Beranda Ilmu Islam Al Quran Siapa Yahudi, Nasrani dan Shabi’in yang Masuk Surga? (Tafsir Surat Al Baqarah...

Siapa Yahudi, Nasrani dan Shabi’in yang Masuk Surga? (Tafsir Surat Al Baqarah 62)

16
ilustrasi (rabbiscer.org)

Surat Al Baqarah ayat 62 dan surat Al Ma’idah ayat 69 sering dijadikan dalil pluralisme oleh kaum pluralis; bahwa Allah tidak memandang agama seseorang. Apakah seseorang itu muslim, yahudi, nasrani atau tidak beragama –menurut kaum pluralis- mereka bisa masuk surga. Benarkah demikian tafsirnya?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabi’in, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Al Baqarah: 62)

Asbabun nuzul ayat ini, menurut Ibnu Katsir, Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu pernah memuji teman-temannya di masa lalu yang beragama Yahudi dan Nasrani: “mereka shalat, puasa dan beriman kepadamu bahwa suatu saat engkau akan diutus.” Setelah Salman selesai bercerita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wahai Salman, mereka termasuk ahli neraka.” Jawaban itu sangat berat bagi Salman. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Surat Al Baqarah ayat 62 ini.

Ketika menjelaskan ayat ini dalam tafsir Al Qur’anil Adhim, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan haaduu, nashaaraa dan shabi’in dalam ayat ini adalah kaum terdahulu, sebelum Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam diutus.

“Allah mengingatkan melalui ayat ini, bahwa barangsiapa yang berbuat baik dari kalangan umat-umat terdahulu dan taat, bagi mereka pahala yang baik,” tulis beliau.

Yang dimaksud dengan Haaduu (orang-orang Yahudi) dalam ayat ini adalah pengikut Nabi Musa ‘alaihi salam. Nashaaraa (orang-orang Nasrani) adalah pengikut Nabi Isa ‘alaihi salam. Sedangkan Shaabi’in adalah orang-orang yang belum sampai kepada mereka dakwah seorang Nabi pun.

Bagaimana bentuk keimanan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang dimaksud dengan “man aamana” dalam ayat ini?

Ibnu Katsir menjelaskan: “Iman orang-orang Yahudi itu ialah barangsiapa yang berpegang kepada kitab Taurat dan sunnah Nabi Musa ‘alaihi salam, maka imannya diterima hingga Nabi Isa ‘alaihi salam datang. Apabila Nabi Isa telah datang, sedangkan orang yang tadinya berpegang kepada Taurat dan sunnah Nabi Musa tidak meninggalkannya dan tidak mau mengikuti syariat Nabi Isa, maka ia termasuk orang yang binasa.”

“Iman orang-orang Nasrani itu ialah barangsiapa yang berpegang kepada kitab Injil dan syarita Nabi Isa ‘alaihi salam, maka imannya diterima hingga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam datang. Apabila Nabi Muhammad telah datang, sedangkan orang yang tadinya berpegang kepada Injil dan sunnah Nabi Isa tidak meninggalkannya dan tidak mau mengikuti syariat Nabi Muhammad, maka ia termasuk orang yang binasa.”

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Qur’an juga menegaskan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yahudi, nasrani dan shabi’in dalam ayat ini adalah sebelum diutusnya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Yang ditetapkan di sini adalah hakikat akidah,” kata Sayyid Qutb, “bukan fanatisme golongan atau bangsa. Dan, hal ini tentu saja sebelum diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Ayat 62 dari surat Al Baqarah ini redaksinya mirip dengan firmanNya dalam surat Al Maidah ayat 69:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Shabi’in dan orang-orang Nasrani, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian serta beramal shalih, maka untuk mereka adalah ganjaran dari sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih hati” (QS. Al Maidah: 69)

Makna kedua ayat ini pun tidak berbeda. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

16 KOMENTAR

  1. Komentar:Artikel ini naudzuBILLAH MINDZALIK.ADINU I’NDALLAH HIL ISLAM.dulu agma d namkn agma tauhid.nasrony artinya tertlng.bkan agama.yahudi suku.Agma itu hanya islam.Islam tauhid.percya rhosul2 Allah.slain itu bkan All.

  2. Barakallahu Fiikum,…
    Kaum yahudi dan Nasrani yg sebenarnya (yang masih murni) adalah kaum yang Ta’at kepada Allah SWT, karna sebenarnya mereka adalah pengikut dari Rasul Sebelum Rasulullah SAW…

  3. Ini benar apa tidak ya? Sepertinya artikel ini kurang lengkap dalam menjelaskan.
    Pendapat Rasulullah SAW mereka ahli neraka, tp akhirnya turun wahyu yg menyatakan (yg inti/maksudnya) mereka bukan ahli neraka. Jd artinya, menurut Rasulullah SAW teman”nya Salman AlFarisi yg yahudi dan nasrani itu ahli neraka, sedang menurut AlQuran teman”nya Salman AlFarisi yg yahudi dan nasrani itu bukan ahli neraka. Bagaimana mungkin Rasulullah SAW bisa salah, sedangkan Rasulullah itu ma’sum (terbebas dari salah dan dosa karena izin Allah). Jika memang ayat AlQuran yg dimaksud itu ditujukan untuk yahudi dan nasrani sebelum Muhammad SAW diangkat mjd Rasul, maka kurang tepat rasanya jika pembicaraan antara Rasulullah SAW dgn Salman AlFarisi dijadikan faktor penyebab/alasan turunnya wahyu tsb.Karena ga nyambung, Rasulullah dan Salman sedang membicarakan tmn”nya Salman yg yahudi dan nasrani yg msh hidup sampai Muhammad SAW sudah diangkat jd rasul (mereka ttp jd yahudi dan nasrani), maka Rasulullah katakan mereka ahli neraka,pdahal sudah diutus Rasulullah SAW (karena seharusnya mereka beralih mnjadi Muslim). Sedangkan AlQuran membicarakan yahudi dan nasrani yg sebelum Rasulullah diutus. Saya rasa penjelasan di artikel ini harus lebih lengkap, jgn setengah”, karena bisa mem’bias’kan pemahaman umat yg awam spt saya..

    • Malaikat saja tak bisa lepas dr dosa.. apalagi seorang nabi dr keturunan manusia.. yg tak lepas dr dosa itu hanya Allah semata.. krna yg maha mengetahui segala sesuatu n keputusan smua ada di genggaman Allah.. Allah menurunkan ayat itu ada kemungkinan merupakan bentuk teguran karna keterbatasan pengetahuan yg dimiliki nabi.. karna nabi bisa mengetahui segala sesuatu itu adlh dr Wahyu Allah dan atas kehendak Allah.. tak ada makhluk yg sempurna melainkan Allah semata..

      • “tak ada makhluk yg sempurna melainkan Allah semata..”

        Saya ingin koreksi bahwa Allah SWT adalah Kholiq bukan Makhluk karena defini makhluk adalah hasil penciptaan sedangkan Allah SWT adalah Sang Pencipta.

      • Laahhh malaikat mana yg tidak luput dari dosa? Malaikat di ciptakan esensi nya untuk tetap tunduk dan tanpa hawa nafsu. Gimana bisa melakukan dosa bos?

    • ayat tersebut menyampaikan sebuah pengecualian terhadap nasrani dan yahudi yang akan masuk surga dengan syarat benar-benar beriman dan bertakwa terhadap Allah. Sedangkan nabi Muhammad menyebut kekafiran nasrani dan yahudi (kawan-kawan Salman Al Farisi) karena mengetahui mereka benar-benar tidak beriman dan bertakwa terhadap Allah. Relevan tidak relevan (dimata pembaca) ya memang seperti yang namanya azbabun nuzul

  4. Komentar: assalamualaikum kaum baca. semoga kita semua dirahmati Alloh SWT
    untuk ayat tersebut bila kita telaah lebih jauh mengibaratkan sebuah kabar yg menyontak di awal kalimat sehingga kita di buat terlena dan menghiraukan untuk mendengarkan kalimat selanjutnya. yg perlu digarisbawahi dari ayat tersebut adalah kalimat Man Amana Billahi wal Yaumil akhir. bagi barangsiapa yg beriman kepada Alloh dan Hari Akhir. sekarang saya bertanya kepada semuanya, apakah kaum yahudi dan nashrani beriman kepada Alloh SWT? JAWABANNYA “TIDAK” alasannya dengan mendustakan apa yang Muhammad SAW sampaikan. dari situ saja sudah jelas mereka tidak beriman kepada Alloh SWT dan masih banyak pendustaan lainnya dari mereka. Alloh SWT memberikan Anugrah pikiran dan kecerdasan yg luar biasa dan Al-Quran itu Global tidak hanya terpaku pada alasan di masalalu juga berlaku untuk kehidupan sekarang dan masadepa

  5. فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُلْ لِلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ
    Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan
    (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.{Ali Imran(3(:20}
    Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).(qs.3:23)

    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ

    Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

    • artinya nyang salah entu adalah umatnya bukan ajaran Allah di Alkitab tulkagak.
      ajaran Allah di Alkitab ude bener, imanin dan lakuinlah petunjuk Allah di Alkitab maka engkau akan selamat sampai di syurge.

  6. Alqur’an adalah kalam Allah SWT, tidak mungkin ada yang salah, jadi apapun yang di wahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW kita harus terima dan Alqur,an adalah petunjuk abadi sepanjang jaman tidak mungkin ada ayat yang dimansuh, itu adalah hanya keterbatasan manusia untukm memahaminya, coba lagi bapak renungkan mudah mudahan ada petunjuk (ilham) ini adalah rangkaian dari kesalahan penafsiran ayat yang lainnya

    • nanya pak ustadz, isi alquran entu berita langit apa bukan…ʔʔ, salam damai.

  7. pan entu kesimpulan dari sudut pandang islam ama quran…
    versi Alkitab:
    Ϻαtiυs 4:19. Yesυs berkαtα…“MARI, ikutlαh λkυ…
    Yohαnes 14:3…di MANA λkυ berαdα, kαmupun berαdα.

    elu gak bakal percaye terhadap ape nyang gue percaye, dan gue gak bakal percaye terhadap ape nyang elu percaye okay…

    untuk elu pemahaman elu tentang nasib nasrani versi alquran, dan untuk gue pemahaman gue tentang nasib nasrani versi Alkitab.

    lαkum diinukum wαliyα diin, salam damai.

  8. Kaum pluralis jadi keki kalau baca penjelasan di atas
    dengan ini maka negara2 barat sekarang berbondong -bondong masuk Agama Islam, Alhamdulillah

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.