Beranda Keluarga Muslimah Meyda Sefira dan Masa Manis Pesantren Kilat

Meyda Sefira dan Masa Manis Pesantren Kilat

0
Sefira Meyda saat syuting film "Tausiyah Cinta" di Indonesia Quran Foundation, Depok.

Ramadhan akan datang, masa-masa ceria penuh semangat untuk beribadah akan terbentang. Beragam kegiatan untuk mengayakan ruhiyah akan bertebaran. Salah satu kegiatan yang tak terlewat adalah pesantren kilat.

Pesantren kilat atau sanlat selalu menyimpan kenangan. Tidak terkecuali bagi pemain film islami, Meyda Sefira. Meyda kecil punya kenangan sendiri saat ikut sanlat saat masih sekolah.

“Senang pastinya, karena di situ dituntut untuk mandiri dan nambah ilmu. Saking mandirinya sampai saya tidak ditengok oleh orangtua (saat sanlat). Padahal teman-teman yang lain pada dijenguk orangtuanya. Awalnya sempat iri juga ‘pengin ditengok ortu deh’, namun karena sudah sedari kecil dibentuk untuk mandiri jadi saya sudah terbiasa,” kenang Meyda kepada BersamaDakwah.net saat jeda syuting film layar lebar “Tausiyah Cinta” garapan Humar Hadi dari Bedasinema, di Indonesia Quran Foundation, Depok, Ahad (14/6).

Di Ramadhan nanti, Meyda juga akan melakukan sanlat. Eit, Meyda bukan sebagai peserta seperti saat zaman masih unyu-unyu, namun sebagai penggagas dan pengisi sanlat yang diadakan oleh Komunitas Safir.

“Inilah proyek perdana dari Komunitas Safir. Komunitas yang dibentuk atas ide Sahabat Safir dari song book saya “Hujan Safir”. Kan Ali Bin Abi Thalib pernah berkata ‘kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tak terorganisir’. Makanya komunitas ini dibentuk,” terang duta kemanusiaan lembaga filantropi ACT itu.

Lebih jelas ia menjelaskan bahwa Hujan Safir Project adalah gerakan komunitas yang fokus di bidang sosial dan pendidikan. Kegiatan di bidang pendidikan terbagi menjadi dua, pendidikan SDM dan “edutainment”, yang berkonsentrasi pada pengembangan diri para peserta dengan kemasan yang asik dan menarik.

Meyda sengaja memulai proyek utama dimulai Ramadhan karena itu bulan berkah. Diharapkan nanti output selepas Ramadhan untuk menjadi pribadi yang sholeh dan mandiri tercapai.

“Untuk saat ini sanlat dilaksanakan di Bandung untuk muslimah usia 18-30 tahun yang akan dilaksanakan 26 Juni-28 Juni ini. Seharian bersama-sama selama Jumat, Sabtu dan Ahad. Saya akan mengisi penuh dari Jumat dan Sabtu,” ucap Meyda. [@paramuda/ BersamaDakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.