya id rumah saya hanya menunggu kedatangan jenasah mamah dan ketika dtg pun masih saya temukan bahwa pelayanan Nya memang Tdk manusiawi, mayit alm mamah saya diikat mati sehingga ketika Hendar dimandikan banyak menimbulkan bekas , keikhlasan hati mamah ketika hidup saya selalu jadiin peso man Karena Alhamdulilah .. Mamah meninggal id hari jumat pagi dengan wajar tersenyum Wlwpun Awalnya bibir mamah Miring dengan lidah menempel tp ketika saya lihat wajahnya Sangat Berbeda .. Insha Allah .. Dan yg Tdk saya terima do Surat kematian almarhumah mamah saya ditulis kan meninggal dengan penyakit menular . Padahal mamah hanya Di diagnose selama Ini Oleh RS yg lain darah Tinggi Saja ..

  57. innalillahi wainailahirojiun ,
    pengalaman saya sendiri di rumah sakit tersebut ada beberapa yang menjengkelkan . pengalaman yang saya tidak lupakan adalah ketika saya terkena demam berdarah stadium 3 , saya sudah setengah sadar menuju rumah sakit fatmawati , penanganan di ugd sewaktu saya datang cepat sampai di tempat tidur berjalan saya pingsan , ibu saya di marahi dokter , dokter bilang kalau sempat telat satu jam nyawa saya lewat . saya lalu mendapatkan 2 infus di kedua tangan . pelayanan sewaktu itu sangat cepat . saya sempat sadar saat menuju ruang inap , saya melihat dengan mata kepala saya sendiri dan mendengar bahwa saya baru saja berpapasan dengan orang meninggal karena dbd . setelah itu saya tidak sadarkan diri sampai keesokan hari . kebetulan saya masuk rumah sakit sekitar jam 11 malam . akhirnya saya menginap 1 1/2 bulan di rumah sakit gd anggrek .

    tentang untuk tidak enaknya ketika ruang ugd lama untuk melayani pasien yang sudah “kesakitan” ada yang lemas namun kurangnya dokter yang bekerja .

  58. Turut berduka cita…
    Sebagai orang tua tentunya sangat amat merasa bersalah, karena urusan anak dibawah umur naik motor.
    Komentar dan pengalaman2 penulis diatas harus menjadi masukan untuk pemerintah terutama kementrian kesehatan.
    Biar tidak jadi saling menyalahkan….coba kita tunggu komentar RS Fatmawati.
    Halo para direktur, manager rs Fatmawati….jangan diem aja….atau kalian sudah bosan denger hal2 seperti ini? atau sudah terbiasa sehingga kebal dengar komentar2 diatas?

  59. Sayajuga pernah ngerasain gimana pelayanan di rs.fatmawati ..
    Waktu saya keguguran ,dan harus dikuret saya ga dibius dulu sehingga saya harus merasakan sakitnya dikorek2 vagina saya..
    Setelah dikuret pun saya ga dibesihin sampe suami saya dtg dan melihat vagina saya masih berantakan dan akhirnya memanggil suster untuk membersihka
    Jangan sampe deh keluarga saya masuk fatmawati lagi ,..

  60. Saya juga pernah terjepit di kondisi seperti anda.. Yg jelas, jangan terus berharap pada figur dokter di RS tersebut. Lalu cari info sebanyak2 ttg pertolongan pertama korban kecelakaan. Bisa lewat internet atau sosmed..
    Dokter hanya punya dua tangan gan… Jadi wajar aja banyak pasien yg terlantar… Turut berduka cita dan sabar.. Yaa mudah-mudahan tidak terjadi lagi kejadian sprt ini..

  61. Anak umur 13 dikasih naik motor? Dan tanpa helm? Org tua gk bener ini akibatnya! Membahayakan gk cm sendiri tp org lain yg di jalanan jg.

  62. Komentar: salam sejahtera .. Turut berdukacita bagi keluarga yg ditinggalkan .. Maaf sebelumnya .. Saya banyak baca berbagai komentar di sini .. Membahas tentang anak usia 13th kecelakaan .. Keteledoran orangtuanya dan pihak medis .. Tp, disini ada 1 komentar yg tdk berkenan dihati saya .. Maaf sebelumnya bagi yg merasa .. Kenapa disini anda mempermasalahkan tentang status anak 13th tsb .. Mau dia anak Yatim atw tdk anda tdk berhak menyebutnya spt itu .. Cukup anda memberi komentar tentang permasalahan yg ada .. Terimakasih ..

  63. Smua Rumah Sakit sama….ada contoh gambarannya di film/sinetron indonesia pda saat crita sinetron,slah satu pemain yg miskin mendapat kesusahaan berupa kecelakaan/sakit parah psti pas mau msuk rmah skit dipersulit karna tk ada biaya….bda sama sinetron luar negri tk ada film yg begitu…itulah gambarannya…

  64. Saya kecewa dengan pelayan di rumah sakit ini. kurang cepat tanggap keponakan saya datang jam 5 pagi baru di tangani jam 5 sore. setelah 2 minggu di rawat di rumah sakit ini dengan fasilitas yang kurang memadai utuk menangani sakitnya keponakan saya hingga akhirnya wafat setelah menjalani proses pengobatan yang di lakukan pihak rumah sakit.

  65. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
    Turur berduka bagi keluarga yang di tinggalkan.
    Saya br baca hal ini krn sy browsing ttg Rmh skt ini, mengingat tgl 25 April 2018 suami saya akan menjalani operasi di rmh sakit ini.
    Semoga setelah 3 tahun berlalu, pelayanan nya menjadi lbh baik.
    Bismillah..
    Jujur.. saya jd was2..

  66. Walau Anak Ugal”an Tetapi Bukan Berarti Salah Sang Anak Tetapi RS Nya Yang kurang Tepat Penanganan Nya…. Walau Tidak Ada Penyanggah Leher Apa Tidak Di Lakukan Yang Terbaik.. Jika Emang Sudah Azal Itu Kehendak Tuhan

  67. Ini RS aslinya bernama FATWAMATI( FATWA-MATI)
    Supaya tidak kentara maka dinamai FATMAWATI lambang bunga kambodja (bunga kuburan) dan tulisan RIP yang disamarkan menegaskan bahwa disinilah para eksekutor pencabut nyawa berkantor dengan jubah kedokteran.

  68. Tidak heran, Alm Ayah saya dan Ayah 3 orang teman saya meninggal di rumah sakit yang sama yaitu Fatmawati.
    Penanganan lambat sekali memang.. saya sendiri pernah di rawat karena kecelakaan ibu saya harus marah2 dlu dan telp ke rumah sakit lain (fyi: ibu saya mantan kepala perawat di RS Swasta) setelah tau profesi ibu saya baru para medis bertindak seolah ketakutan.

  69. Tanggal 30 desember 2018 adik saya dinyatakan meninggal saat diruang icu..
    Ketika almarhum adik saya dibawa pulang untuk dimandikan.. ternyata adik saya masih keadaan bernyawaa..
    Saya panggil suster rumah sakit terdekat.. dan menurut hasil pemeriksaan adik saya masih hidup.. ternyaata adik saya koma,mereka bilang adik saya meninggal.. sudah 2x saya mengalami kejadian yang menyakitkan dirumah sakit fatmawati ini.. semoga mereka menanggung akibatnya didunia dan diakhirat kelak.

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.