Beranda Suplemen Renungan Uang Haram Habis di Jalan Haram

Uang Haram Habis di Jalan Haram

0
Robby Abbas alias Obbie saat ditangkap (Kaskus.co.id)

Ada yang menarik dari berita tertangkapnya Robby Abbas alias Obbie. Mucikari yang menjajakan sejumlah artis itu mengaku mendapatkan 30 persen dari total transaksi uang haram. Dalam sehari ia bisa mendapatkan puluhan juta. Namun, uang itu habis begitu saja. “Untuk dugem dan mabuk-mabukan,” katanya.

Uang haram habis di jalan haram. Begitulah yang dialami Obbie. Ia mendapatkan uang yang sangat banyak dari jalan haram. Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, uang itu sangatlah besar. Penghasilan Obbie sehari setara dengan penghasilan puluhan orang dalam sebulan. Namun, apa yang bisa dilakukan dan didapatkan dengan uang itu? Kebahagiaan? Tidak, kecuali hanya kesenangan sesaat yang segera menguap. Kedamaian jiwa takkan bisa didapatkan dengan uang haram.

Uang haram, ia hanya akan menarik pelakunya akrab dengan perbuatan-perbuatan haram. Uang haram itu seperti teman yang memanggil sahabat-sahabatnya dari dunia kegelapan. Jadilah mereka berkumpul bersama. Ia tidak bisa mendatangkan kebahagiaan sejati, ia juga tidak bisa membuat kebaikan mendekat. Singkat kata, uang haram tak akan membawa keberkahan.

Uang haram menghadirkan ketakutan; takut jika perbuatan yang menghasilkan uang haram itu terungkap atau diketahui orang. Dan itulah hakikat dosa. “Kebaikan adalah akhlak yang baik,” sabda Rasulullah dalam hadits shahih Muslim, “sedangkan dosa adalah apa yang membuat jiwamu gelisah dan engkau takut diketahui oleh orang lain”

Uang haram juga menjauhkan pelakunya dari terkabulnya doa. Rasulullah pernah mengisahkan seorang musafir yang berdoa dengan sungguh-sungguh sambil menengadahkan tangan. Namun doanya diabaikan begitu saja oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram.

Jadi, apa untungnya mendapatkan uang haram? Tidak ada. Sebab rezeki Allah itu telah ditetapkan besarannya bagi tiap hamba. Tinggal bagaimana cara hamba tersebut mendapatkannya; dengan cara halal atau dengan cara haram.

Mari kita pikirkan… jika ada uang haram, mau kita apakan? Dimakan haram dan neraka lebih berhak atasnya. Dibelikan pakaian juga jadi haram dan membuat shalat tidak diterima. Diberikan kepada anak, apalagi. Ia tumbuh dengan darah dan daging haram. Disedekahkan? Tertolak, sebab Allah hanya menerima yang baik. Dan kelak… ketika yaumul hisab, itu yang paling memberatkan. Harta kita akan disihab; dari mana kita mendapatkannya dan ke mana kita membelanjakannya. Jadilah uang haram itu menyengsarakan; di dunia ini maupun di akhirat nanti. Ya Allah… lindungilah kami… [Muchlisin BK/bersamadakwah]

SILAHKAN BERI TANGGAPAN mohon perhatikan kesopanan

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.