Beranda Kisah-Sejarah Ya Allah, Mudahkan Aku untuk Tertarik dengan Perempuan

Ya Allah, Mudahkan Aku untuk Tertarik dengan Perempuan

unsplash

Jika ada pertanyaan siapa yang tidak ingin menikah? Tentu jawabnya semua ingin. Bagi manusia yang bergerak normal. Tapi terkadang hidup bukan tentang lempeng dan lurus saja tapi juga tentang bengkok. Semua tergantung dari kita yang memegang kendali sebagai driver. Pengendali atas apa yang kita lakukan sendiri. Bagaimana jika sang driver sering menabrak dan melakukan kecelakaan hidup? Semua ingin berjalan sesuai dengan perannya, sesuai dengan jenis kelaminnya.

Adalah Ardan, sebut saja demikian namanya, seorang karyawan di Ibu Kota  yang mempunyai kecenderungan yang saru (tabu), berpeluang dosa besar.

Ardan mengaku ingin taubat. Ingin kembali berjalan normal, ingin menjadi driver yang baik. Ingin membangun rumah tangga, ingin memiliki istri. Akan tetapi ia dibayangi ketakutan-ketakutan. Umurnya hampir mendekati empat puluh tahun. Umur yang matang untuk menikah.

Ia ketakutan lama-lama punya temen dekat. Tapi jika tidak punya teman dekat, Ardan dihantam kesepian sebab tak bisa bisa sharing—ujungnya bermain media sosial khusus kaum Sodom.

“Kenapa tidak menikah saja, Mas? Lebih aman,” tanya penulis.

“Kalau saya bisa sudah dari dulu saya nikah!” kata Ardan.

“Tidak bisa apanya mas? Tidak (maaf) ereksi dengan perempuan?”

 “Iya tidak bisa. Gimana ya puyeng saya ,” kata laki-laki yang pernah melihat seorang anak laki-laki di jalanan yang ternyata adalah keponakannya itu. Keponakannya itu korban dari seorang ayah yang tak bertanggungjawab.

“Ereksinya hanya dengan sesama?”

Ardan mengiyakan. Ia sudah beberapa kali usaha rukyah mandiri pakai MP3 tiap malam.

“Sampai saya mual-mual muntah-muntah keliyengan. Sampai mimpi buruk juga,” ungkap Ardan.

Sholat tahajud yang kadang dijalaninya terasa sangat  berat, berat jalan kaki.  Dulu Ardan sangat nakal sekali. Sampai suatu ketika titik balik hidupnya.

“Saya mimpi aneh-aneh. Tahun 2012 saya mimpi kiamat dalam seminggu bisa sampai dua kali. Berulang ulang. Akhirnya saya berdoa agar bisa kembali ke jalan yang benar.  Juni 2013 saya total lepas dari kenakalan saya. Bulan puasa Juli 2013 saya mimpi sholat di puncak Jabal Rahmah (tempat ibadah haji) tapi berasa banyak sekali gangguan. Malu saya mas,” katanya.

Parah pokoknya, katanya.   Seks bebas dan narkoba. Pas malam Jumat 22 Agustus 2013 pukul 02.00 kondisi Ardan sakit keras.

“Saya berharap ada yang berubah dari kehidupan masa lalu saya,” katanya.

Ia  merasa mentok tidak menemukan jalan keluar.  Tapi ia takut kembali ke masa lalu lagi. Akhir-akhir  ini banyak laki-laki cakep yang suka sama dengan dirinya.

“Jujur, padahal saya nggak cakep.  Sampai teman saya ada yang nuduh saya pakai susuk. Posisi saya maju ke jalan yang benar ngga bisa mundur seperti dulu saya ngga mau,” ucap laki-laki yang pernah diajak bercinta dengan laki-laki bermuka Arab di Gandaria City ini.

Teman-teman pengajiannya ada beberapa yang tahu bahwa ia ‘membelok’ alias tidak suka dengan perempuan.

“Saya udah jarang kumpul dengan mereka lagi. Saya memisahkan diri dari semua.  Dari orang-orang yang belok dari teman-teman yang ngaji juga.  Dunia mereka bukan dunia saya.  Mereka sudah punya anak istri sudah bukan lajang lagi. Yang mereka omongin juga beda,” ucap laki-laki yang tinggal tak jauh dari mal di daerah Cilandak, Jakarta Selatan itu.

Kini ia dalam proses sembuh. Ia mengaku sekarang sekarang sudah jauh lebih baik.

“Saya jarang banget onani lagi. Dulu saya parah, hampir dua hari sekali. Saya ingin sembuh sekarang. Minta sama Allah agar bisa tertarik dengan perempuan,” ungkapnya sembari minta doa. [Paramuda/ BersamaDakwah]

Seperti diceritakan Ardan sepekan lalu kepada penulis.