Beranda Ilmu Islam Aqidah Waspadai Pemurtadan dalam Bentuk Biskuit Bertulis “Sudah Genap”

Waspadai Pemurtadan dalam Bentuk Biskuit Bertulis “Sudah Genap”

0
unikbaca

Tentu kita masih ingat dengan modus pemurtadan yang terjadi di hari bebas kendaraan bermotor atau yang tenar dengan istilah car free day (CFD). Peristiwa kristenisasi terselubung tersebut terjadi dua tahun lalu, dilakukan oleh segerembolan orang berkaos merah dengan gambar merpati putih. Dalihnya nasionalisme dengan bagi-bagi sesuatu seperti kalung, permen atau biskuit.

Dalam sebuah kesempatan kajian keislaman tentang pemurtadan dan kristenisasi beberapa waktu lalu, Ustadz Munzir Situmorang menjelaskan tentang modus-modus pengkristenan, yang salah satunya menghadirkan saksi mata pada agenda CFD.

Seorang perempuan berhijab menunjukkan barang-barang bukti yang ia dapatkan pada agenda CFD. Satu bungkus ‘barang bukti’ itu salah satu isinya adalah biskuit. Ustadz Munzir meminta peserta membuka biskuit tersebut, setelah dibuka di dalamnya tertulis “Telah Genap”.

Tahu kah Anda apa maksud dari “Telah Genap”? Ini bukan kalimat wajar dan biasa, tapi ada pesan tersurat. Itu bahasa Nasrani.

Begini ceritanya, ketika meninggalnya Nabi Musa, mereka ingin mendapatkan nubuah  (informasi tentang kejadian di masa depan) karena akan diturunkan laki-laki penutup zaman. Pada Injil surat Ulangan ayat 18-20. disebutkan ..Akan lahir Nabi bernama Ahmad. Ikutilah, jika tidak kamu akan Aku minta pertanggungjawabanmu”

Pada tahun 1963 masih muncul kata “Muhammad” tapi tahun 1964 nama Muhammad-nya dihilangkan.

Setelah diturunkan Isa Almasih, mereka menganggap ia adalah penggenap kebenaran itu setelah wafatnya Nabi Musa.

Makanya, dalam bungkus biskuit tadi ada istilah “Sudah Genap” karena sempurna firman ‘Allah’ (pengucapan dengan cara Nasrani) yang menjelma dalam bentuk manusia namanya Yesus Kristus.

Dalam Injil (Bible) juga disebutkan, “Waktunya sudah genap; Kerajaan Allah sudah dekat, Bertobatlah dan percayalah kepada Injil,” Markus 1:15.

Bagi umat Islam yang awam, menerima kalimat “Sudah Genap” tidak akan paham, dianggap genap makannya.

Semoga kita semakin waspada terhadap upaya pengkerdilan dan culas ini, dengan makin memperbanyak pemahaman keislaman dan dekat dengan orang-orang sholeh. [Paramuda/BersamaDakwah]