Home Ilmu Islam Aqidah Rezeki dan Jodoh Telah Tertulis di Lauh Mahfuzh?

Rezeki dan Jodoh Telah Tertulis di Lauh Mahfuzh?

6574
0
bunga (hdw)

Semua hal yang ada di dunia ini telah ditetapkan di Lauh Mahfuzh termasuk rezeki, jodoh, kehidupan dan kematian seseorang.

Suatu ketika, Syaikh Muhammad bin Utsaimin, salah seorang ulama arab Saudi ditanya,

“Apakah rezeki dan jodoh seseorang telah tertulis di Lauh Mahfuzh?”

Syaikh menjawab sebagai berikut.

Segala sesuatu sejak Allah Ta’ala menciptakan Qalam hingga hari kiamat datang, telah tertulis di Lauh Mahfuzh. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

أَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى الْقَلَمُ ثُمَّ قَالَ لَهُ: اكْتُبْ، قَالَ: وَمَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: فَاكْتُبْ مَا يَكُوْنُ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى أَنْ تَقُوْمَ السَّاعَةُ

“Pertama kali yang diciptakan Allah Ta’ala adalah qalam, Dia berfirman kepadanya, “Tulislah!”

Qalam bertanya, ”Apa yang akan saya tulis?” Allah Ta’ala berfirman, ”Tulislah semua yang terjadi dan akan terjadi sampai hari kiamat datang.” (HR. Ahmad).

Hadits lain dari nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menerangkan, bahwa janin yang terdapat pada rahim ibunya.

Jika telah berumur empat bulan, maka Allah Ta’ala mengirim malaikat kepadanya untuk menghembuskan ruh, menulis rezeki, ajal kematiannya, amal perbuatannya, dan hidupnya dalam keadaan susah ataupun bahagia.

Rezeki seseorang juga telah tertulis, tidak akan bertambah ataupun berkurang, dan cara-cara yang bisa dilakukan seseorang, adalah mencari dan berusaha untuk mendapatkan rezeki.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al-Mulk: 15).

Di antara sebab yang dapat mendatangkan rezeki, adalah dengan bersilaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua, dan kerabat, karena nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah menyambung tali silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]

Berlanjut ke Rezeki dan Jodoh Telah Tertulis di Lauh Mahfuzh? (Bagian 2)

SHARE