Beranda Suplemen Ramadhan Niat Puasa Ramadhan, Doa Buka Puasa, dan Doa Sahur

Niat Puasa Ramadhan, Doa Buka Puasa, dan Doa Sahur

2
niat puasa ramadhan

Di bulan Ramadhan, orang-orang yang beriman wajib berpuasa. Ibadah istimewa yang juga merupakan rukun Islam ketiga. Nah, bagaimana lafadz niat puasa Ramadhan, doa buka puasa, dan doa sahur? Berikut ini penjelasannya.

Alhamdulillah Ramadhan kembali tiba. Dan istimewanya, Ramadhan 1443 ini pandemi mulai mereda. Maka, kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memanjangkan usia kita untuk beribadah di bulan mulia dengan suasana yang lebih normal daripada dua tahun sebelumnya. Kita bersyukur atas nikmat berjumpa kembali dengan bulan suci yang penuh keutamaan dan keistimewaan. Bulan yang di dalamnya Allah melipatgandakan pahala seluruh ibadah dan kebaikan. Bahkan ada satu malam yang lebih utama dari seribu bulan.

Karenanya, kita perlu mengoptimalkan ibadah di bulan ini. Khususnya puasa yang menjadi kewajiban utama kita. Karenanya kita perlu menata niat dan melengkapi dengan doa-doa. Meskipun tidak wajib melafadzkan niat, namun banyak ulama yang berpendapat melafadzkannya adalah sunnah. Dalam rangka menguatkan niat di hati.

Mungkin karena itulah, banyak kaum muslimin yang mencari niat puasa Ramadhan, doa buka puasa, dan doa sahur. Maklum, telah 11 bulan berlalu dari membaca doa-doa itu sebelumnya. Karenanya, BersamaDakwah berusaha untuk menyajikannya kepada seluruh pembaca.

Apakah Niat Puasa Harus Diucapkan

Niat merupakan hal yang sangat mendasar dalam setiap ibadah. Termasuk dalam puasa. Seluruh ulama sepakat, tanpa niat puasa Ramadhan, puasa Ramadhan menjadi tidak sah.

Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan, secara bahasa, niat (النية) dalam bahasa Arab berarti mengingini sesuatu atau bertekad untuk mendapatkannya. Sedangkan Imam Al Baidhawi menjelaskan bahwa niat adalah dorongan hati untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan.

Dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa menurut istilah syara’, niat adalah tekad hati untuk melakukan amalan fardhu atau yang lain.

Lebih jauh beliau menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Niat dengan hanya mengucapkan di lisan belum dianggap cukup. Melafadzkan niat bukanlah suatu syarat. Artinya, tidak harus mengucapkan niat. Namun menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka membantu hati menghadirkan niat.

Sedangkan menurut madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kapan Niat Puasa Ramadhan

Kapan niat puasa Ramadhan? Haruskah tepat sebelum mulai puasa sebagaimana niat sholat? Prof Dr Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, makna niat adalah keinginan secara umum (al iradah al kulliyah). Sehingga niat dari malam hari tetap dianggap sah dan niat tidak disyaratkan harus berbarengan dengan terbitnya fajar. Bahkan menurut madzhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan berbarengan dengan terbitnya fajar tidak sah.

Karena sulitnya menepatkan niat puasa menjelang terbitnya fajar, maka boleh niat puasa Ramadhan pada malam hari dan boleh pula berniat pada waktu sahur. Yang tidak boleh jika melakukan niat setelah terbitnya fajar. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh di pagi hari.

Dalam Fikih Empat Madzhab, Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menjelaskan bahwa menurut madzhab Syafi’i, Hanbali, dan Hanafi, niat puasa Ramadhan harus diperbarui setiap hari puasa, pada malam hari sebelum tiba waktu fajar. Sedangkan menurut madzhab Maliki, niat puasa Ramadhan cukup sekali di awal asalkan tidak terpotong sakit atau safar yang mengakibatkan tidak puasa.

Menurut madzhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan tidak bisa diwakili dengan makan sesuatu pada saat sahur kecuali jika saat makan sahur terbetik dalam pikirannya bahwa besok akan berpuasa. Sedangkan menurut madzhab Hanafi, niat puasa Ramadhan bisa diwakili dengan makan sahur kecuali jika saat makan itu berniat bukan untuk berpuasa.

Lafadz Niat Puasa Ramadhan

Dalam madzhab Syafi’i (termasuk mayoritas umat Islam di Indonesia), lafadz niat puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ الشَّهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa-i fardhisy syahri romadhooni hadzihis sanati lillaahi ta’aala)

Artinya:
Aku niat puasa pada hari esok untuk melaksanakan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.

Sedangkan menurut Madzhab Hanbali (Hanabilah), siapa yang hatinya terbersit keinginan bahwa besok akan puasa, maka itu sudah dianggap niat.

Doa Buka Puasa

Di antara sunnah puasa adalah menyegerakan berbuka, memperbanyak doa menjelang buka, dan membaca doa buka puasa. Ada beberapa doa buka puasa yang bisa kita dapatkan dalam kitab-kitab hadits. Antara lain sebagai berikut:

Doa Buka Puasa Dzahabazh Zhoma’u

Berikut ini doa buka puasa yang paling shahih. Lengkap tulisan Arab, tulisan latin, dan terjemah artinya dalam bahasa Indonesia.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa Allah)

Artinya:
Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap insya Allah.

doa buka puasa dzahabazh zhamau

Para ulama menilai doa riwayat Abu Dawud dan Daruquthni ini paling baik derajat haditsnya sehingga banyak ulama menyimpulkan bahwa doa inilah yang paling utama sebagai doa buka puasa.

Doa Buka Puasa Allahumma Laka Shumtu

Doa ini berdasarkan hadits hasan. Menjadi alternatif doa buka yang bersumber dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

(Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu)

Artinya:
Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

doa buka puasa allahumma laka shumt

Doa tersebut bersumber dari hadits riwayat Abu Dawud. Syaikh Nasiruddin Al-Albani menghasankannya dalam Misykatul Mashabih, tetapi mendhaifkannya dalam Shahih wa Dhaif Al Jami’u Ash Shaghir dan kitab-kitab lainnya.

Doa Buka Puasa Panjang

Doa buka puasa ketiga lebih panjang daripada yang pertama dan kedua. Berikut ini tulisan Arab, tulisan latin, dan terjemah artinya dalam bahasa Indonesia.

اللَّهُمَّ إِنِّيْ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَ بِكَ آمَنْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اغْفِرْلِىيْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِيْ فَصُمْتُ وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ

(Allohumma innii laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamantu, dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruq wa tsabatal ajru insyaa-aLlahu ta’ala. Yaa waa si-al fadhli ighfirlii, alhamdulillaahil ladzii a’aananii fashumtu wa rozaqonii fa-afthortu)

Artinya:
Ya Allah, sesungguhnya aku berpuasa karena-Mu dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku beriman. Dahaga telah lenyap, urat-urat telah basah dan pahala telah pasti didapatkan, insya Allah. Wahai Tuhan yang luas karunia-Nya, ampunilah dosaku. Segala puji bagi Allah yang telah membantuku sehingga ku dapat berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.

Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaili mencantumkan doa ini dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu. Beliau menyebutnya sebagai doa buka puasa yang ma’tsur.

Kapan waktu terbaik membaca doa buka puasa di atas? Jika doa-doa lainnya biasa dibaca sebelum memulai sesuatu, seperti doa makan dan doa naik kendaraan, doa buka puasa di atas dibaca setelah berbuka (bisa setelah makan kurma atau minum air). Ada pun sebelum berbuka, membaca basmalah.

Lebih lengkap, silakan baca: Doa Buka Puasa

Doa Sahur

Dalam kitab-kitab hadits, tidak ada doa khusus ketika makan sahur. Demikian pula kitab-kitab fiqih terkemuka (Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fiqih Empat Madzhab, Fiqih Manhaji), hanya mencantumkan doa buka puasa namun tidak mencantumkan doa sahur.

Dengan demikian, doa sebelum makan sahur sama dengan doa sebelum makan. Yakni membaca:

بِسْمِ اللَّهِ

(Bismillah)

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah.

Sedangkan doa yang lebih populer namun dipersoalkan keshahihannya adalah:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar)

Artinya:
Ya Allah, berkahilah untuk kami apa yang Engkau karuniakan kepada kami dan peliharalah kami dari adzab neraka.

doa sahur

Doa tersebut bersumber dari hadits riwayat Imam Malik dalam Al Muwatha’.

Sebagaimana penjelasan di atas, waktu sahur sangat baik untuk berniat puasa. Niat puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan saat sahur agar tidak terdahului terbitnya fajar.

Sebab menurut jumhur ulama selain madzhab Syafi’i, makan sahur sudah dianggap niat puasa, kecuali saat makan sahur berniat tidak puasa. Sedangkan menurut madzhab Syafi’i, makan sahur tidak dianggap niat puasa kecuali jika makan sahurnya disertai niat puasa.

Lebih lengkap, silakan baca: Doa Sahur

Demikian pembahasan tentang Niat Puasa Ramadhan, Doa Buka Puasa, dan Doa Sahur. Semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah]

2 KOMENTAR

  1. Assalamualikum, mau bertantya saya diajarkan oleh kakek/nenek hingga orang tua tentang doa sebelum makan sahur, yaitu: nawaitu biaqli hajatan toami sunnatan sahurin lillahita’ala. Mohon pencerahan dari mana asal doa tersebut, karena saya mencari-cari referensinya belum menemukan

  2. Mohon maaf, anda menuliskan lafal niat puasa berbeda dengan blog2 sebelah. Anda menggunakan Al ta’rif pada kalimah syahr dan menggunakan harokat kasroh pada kalimah romadlon. Mohon penjelasan

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.